Mengapa Ada Orang yang Suka Berhubungan Seks dengan Mayat?

Oleh

Dalam mitologi Yunani, dikisahkan tentang seorang pemuda bernama Dimoetes yang jatuh cinta dengan mayat wanita paling cantik yang pernah ditemuinya, sehingga ia memutuskan untuk bersetubuh dengan mayat itu sampai berulang kali. Achilles juga diceritakan suka berhubungan seks dengan mayat ratu Amazon, Penthesilea, setelah ia membunuhnya dalam pertempuran.

Kecenderungan berhubungan seks dengan mayat disebut sebagai necrophilia. Maju ribuan tahun kemudian, ada lebih banyak lagi kasus orang yang berhubungan seks dengan mayat di berbagai macam kebudayaan dunia modern. Pembunuh berantai legendaris, Ted Bundy, contohnya. Banyak pembunuhan yang dilakukan Ted Bundy berujung pada kasus necrophilia. Bundy juga dilaporkan suka mengunjungi kembali mayat korbannya untuk mendandani mereka dan melakukan tindakan seksual kepada mayat-mayat ini sampai tubuhnya membusuk atau dimakan binatang buas.

BACA JUGA: Ada Orang yang Bisa Berhubungan Seks dengan Binatang

Apa itu necrophilia?

Necrophilia atau nekrofilia adalah bentuk perilaku seksual menyimpang yang ditandai oleh hasrat untuk berhubungan seks dengan mayat (bisa tubuh manusia atau bangkai hewan). Hasrat ini sangat kuat dan sangat sering menghampiri. Seorang pengidap necrophilia akan terangsang oleh fantasi atau kontak seksual nyata dengan orang yang sudah meninggal. Beberapa necrophile (sebutan bagi penderita necrophilia) bisa menemukan kenikmatan seksual dari hal yang sederhana seperti saat mereka berada di dekat mayat, sementara necrophile lainnya menginginkan kontak seksual langsung dengan orang mati lewat penetrasi vaginal, oral, anal, atau masturbasi di hadapan mayat.

Perilaku seksual yang terkait necrophilia mungkin memiliki konsekuensi sosial dan hukum yang serius. Para ahli dan dewan kebijakan hukum di berbagai belahan dunia menganggap necrophilia sebagai tindakan pemerkosaan karena orang yang sudah meninggal tidak bisa memberikan izin atas apa yang dilakukan orang lain terhadap tubuhnya.

Kok bisa ya, ada orang yang suka berhubungan seks dengan mayat?

Menurut para psikolog, motif yang paling umum dari necrophilia adalah sebagai upaya untuk mendapatkan pasangan seks yang tidak mampu melawan, yang memungkinkan necrophile secara bebas mengekspresikan diri mereka secara seksual tanpa takut penolakan. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin ada gejala kecemasan sosial atau riwayat kesulitan menjalin hubungan sosial dan/atau komunikasi antarpribadi di antara beberapa penderitanya.

BACA JUGA: 10 Langkah Menjalin Koneksi Jika Anda Seorang Introvert

Selain kedua motif di atas, masih banyak pemicu kecenderungan necrophilia yang dilaporkan. Beberapa penderita hanya menunjukkan keinginan secara seksual untuk “kembali menjalin hubungan” dengan pasangannya yang sudah meninggal. Beberapa ahli juga percaya necrophilia berakar dari trauma masa kecil, seperti pelecehan seksual, sehingga mereka tidak bisa mencapai kepuasan seksual dengan pasangan bernyawa. Motif lainnya bisa sesederhana bahwa mereka merasa penampilan tubuh yang membusuk, tengkorak, dan tulang begitu erotis.

Guna memenuhi keinginan seks mereka, necrophiles bisa bekerja di tempat-tempat di mana mereka akan memiliki akses mudah ke stok mayat, seperti kamar mayat atau kantor koroner. Beberapa necrophile dapat menyewa pekerja seks komersil (PSK) untuk kemudian memintanya merias diri sepucat mayat dan berpura-pura mati saat berhubungan seks. Ada juga beberapa necrophiles (walau sangat jarang) yang sengaja benar-benar melakukan pembunuhan dalam rangka untuk memiliki akses ke tubuh tak bernyawa.

Necrophilia ada berbagai jenis

Berdasarkan pengamatan para pakar, ada lima jenis dari necrophilia:

  • Regular Necrophilia: penggunaan tubuh yang sudah mati untuk kesenangan seksual.
  • Necrophilic Fantasy: memiliki dan membayangkan fantasi dan/atau kontak seksual, terlepas dari apakah impian tersebut ditindaklanjuti atau tidak.
  • Necrophilic Homicide: menindaklanjuti fantasi seksualnya dengan melakukan pembunuhan nyata demi mendapatkan akses langsung mayat untuk kenikmatan seksual. Tindakan pembunuhan tersebut juga merupakan bagian dari dorongan/fantasi seksualnya.
  • Pseudonecrophilia: insiden berhubungan seksual dengan mayat yang hanya terjadi satu kali, tanpa riwayat kecenderungan gairah/fantasi necrophilia sebelumnya.
  • Necrosadisme: kenikmatan seksual berasal dari tindakan sadisme yang dilakukan pada mayat, seperti mutilasi atau minum darah mayat. Ahli menganggap kasus necrosadisme tumpang tindih antara necrophilia murni dan penyimpangan seksual lainnya atau gangguan kepribadian.

Bahayanya berhubungan seks dengan mayat

Selain menyimpang dari norma sosial, necrophilia juga merugikan bagi manusia yang terlibat dalam hubungan seks dengan mayat. Berhubungan seks dengan mayat bisa berakibat fatal. Bahaya berhubungan seks dengan mayat berkaitan dengan persiapan dan pembuangan mayat yang tidak tepat.

Kontaminasi suplai air oleh mayat yang dibuang tanpa penguburan, situs pemakaman, atau di situs penyimpanan sementara dapat mengakibatkan penyebaran gastroenteritis dari isi usus mayat. Zat cadaverine dan putresin yang dihasilkan selama pembusukan bangkai hewan dan manusia mengeluarkan bau busuk yang bisa beracun jika tertelan dalam dosis besar.

Ada risiko penularan infeksi dan penyakit kronis melalui kontak langsung dengan mayat yang mungkin semasa hidupnya menderita penyakit tersebut, seperti penyakit kuru, hepatitis B dan hepatitis C, HIV, patogen usus enterik, TBC, kolera dan lain-lain.

Bisakah necrophilia disembuhkan?

Necrophilia tidak harus diperlakukan sebagai tindakan yang lebih sesat daripada pemerkosaan, pembunuhan, atau inses. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders atau DSM (buku panduan untuk diagnosis kesehatan mental), sebagian besar kasus penyimpangan seksual dapat ditangani dengan konseling dan terapi CBT untuk membantu penderita mengubah perilakunya. Obat dapat membantu untuk mengurangi dorongan kompulsi yang terkait dengan necrophilia dan mengurangi jumlah kejadian fantasi seksual dan perilaku menyimpang yang dilakukan.

Dalam beberapa kasus, terapi hormon dapat diresepkan bagi individu yang sering mengalami perilaku seksual abnormal atau berbahaya kambuhan. Banyak dari obat-obatan ini bekerja dengan mengurangi gairah seks individu.

BACA JUGA: 12 Penyakit Paling Aneh dan Langka di Dunia

Sumber