Kenapa Makanan Kemasan Mengandung Natrium Tinggi?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/06/2018
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Mengurangi makan makanan kemasan dan berpengawet adalah salah satu prinsip hidup sehat. Langkah ini terlebih penting jika Anda memiliki hipertensi atau penyakit ginjal. Pasalnya, asupan natrium berlebihan bisa berbahaya bagi kesehatan.

Makanan kemasan diolah dengan natrium agar rasa dan tampilannya tetap awet, serta tahan lama

Natrium sebenarnya merupakan garam alami yang banyak terkandung dalam produk pangan nabati dan hewani. Garam alami atau garam dapur (natrium klorida) sudah digunakan sejak berabad-abad lalu untuk mengawetkan makanan. Anda atau ibu Anda di rumah dulu mungkin juga pernah melakukannya; menggarami daging mentah dan diungkep dulu sampai tiba saat harus dimasak nanti.

Ini karena garam bersifat menyerap air, yang dapat menyebabkan mikroorganisme dalam daging atau bahan makanan lain mati akibat dehidrasi. Sifat inilah yang membuat bakteri pembusuk makanan ikut mati, sehingga makanan Anda bisa bertahan lebih lama. Garam juga bermanfaat untuk melindungi makanan dari pertumbuhan jamur.

Prinsip penggaraman di atas kemudian diikuti oleh produsen makanan kemasan untuk mengawetkan produknya. Meski begitu, “dosis” natrium yang digunakan lebih banyak daripada jumlah natrium alami yang ditemukan dalam produk makanan alami. Porsi natrium berlebih yang diikutsertakan selama pengolahan makanan kemasan juga bertujuan untuk menguatkan rasanya agar bisa tetap sama meski telah lama disimpan di toko.

Selain garam dapur,  jenis natrium lain yang digunakan untuk mengawetkan makanan termasuk soda kue, natrium bikabornat, monosodium glutamat (MSG), natrium benzoat, natrium sakarin, dan natrium nitrat. Anda akan menemukan bahan-bahan kimia tersebut dalam makanan seperi saus salad, makanan kaleng, makanan yang dipanggang, daging yang diawetkan, daging kaleng, keju, selai, dan lain sebagainya.

Bahaya makanan tinggi natrium bagi kesehatan

Tubuh membutuhkan garam untuk bisa berfungsi baik. Namun, asupan garam yang berlebihan justru akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan tubuh.

Saat tubuh kelebihan garam, ginjal akan kesulitan untuk menguras kelebihan tersebut sehingga garam akan menumpuk dalam darah. Seperti yang telah disinggung di atas, garam bersifat menyerap air. Ketika ada terlalu banyak garam dalam darah, jumlah cairan yang mengelilingi sel-sel darah akan meningkat dan menyebabkan volume darah meningkat. Volume darah yang tinggi menyebabkan tekanan darah naik karena jantung akan bekerja lebih keras untuk bisa memompa darah ke seluruh tubuh.

Peningkatan tekanan darah dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantunggagal jantung, dan stroke. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mencegah konsumsi garam berlebih adalah dengan diet rendah garam.

Daftar makanan tinggi natrium dan rendah natrium

American Journal of Clinical Nutrition mencatat bahwa suatu produk makanan dikatakan memiliki kandungan natrium tinggi jika mengandung lebih dari 500 mg natrium. Artinya, lebih dari 500 mg untuk setiap 100 gram makanan.

Beberapa produk makanan dengan kandungan natrium yang tinggi meliputi: mie instan (setidaknya 1500 mg hingga 2300 mg), saus (saus sambal/saus tomat/saus tiram/saus mayonaise/dst) yaitu sekitar 1.200 mg per 100 g, daging olahan (lebih dari 800 mg per 100 mg), dan minuman kemasan (sekitar 700 mg per 200 ml).

Jika Anda menemukan bahwa kandungan natriumnya kurang dari 120 mg setelah membaca label informasi nilai gizi, makanan tersebut termasuk rendah natrium. Sayuran segar dan sereal termasuk makanan rendah natrium karena keduanya hanya mengandung sekitar 200 mg natrium per 100 gram berat produk.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Garam Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi?

Kita tak bisa menuduh garam menyebabkan hipertensi karena kenyataannya tak sesederhana itu. Simak penjelasannya di Hello Sehat, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

4 Rahasia Mencerahkan Wajah Dengan Garam Dapur

Ternyata, garam tidak hanya berguna untuk bumbu masakan saja, lho. Anda juga bisa mendapat manfaat garam untuk wajah dengan rutin melakukan tips di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Zat Aditif BHA dan BHT Dalam Makanan Kemasan, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Dari banyak jenis zat aditif pada makanan, BHA dan BHT adalah dua di antaranya yang berfungsi sebagai pengawet. Adakah risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Pahami Arti Sebenarnya dari 12 Jargon “Sehat” Pada Label Kemasan Makanan

Label makanan sehat seperti "sugar-free" hingga "low fat" tidak selalu benar seperti yang dijanjikan. Cari tahu artinya di sini agar Anda tak terkecoh!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

Apakah kandungan garam Himalaya lebih baik daripada garam dapur?

Bahaya Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam Himalaya

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020
asinan manisan makanan sehat

Apakah Manisan dan Asinan Termasuk Makanan Sehat?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 04/01/2020
makan crab stick

Makan Crab Stick Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28/10/2019
bahaya mikroplastik adalah

Hati-hati, Garam Meja Favorit Anda Mungkin Mengandung Plastik!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 08/01/2019