home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Telur Ayam atau Telur Puyuh: Mana yang Lebih Bergizi?

Telur Ayam atau Telur Puyuh: Mana yang Lebih Bergizi?

Hampir semua orang suka makan telur, apalagi telur ayam dan telur puyuh. Selain mudah diolah, bahan makanan bulat-lonjong ini mengandung nutrisi yang penting bagi tubuh. Namun, mana yang paling sehat dan bergizi di antara keduanya?

Kandungan gizi telur ayam dan telur puyuh

kandungan gizi telur puyuh

Dilihat dari tampilannya, Anda pasti bisa membedakan kedua jenis telur ini dengan mudah. Ya, telur ayam punya warna cangkang yang kecokelatan, sementara telur puyuh cenderung berwarna putih dengan bercak-bercak hitam di cangkangnya.

Nah, kalau dari segi kandungan gizinya, kira-kira mana yang lebih sehat, ya? Yuk, kita urai satu per satu!

1. Protein

Setiap 50 gram atau sekitar 1 butir telur ayam berukuran besar mengandung 6 gram protein dan 78 kalori. Sedangkan, satu porsi telur puyuh (5 butir) mengandung 6 gram protein dan 71 kalori.

Bila Anda makan 5 butir telur puyuh, artinya Anda mendapatkan asupan protein yang sama dengan ketika Anda makan sebutir telur ayam. Kandungan kalori keduanya pun hanya terpaut 7 kalori saja, sehingga tak jauh berbeda.

Bukan hanya jumlah kalorinya saja yang mirip, kandungan vitamin dan mineral pada dua jenis telur ini pun cenderung sama.

2. Kolesterol

Anda mungkin selama ini menghindari makan telur puyuh karena katanya bisa bikin kolesterol naik. Alhasil, Anda memilih makan telur ayam saja yang memiliki kandungan kolesterol lebih aman. Namun, apa benar begitu?

Faktanya, setiap 5 butir alias seporsi telur puyuh mengandung 5 gram lemak total, yang terdiri dari 1,6 gram lemak jenuh. Sementara itu, sebutir telur ayam ukuran besar (50 gram) mengandung 5 gram lemak total, dengan 1,5 gram lemak jenuh.

Meskipun perbedaannya tampak sedikit, kandungan lemak jenuh dalam telur puyuh tetap saja lebih tinggi. Hati-hati, lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh Anda.

Karena ukurannya kecil, Anda mungkin tidak sadar bahwa Anda sudah makan banyak telur puyuh dalam sehari. Nah, hal inilah yang dapat memicu penyakit kolesterol tinggi jika tidak segera dikendalikan porsinya.

Jadi, lebih sehat telur ayam atau telur puyuh?

Pada dasarnya, kedua telur ini sama-sama bermanfaat untuk kesehatan. Namun kalau dilihat dari kandungan lemaknya, telur ayam cenderung lebih sehat daripada telur puyuh.

Bagi Anda yang punya kolesterol tinggi, sebaiknya batasi makan telur puyuh alias sesekali saja. Apalagi karena ukurannya kecil, Anda mungkin sering tidak sadar saat makan telur puyuh dalam jumlah yang banyak.

Namun, ini bukan berarti Anda boleh bebas makan banyak telur ayam. Perlu diketahu bahwa kandungan lemak jenuh pada telur ayam tak boleh disepelekan sehingga harus dibatasi.

Supaya lebih aman dan sehat, olah telur dengan cara direbus sehingga anda tidak membutuhkan banyak minyak atau margarin.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Egg Nutrition Facts. https://www.verywellfit.com/hard-boiled-egg-calories-and-fat-3495628. Accessed 14/12/2018.

Quail Egg Nutrition. https://www.livestrong.com/article/337189-quail-egg-nutrition/. Accessed 14/12/2018.

Top 10 Health Benefits of Eating Eggs. https://www.healthline.com/nutrition/10-proven-health-benefits-of-eggs. Accessed 14/12/2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 13/04/2021
x