7 Jenis Protein Dalam Tubuh dan Masing-masing Fungsinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Protein adalah molekul rumit yang membantu tubuh menjalankan fungsinya secara optimal. Protein dapat ditemukan dalam beberapa jenis makanan seperti daging sapi, daging ayam, kacang-kacangan, telur, ikan, dan udang. Nah, protein akan dipecah dahulu dalam tubuh menjadi struktur terkecilnya yakni asam amino, baru bisa diserap oleh tubuh. Setiap jenis protein di dalam tubuh ternnyata memberikan fungsi-fungsi tertentu, lho. Sudah tahu apa saja jenis protein di dalam tubuh? Simak ulasan di bawah ini.

1. Protein hormon

Salah satu jenis protein adalah yang berfungsi sebagai bahan kimia dasar pembentuk hormon. Hormon ini bertindak sebagai pembawa pesan kimia yang mengantarkan pesan melalui aliran darah. Setiap hormon ini akan memengaruhi satu sel tertentu di dalam tubuh yang dikenal sebagai sel target.

Contohnya, organ tubuh bernama pankreas menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin ini diproduksi sebagai respons adanya kadar gula darah (misalnya habis makan). Hormon insulin akan dikeluarkan pankreas khusus untuk mengikat gula yang ada di darah menuju sel targetnya. Sehingga di darah tidak menumpuk gula.

2. Protein enzim

Jenis protein lainnya di dalam tubuh bertugas sebagai pembentuk enzim. Enzim berfungsi untuk mendukung terjadinya reaksi kimia di dalam tubuh.

Contohnya di dalam tubuh semua sumber zat gizi mulai dari karbohidrat, protein, dan lemak harus diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana agar bisa diserap. Nah, untuk mengubah itu semua diperlukan beberapa reaksi kimia yang rumit di dalam tubuh. Reaksi kimia tersebut akan berjalan lancar jika ada enzim di dalam tubuh.

3. Protein struktural

Jenis protein paling besar adalah protein struktural. Protein struktural berfungsi sebagai komponen penting yang membangun konstruksi tubuh dari tingkat sel.

Contoh protein struktural yang paling umum adalah kolagen dan keratin. Protein jenis keratin adalah protein yang kuat dan berserat sehingga dapat membentuk struktur kulit, kuku, rambut, dan juga gigi. Sementara, protein struktural berbentuk kolagen berfungsi sebagai pembentuk tendon, tulang, otot, tulang rawan, dan juga kulit.

4. Protein antibodi

Protein defensif adalah protein yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari adanya zat asing atau organisme asing yang memasuki tubuh. Protein bertindak sebagai komponen pembentuk antibodi di dalam tubuh.

Dengan terpenuhinya kebutuhan protein maka pembentukan antibodi juga akan semakin optimal dan bersifat semakin protektif. Maka, tubuh pun bisa mempertahankan diri dari penyakit.

5. Protein transport

Protein di dalam tubuh juga berfungsi ibaratnya sebagai pengantar molekul dan zat-zat gizi di dalam tubuh keluar dan masuk ke dalam sel. Contohnya adalah hemoglobin. Hemoglobin adalah protein pembentuk sel darah merah.

Hemoglobin akan mengikat oksigen dan mengantarkannya ke jaringan yang membutuhkan oksigen dari paru-paru. Contoh protein transport lainnya adalah serum albumin yang bertugas mengantarkan lemak ke aliran darah.

6. Protein pengikat

Protein pengikat memiliki fungsi untuk mengikat zat gizi dan molekul untuk digunakan nantinya. Contohnya adalah pengikat besi. Tubuh menyimpan besi dalam tubuh dengan feritin. Feritin ini adalah protein yang bertugas pengikat besi. Ketika nantinya besi dibutuhkan lagi untuk membentuk sel darah merah maka besi dalam feritin akan dilepaskan.

7. Protein penggerak

Protein penggerak mengatur kekuatan dan kecepatan jantung bergerak, dan juga otot saat berkontraksi. Saat tubuh bergerak, akan terjadi kontraksi otot, saat kontraksi inilah peran protein penggerak dibutuhkan.

Contohnya Anda menekuk kaki, hal ini akan melibatkan serabut-serabut otot Anda bergerak. Saat serabut otot bergerak ini sebenarnya terjadi reaksi kimia yang berjalan sangat cepat.

Tubuh mengubah ATP atau bentuk energi kimia yang menjadi digunakan dalam tubuh untuk menghasilkan perubahan mekanis. Proses pengubahan energi kimia tersebut menjadi perubahan mekanis ini melibatkan protein penggerak yakni aktin dan miosin dalam serabut otot. Perubahan mekanisnya adalah posisi kaki Anda yang akhirnya berubah jadi menekuk yang sebelumnya lurus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Pernahkan Anda mencicipi teh chamomile? Ternyata salah satu teh herbal ini banyak manfaatnya, lho! Simak manfaat teh chamomile bagi kesehatan tubuh.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Sinar Matahari Pagi, Siang, dan Sore: Mana yang Paling Sehat?

Saat menjemur bayi yang baru lahir, atau sekadar berjemur meresapi sinar matahari pagi, Anda harus tahu kapan waktu yang terbaik untuk melakukannya.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab bau mulut

Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 9 menit
penyebab mulut kering

7 Penyebab Mulut Kering Selain Dehidrasi yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit
akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit