Pusing, Stres, dan Susah Fokus? Coba Minum Air Dulu, Yuk!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Stres dapat diartikan sebagai kondisi di mana tubuh dan otak mengalami tekanan sebagai respon terhadap ancaman yang sedang dihadapi. Hal ini membuat tubuh bereaksi sedemikian rupa agar Anda mampu menghadapi tekanan tersebut. Reaksinya antara lain jantung berdegup kencang, mudah berkeringat, atau Anda jadi susah berpikir panjang. Nah, salah satu cara untuk membantu tubuh menghilangkan stres adalah dengan minum air putih yang cukup.

Memangnya minum air bisa menghilangkan stres?

Tubuh manusia sebagian besar disusun oleh air. Sekitar 60 persen dari komposisi tubuh manusia adalah air. Nah, ternyata otak memiliki komposisi air yang lebih tinggi dibandingkan tubuh secara keseluruhan, jumlahnya sekitar 73 persen. Itu sebabnya ketika cairan tubuh berkurang, fungsi otak akan mengalami gangguan untuk berpikir jernih sehingga mengganggu proses pengelolaan stres.

Anda tentu sudah bisa menyimpulkan, minum air bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan di otak. Kalau cairan di otak sudah tercukupi, Anda pun lebih mampu menghilangkan stres.

cemas mempertajam ingatan

Efek kurang minum dan stres berputar seperti siklus

Baik kondisi stres yang menyebabkan dehidrasi atau dehidrasi yang memicu stres, keduanya berputar terus seperti lingkaran setan.

Munculnya stres bermula dari reaksi kelenjar adrenal yang berada di atas organ ginjal. Kelenjar tersebut memproduksi hormon stres yaitu kortisol. Pada dasarnya hal tersebut normal, sebab hormon tersebut membuat seseorang menjadi lebih waspada untuk menghadapi stres.

Akan tetapi, Anda akan merasakan tanda-tanda seperti peningkatan detak jantung dan napas yang menjadi lebih berat atau ngos-ngosan. Kedua proses ini tanpa disadari akan meningkatkan volume air yang keluar dari tubuh.

Tingginya hormon kortisol juga berarti ada gangguan hormon lain seperti aldosteron. Hormon tersebut berperan dalam mengatur kadar elekrtrolit. Ketika kadar aldosteron menurun, maka tubuh kehilangan kemampuan menjaga keseimbangan elektrolit dan akhirnya tubuh mengalami dehidrasi.

Sedangkan dehidrasi akan menyebabkan tanda stres yang parah. Ini karena saat tubuh mengalami dehidrasi, proses sirkulasi juga akan terhambat. Akibatnya oksigen yang dibawa ke otak dan bagian tubuh lainnya menjadi lebih sedikit. Itu sebabnya gangguan mood ringan dan kesulitan konsentrasi dapat terjadi sejak tubuh mengalami dehidrasi ringan.

Keduanya, baik dehidrasi maupun stres, memiliki gejala yang sama seperti peningkatan denyut jantung, lemas, sakit kepala, dan mual.  Di saat yang bersamaan dehidrasi menyebabkan otak dan tubuh tidak dapat bekerja optimal untuk menghilangkan stres. Mengalami stres yang berkepanjangan juga erat kaitannya dengan pola konsumsi air yang lebih sedikit (jadi jarang minum) hingga gangguan kelelahan adrenal dan depresi.

cara diet air putih

Tips menjaga cairan tubuh saat stres melanda

Untuk memutus lingkaran setan antara kurang minum dan stres, kuncinya adalah jangan sampai Anda kurang minum. Untuk menghilangkan stres dan mencegah kekurangan cairan, ikuti tips-tips berikut ini.

  • Kenali kapan tubuh mulai kekurangan air. Segera minum air ketika haus serta warna urine menjadi lebih gelap dengan bau yang lebih menyengat.
  • Minum yang cukup. Kebutuhan air minum seseorang adalah sekitar 2-4 liter per hari. Tingkatkan konsumsi air minum jika Anda beraktivitas fisik, berada di lingkungan yang panas atau kering, serta mengeluarkan banyak keringat.
  • Selalu sedia air minum. Bawa botol minum ke mana pun dalam tas. Sediakan juga air minum di meja kerja atau di kamar tidur.
  • Pilih sumber air yang baik. Air mineral dapat membantu menjaga cairan tubuh jauh lebih efektif dibandingkan minuman manis, soda, atau kopi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 31, 2018 | Terakhir Diedit: Oktober 25, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca