Ludah Menyembuhkan Luka, Mitos atau Fakta?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sumber foto: Flickr/Jonas Foyn Therkelsen

Secara insting, hewan akan menjilat anggota tubuhnya yang terluka, contohnya anjing. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Benjamin L. Hart dan Karen L. Powell, air liur anjing mengandung antiseptik yang dapat digunakan untuk mematikan bakteri E. coli dan Streptococcus. Ternyata, perilaku ini tidak hanya dilakukan oleh anjing, manusia secara insting juga menjilat lukanya agar cepat sembuh. Tapi, apakah ludah manusia sama “ajaibnya” dengan air liur anjing?

Histatin, kandungan yang ada di dalam ludah manusia

Walaupun saliva manusia tidak memiliki kandungan epidermal growth factor (EGF) dan nerve growth factor (NGF) yang tinggi seperti yang ada pada hewan pengerat (kedua kandungan ini dipercaya mampu membuat luka lebih cepat sembuh), saliva manusia terbukti memiliki kandungan histatin. Histatin sendiri tidak hanya berfungsi sebagai zat antijamur, tapi juga memiliki kemampuan untuk mempercepat penyembuhan luka.

Fakta ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Jia J., Sun Y., Yang H., dkk yang diterbitkan dalam jurnal PUBMED pada tahun 2012.  Penelitian ini dilakukan kepada kelinci dewasa, yang dibuatkan luka sebesar 2.5 x 2.5 cm pada punggungnya.

Penelitian ini menerapkan 3 kondisi berbeda untuk melihat durasi dan proses penutupan luka yang terjadi. Tiga kondisi tersebut adalah pemberian zat yang berbeda untuk melihat efektivitasnya dalam penyembuhan luka. Kelinci pun dibagi menjadi tiga grup sesuai dengan zat yang akan diaplikasikan pada luka di punggungnya. Satu grup diberikan air garam, satu grup diberikan bubuk yunnan baiyao (bubuk yang telah banyak digunakan untuk menyembuhkan luka), dan satu grup diberikan saliva.

Hasilnya, pada grup yang diberikan saliva dan yunnan baiyao, luka lebih cepat sembuh dibandingkan yang diberikan air garam. Pada luka yang diberi saliva, tingkat kesembuhan pada hari ke-5, 8, dan 11 dalam proses penyembuhan luka ternyata lebih baik dibandingkan dengan grup lainnya. Selain itu, pada grup yang diberi saliva, luka yang sembuh jauh lebih bersih hasilnya, dengan bukti tidak ada sel yang bengkak dan luka kembali tertutup dengan kulit baru setelah 15 hari, hal ini jauh lebih baik dibandingkan dengan grup lainnya.

Selain membuat luka lebih cepat sembuh, ada laporan yang dikemukan oleh kumpulan peneliti dari The Netherlands. Ada harapan jika kandungan histatin ini dapat menutup bersih luka pada orang dengan diabetes dan berbagai luka lainnya yang sulit untuk sembuh. Sebagai tambahan, kandungan yang ada dalam saliva ini mudah diproduksi secara massal.

Ludah dapat mematikan bakteri yang ada di jerawat

Meludah sekarang dapat dijadikan salah satu cara termudah dan termurah untuk menghilangkan jerawat. Menurut Boston Globe, saliva mengandung antimikroba dan antijamur yang dapat menghilangkan kondisi tersebut. Selain itu, tidak hanya antimikroba dan antijamur, kandungan asam pada saliva mampu mempercepat proses penghilangan jerawat.

Caranya mudah, sebelum makan atau minum di pagi hari, oleskan ludah Anda sendiri pada wajah yang berjerawat. Setelah 15 menit, bilas wajah dengan air. Keesokan harinya, jerawat akan mengecil dengan sendiri, menurut beauty blogger, Kristin Collins Jackson.

Ada satu tips yang diberikan oleh Jackson. Jika Anda merasa jijik, Anda bisa menambahkan beberapa bahan yang dapat juga memberikan efek yang serupa namun dengan tampilan dan aroma yang berbeda. Tambahkan madu dan pala agar Anda merasa lebih nyaman dengan salep jerawat alami ini.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

    Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    tanggal kedaluwarsa

    4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    penyebab cantengan; kuku cantengan

    Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    mual karena gugup

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
    mata plus pada anak

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit