Cokelat Seperti Apa yang Paling Sehat untuk Tubuh Kita?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin tahu bahwa cokelat mengandung banyak manfaat bagi kesehatan. Norman Hollenberg, seorang profesor bidang radiologi di Harvard Medical School, meneliti tentang gen yang berfungsi melindungi manusia dari kenaikan tekanan darah. Hollenberg kemudian meneliti suku Kuna, suatu suku yang sudah terisolasi hampir selama 500 tahun, di mana kejadian hipertensi dalam suku tersebut sangat jarang dan risikonya tetap rendah seiring dengan pertambahan usia.

Setelah diteliti, ternyata suku Kuna bisa mengonsumsi hingga lima gelas minuman cokelat per harinya.

Ada apa di dalam cokelat?

Cokelat yang digunakan suku Kuna lebih kaya akan senyawa flavanol. Selain itu cokelat tersebut juga menstimulasi tubuh memproduksi suatu senyawa yang disebut nitrat oksida. Berbentuk gas, senyawa ini biasa ditemukan dalam asap rokok. Meskipun begitu, nitrat oksida yang dihasilkan dari cokelat memiliki potensi sebagai pengobatan untuk tekanan darah tinggi, arteri yang tersumbat, gagal jantung kongestif, stroke, dementia, sampai hipotensi. Pernyataan ini disampaikan oleh Thomas Michel, profesor di bidang medicine Harvard Medical School, seperti dikutip dari Harvard Gazette.

Manfaat cokelat menurut Hollenberg, berada pada flavanolnya. Flavanol dalam cokelat ini mengaktifkan gen dalam tubuh untuk memproduksi nitrit oksida. Nitrit oksida bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah beserta oksigen ke organ-organ tubuh. Selain nitrit oksida, kandungan antioksidan dalam cokelat juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit. Antioksidan membantu tubuh menangkal efek buruk dari radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

Hollenberg kemudian melakukan eksperimen terkait efek cokelat pada peredaran darah. Mereka yang berusia lebih dari 50 tahun diminta untuk mengonsumsi minuman cokelat yang kaya akan flavanol. Ternyata aliran darah mereka menjadi lebih lancar. Begitu juga ketika eksperimen tersebut dilakukan terhadap orang yang berusia lebih muda. Flavanol memberi efek yang kurang lebih sama. Hasil dari eksperimen ini memberikan harapan untuk pengobatan penyakit yang berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif pada usia lanjut. Dengan melancarkan aliran darah ke bagian otak, diharapkan pencegahan penyakit dementia dapat dilakukan.

Lalu bagaimana dengan lemak yang terdapat pada cokelat? Lemak dalam cokelat berasal dari cocoa butter yang terdiri dari asam oleat (termasuk dalam jenis lemak tidak jenuh) serta stearat dan asam palmitat yang termasuk dalam lemak jenuh. Lemak jenuh ini hanya berjumlah sepertiga dari keseluruhan lemak yang ada pada cokelat. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak manfaat cokelat bagi kesehatan bisa berkurang dan justru menyebabkan penyakit.

Apakah semua jenis cokelat baik bagi kesehatan?

Sebelum Anda terburu-buru memborong cokelat di supermarket, Anda harus mengetahui jenis cokelat seperti apa yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Yang dimaksud dengan minuman cokelat yang dikonsumsi oleh suku Kuna adalah cokelat murni yang berasal dari pohon kakao. Suku Kuna menanam dan kemudian memproses cokelat mereka sendiri.

Tidak semua produk cokelat mengandung kadar flavanol yang tinggi. Cokelat atau kakao yang alami memiliki rasa yang kuat karena kandungan flavanolnya. Saat kakao diproses menjadi produk olahannya, beberapa perlakuan (seperti fermentasi, pemanggangan, dan seterusnya) menyebabkan kadar flavanol menurun. Semakin banyak tahapan dan proses yang dilalui, maka semakin banyak pula flavanol yang hilang. Selain itu cokelat yang dijual komersil biasanya sudah melalui banyak proses baik penambahan pemanis, susu, penstabil, lemak, dan lain-lain. Ini menjadikan cokelat tidak lagi murni dan kadar flavanolnya jauh berkurang jika dibandingkan dengan cokelat yang dikonsumsi oleh suku Kuna.

Cokelat yang kurang sehat

Untuk mendapatkan manfaat cokelat, pilihlah jenis dark chocolate. Tipe cokelat ini biasanya memiliki rasa yang sedikit pahit, karena kandungan kakaonya yang masih banyak. Hindari jenis cokelat yang berlabel milk chocolate, rasanya lebih manis karena tambahan susu dan gula.

Jenis cokelat putih atau white chocolate juga sebaiknya dihindari karena dibuat dari cocoa butter, gula, dan susu sehingga tinggi dengan lemak jenuh.

Jika membeli cokelat bubuk, pilihlah jenis cokelat yang tidak melalui suatu proses yang disebut dutch proses. Pada proses ini, kakao akan dicampur dengan larutan potasium karbonat untuk menetralisir sifat asam dari kakao. Bubuk cokelat yang melewati dutch proses biasanya memiliki warna yang lebih gelap jika dibandingkan dengan bubuk cokelat alami.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kista Ganglion

Ganglion adalah kista yang umumnya terbentuk pada tendon dan persendian yang umum timbul di tangan. Berikut informasi lengkap tentang ganglion.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

Normalnya, bagian tengah telapak kaki akan berlekuk. Namun, orang-orang penderita flat feet memiliki telapak kaki datar. Apa efeknya pada kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Sarapan bubur ayam ternyata rendah kalori, namun bikin Anda cepat lapar lagi. Yuk, perhatikan beragam fakta lainnya soal bubur bagi kesehatan berikut ini.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Kloning Manusia, Benarkah Bisa Dilakukan? Simak 5 Fakta Unik Seputar Kloning

Siapa tidak kenal dengan Dolly si Domba, mamalia hasil kloningan pertama yang sempat menggemparkan dunia. Lantas, apakah sudah ada hasil kloning manusia?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cepat turun berat badan pagi hari

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
berapa banyak makan nasi saat sarapan

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
krim perontok bulu

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit