Baru-baru ini, masyarakat diresahkan oleh isu telur palsu di pasaran. Banyak yang bilang bahwa jika dikonsumsi, telur imitasi ini diklaim membahayakan kesehatan karena dibuat dari bahan-bahan kimia berbahaya, seperti natrium alginat, tawas, gelatin, alum (bahan pelembut pakaian), asam benzoat (bahan pengawet). Katanya juga, makan telur palsu bisa menyebabkan gangguan saraf, gangguan metabolisme, hingga kerusakan hati. Benarkah demikian?

Kementerian Peternakan menegaskan bahwa isu telur palsu hanya hoax

Penyebar isu telur palsu mengatakan bahwa telur-telur palsu tersebut merupakan produk rekayasa biologis, karena memiliki kuning telur yang lembek dan putih telurnya terlalu cair tidak lengket di tangan.

Hebohnya isu penjualan telur palsu ini telah diselidiki lebih lanjut oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian. Lewat konferensi pers di Mabes Polri, Syamsul Maarif, Ditjen PKH dari Kementerian Peternakan, menyatakan bahwa telur-telur yang diklaim tiruan tersebut dinyatakan seratus persen telur asli — hanya saja, kualitasnya memang sudah tidak baik.

Sampai saat ini tidak ada teknologi yang tersedia untuk membuat cangkang telur untuk dipalsukan. Terlebih, proses pembuatan produk rekayasa membutuhkan biaya yang besar. Sementara itu,  harga jual telur di Indonesia terbilang sangat murah bila dibandingkan dengan negara lain. Jadi, tentu sangat tidak logis untuk membuat telur palsu dan dipasarkan di Indonesia.

Hal serupa juga ditegaskan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas (KPKP) DKI Jakarta Sri Hartati, dilansir dari Kompas. Hartati menyatakan bahwa tidak ada telur ayam palsu yang dijual di pasar-pasar Jakarta.

Telur yang katanya palsu cuma karena kualitasnya sudah tidak baik

Kualitas telur yang baik bisa dilihat dari rupa kuning telurnya. Jika kuning telurnya tampak bersih, berbentuk bulat sempurna dan padat kenyal alias tidak mudah pecah, dan bahkan mudah diangkat atau dipisahkan dari putihnya, itu tandanya telur tersebut segar. Terkadang akan ada bintik merah pada kuning telur yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah selama pembentukan telur. Ini juga tanda telur segar dan tetap aman dikonsumsi.

Telur yang masih segar tidak berbau amis. Telur yang baik bahkan tidak mengeluarkan bau sama sekali. Jika Anda mencium bau amis dari telur yang Anda beli, ini bukan berarti telur itu palsu, namun hanya sudah lama disimpan. Bau pada telur juga bisa disebabkan oleh cangkang telur yang kurang bersih.

Telur asli diklaim memiliki bintik hitam karena suntik vitamin, ini juga salah. Telur tidak bisa disuntik karena akan berlubang dan menyebabkan cangkang rusak. Telur berlubang akan membuat telur rusak dan cepat busuk. Telur yang baik kuning telurnya bersih.

Selain itu, Anda juga tidak perlu khawatir jika menemukan selaput tipis pada telur Anda. Penyebar hoax menyebutkan bahwa selaput tersebut adalah plastik, tapi sebenarnya adalah lapisan membran yang berfungsi melindungi telur. Itu normal dan ada pada semua telur. Justru kalau membrannya semakin tebal berarti kualitas telur itu semakin baik dan tahan lama.

Sekarang, jangan lagi takut makan telur

Telur adalah makanan tinggi protein yang menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Protein yang terkandung pada telur membantu tubuh membentuk sel kekebalan tubuh, plasma darah, enzim, dan sel penting lainnya. Protein juga dikenal sebagai zat yang membantu mempercepat proses penyembuhan luka atau cedera.

Menambahkan telur ke dalam menu makan juga dapat membuat Anda lebih bertenaga dan mencegah kelaparan sebelum waktu makan selanjutnya tiba, berkat kandungan protein dan lemaknya.

Selain itu, telur merupakan sumber makanan yang tinggi vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan. Misalnya saja, vitamin A dan antioksidan lutein dalam telur membantu memelihara kesehatan mata, sementara vitamin B kompleks dan asam folatnya membantu menjaga kesehatan kulit.

Akan tetapi ingat, telur mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Maka sebaiknya batasi konsumsi telur sekitar 1-3 butir dalam satu hari.

Cara pintar simpan telur agar awet

Terlepas dari isu telur palsu, yang terpenting adalah bagaimana Anda memilih dan menyimpan telur. Pastikan untuk lebih teliti dalam membeli dan menyimpan telur. Untuk mendapatkan telur yang baik, simak beberapa tips berikut ini:

  • Pilih telur yang cangkang atau kulit telurnya bersih, tidak bernoda, tidak retak dan permukaannya halus. Cek juga apakah bentuk telur tersebut normal, dan tidak berbau. Telur yang cangkangnya rusak mengindikasikan bahwa kondisi telur sudah tidak bagus dan kemungkinan terkontaminasi bakteri.
  • Sebelum disimpan, telur sebaiknya dicuci terlebih dahulu dengan air mengalir. Kemudian, simpan di dalam lemari pendingin untuk menjaga kualitas telur sekaligus mencegah kontaminasi bakteri. Selama di simpan di lemari pendingin, telur dapat bertahan hingga 14 hari. Jika ingin disimpan dalam suhu ruang, sebaiknya pisahkan kondisi telur yang baik dengan yang sudah rusak.
  • Perhatikan kondisi telur setelah dibuka. Bila cangkang telur sudah dipecahkan, telur yang rusak kondisinya biasanya memiliki bau yang tidak sedap. Perhatikan kondisi kuning dan putih telur, bila terdapat warna pink, biru, hijau tua, bahkan hitam; ini menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca