Mana Lebih Sehat: Mandi Dengan Shower, Gayung, atau Bath Tub?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Semua orang harus tetap bersih, itu pasti. Mandi adalah cara yang paling penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan melindungi diri dari infeksi, bakteri, dan penyakit.

Menjaga kebersihan diri juga penting untuk kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional. Tujuan utama untuk mandi adalah untuk menumpas kotoran dan bau.

Sementara beberapa orang lebih menyukai bersantai berendam air hangat di bathtub, yang lain lebih memilih kenyamanan mandi di bawah pijatan air deras dari pancuran air, terutama di pagi hari sebelum bersiap untuk memulai hari. Atau, Anda justru lebih memilih ritual mandi yang ringkas dengan guyuran air dingin menyegarkan dari gayung?

Pilihan menggunakan satu cara atau yang lainnya merupakan selera pribadi. Entah itu mandi dengan shower, di bathtub, atau dengan gayung, semua ada plus minusnya masing-masing.

Mana yang lebih hemat air?

Pancuran air alias shower bisa memompa hingga 9,5 liter per menit, jadi sesi membersihkan badan dalam 10 menit saja hanya akan membuang air sekitar 95 liter. Tetapi, jika shower Anda dilengkapi dengan opsi aliran rendah, maka volume air yang akan terbuang justru akan lebih banyak, yaitu sekitar 475 liter per menitnya.

Sebagai perbandingan, sebuah bathtub standar bisa menampung air hingga 190 liter saat Anda berendam. Bagaimana kalau mandi dengan gayung? Sebuah bak mandi berdiri berukuran standar bisa menampung air hingga 270 liter.

Mana yang lebih cepat?

Umumnya, mandi di bawah pancuran air shower lebih hemat air, waktu, dan energi ketimbang harus menunggu pemanas air aktif sebelum mulai mengisi bak hingga penuh.

Rata-rata, mandi dengan shower hanya menghabiskan waktu 8-10 menit. Dibutuhkan waktu kurang lebih 7,5 menit untuk mengisi bak mandi atau bathtub hingga penuh dengan keran air standar berdaya 23 liter per menit.

Daripada menunggu pemanas air bekerja untuk bisa mendapatkan suhu air yang hangat, mengisi bak, dan kemudian baru mulai berendam atau sibuk jebar-jebur dengan gayung, Anda dapat langsung menyalakan tombol keran air hangat dan berdiri di bawah pancuran menyambut segarnya rintik air.

Ketika Anda tak punya banyak waktu, membersihkan tubuh di bawah pancuran air membuang waktu lebih sedikit untuk memberikan Anda tambahan waktu untuk berleha-leha sejenak di meja makan saat sarapan.

Mana yang lebih efektif untuk membersihkan?

Berendam di bathtub menjadi cara terbaik untuk bersantai dan menikmati waktu pribadi Anda. Selain itu, Anda bisa melakukan banyak eksperimen saat berendam dengan membuat busa, menambahkan minyak esensial, atau bahkan menggunakan bath bomb, untuk meningkatkan rileksasi atau meningkatkan kualitas kulit.

Berendam sangat baik, karena uap dari air hangat dalam bathtub dapat membantu membuka pori dan meluruhkan kotoran yang menempel. Tetapi, segala sel kulit mati dan kotoran yang rontok dari tubuh Anda akan bercampur dalam air rendaman tubuh Anda, belum lagi dengan residu sabun dan shampo yang Anda gunakan. Hiiy…

Untungnya, ada solusi sederhana untuk menyiasati ini: bilas dengan air bersih setelah Anda keluar dari bak mandi.

Mandi dengan shower atau gayung bisa menyegarkan dan mengembalikan tingkat energi, terutama dengan shower yang memiliki fasilitas pijatan air. Kotoran bisa hanyut segera menuju drainase.

Jika tubuh Anda sangat kotor, misalnya setelah bermain olahraga di luar ruangan, mungkin bermanfaat untuk membilas tubuh langsung di bawah pancuran air atau dengan gayung, bukan dengan berendam. Atau, jika Anda masih ingin berendam, Anda bisa membilas tubuh Anda sebelum masuk ke dalam bathtub, sehingga sisa kotoran tidak tersisa di kulit.

Mana yang lebih aman?

Cara yang manapun ternyata membawa risiko cedera, walaupun terbilang minim dan bisa dicegah.

Saat mandi dengan shower atau gayung, Anda mungkin terpeleset dan jatuh di kamar mandi. Familiar dengan adegan ini?

Jika Anda berendam di bathtub, Anda mungkin sangat terlena hingga ketiduran, atau peluang terburuknya, pingsan, dan tenggelam.

Dilansir dari Detik Health, dr Andra Azwar, SpPD dari RS Royal Taruma Jakarta, mengungkapkan bahwa orang-orang lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi fisik tidap prima, sebaiknya mandi menggunakan shower saja, daripada berendam di bathtub atau dengan gayung. Alasannya, tangan akan lebih cepat lelah untuk bolak-balik menciduk air dengan gayung atau mereka memiliki masalah punggung yang akan menyulitkan mereka saat mengangkat gayung.

Selain itu, untuk kedua golongan ini, berendam mungkin juga tidak menjadi pilihan utama, kecuali jika dalam pengawasan penuh orang lain untuk menghindari risiko cedera atau tenggelam.

Berendam atau dengan gayung, yang penting selalu menguras bak mandi untuk membersihkan endapan di dasar bak, sehingga menghindari risiko demam berdarah karena rutin menguras kamar mandi akan mencegah nyamuk untuk bersarang dan bertelur. Selain itu, menguras bak mandi juga penting supaya lumut tidak bertumbuh liar.

Mana lebih sehat?

Berendam, diguyur air dingin, atau di bawah pancuran air, ketiganya memiliki manfaat kesehatan yang berbeda.

  • Berendam air hangat akan meningkatkan mood dan mengusir rasa kesepian. Berendam juga membantu melembapkan kulit Anda, asal suhu air tidak terlalu panas. Terlebih lagi, berendam di bathtub adalah cara jitu melepas stres. Selama berendam, Anda bisa melakukan sejumlah akitivitas lain, misalnya mendengarkan musik, santai membaca buku ditemani segelas wine, hinga mani-pedi sendiri.
  • Shower air hangat bisa meringankan pegal linu di punggung dan sakit otot. Mandi di bawah pijatan air hangat juga membantu meringankan kecemasan. Uap yang terkumpul selama Anda mandi juga berfungsi sebagai dekongestan alami ketika Anda sedang flu.
  • Diguyur air dingin dengan gayung atau shower bisa meningkatkan mood Anda. Selain itu, segarnya cipratan air dingin akan membangunkan Anda, tidak mengeringkan kulit atau rambut, menstimulasi penurunan berat badan, mempercepat pemulihan otot, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Desember 28, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca