6 Gejala Radang Usus yang Kelihatan Sepele, Tapi Perlu Diwaspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sakit perut ada banyak penyebabnya. Namun jika Anda terlalu sering mengalami masalah ini dan disertai gejala lain, kemungkinan penyebabnya adalah radang usus (colitis). Apa lagi gejalanya yang harus diwaspadai?

Daftar gejala radang usus yang harus diwaspadai

feminax adalah

Colitis itu sendiri sebenarnya merupakan istilah yang memayungi berbagai kondisi berbeda penyebab peradangan di usus. Kolitis ulserativa dan penyakit Crohn adalah dua contoh penyakit yang menyebabkan radang usus. Keduanya termasuk penyakit kronis yang punya gejala yang serupa.

Nah, waspadai gejala radang usus berikut ini:

1. Sakit perut

Sakit perut adalah gejala radang usus yang paling umum. Rasa nyerinya dapat timbul akibat dipicu oleh hal berbeda. Misalnya karena sumbatan, penumpukan gas berlebih, atau infeksi yang membuat usus meradang sehingga perut terasa sakit. Ada pula orang-orang yang melaporkan nyeri berupa kram.

Lokasi sakitnya pun bisa bermacam-macam, tergantung di mana sumber awal peradangannya. Sakit perut akibat kolitis ulserativa cenderung terpusat di kiri bawah perut, sementara sakit akibat penyakit Crohn dapat terasa menyebar di semua area perut. 

2. Diare

Gejala radang usus yang paling sering menyusul sakit perut adalah diare. Diare terjadi ketika radang disebabkan oleh infeksi kuman (bakteri, virus, atau parasit) yang menyerang lapisan usus.

Peradangan akibat infeksi tersebut kemudian mengganggu kerja usus untuk mencerna makanan dan mengolah feses. Peradangan membuat usus jadi lebih sering berkontraksi sementara menarik lebih banyak cadangan air tubuh ke salurannya. Inilah yang mengakibatkan Anda sering merasa mulas, dan ketika BAB feses terlihat cair. 

Seseorang dengan gejala radang usus bisa BAB lebih dari 10 kali dalam sehari. Diare akibat peradangan usus tidak bisa sembuh dengan sendirinya, sehingga Anda memerlukan perawatan dari dokter.

3. Demam

Demam adalah tanda tubuh sedang meradang, seperti karena kolitis.

Kolitis itu sendiri dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya infeksi atau karena gangguan autoimun. Kedua hal ini pada dasarnya memicu sistem imun kita untuk memproduksi zat-zat antibodi untuk melawan benda asing yang masuk ke tubuh.

Nah, demam alias kenaikan suhu tubuh adalah salah satu perwujudan dari proses perlawanan tersebut. Demam muncul karena otak menganggap ada suatu yang salah atau berbahaya dalam tubuh Anda dan harus dimatikan.

Demam yang menjadi gejala radang usus akibat infeksi biasanya berlangsung sekitar satu sampai 3 hari saja. Sementara jika demam berlangsung lebih lama dan sering kambuh, peradangan dalam usus bisa disebabkan oleh IBD (inflammatory bowel disease).

Dalam beberapa kasus, demam akibat radang usus dapat terjadi pada malam hari. Gejala radang usus ini sering menyebabkan tidur jadi tidak nyenyak karena terus berkeringat deras sepanjang malam.

4. BAB berdarah

BAB berdarah adalah gejala radang usus yang sudah parah. Darah yang keluar dari feses menandakan bahwa ada luka di dalam saluran pencernaan yang disebabkan oleh radang.

Darah dalam feses merupakan salah satu tanda umum dari kolitis ulserativa, meski juga bisa disebabkan oleh penyakit Crohn.

Selain itu, pengidap radang usus juga rentan memiliki wasir karena gejala diarenya tidak kunjung sembuh. Saat diare, Anda akan lebih sering mengejan keras-keras, yang memaksa jantung mengalirkan lebih banyak darah menuju anus.

Pembuluh di anus yang “kebanjiran” aliran darah ini dapat mem bengkak dan akhirnya pecah. Alhasil, feses yang keluar lewat anus bisa membawa darah dari kebocoran pembuluh tersebut.

5. Nafsu makan berkurang

Penurunan nafsu makan dapat menjadi gejala radang usus, terutama yang disebabkan oleh penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, karena penyakit ini menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual, sakit atau kram perut, kembung, dan diare.

Gejala tersebut akan membuat perut terasa tidak nyaman, dan Anda pun jadi tidak nafsu makan. Komplikasi dari radang usus seperti sariawan di mulut dan kelelahan kronis juga dapat membuat Anda malas makan.

6. Berat badan turun drastis

Kombinasi dari berbagai gejala di atas, mulai dari kelelahan, diare, demam, malas makan, dan dehidrasi dapat menyebabkan tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. 

Peradangan pun membuat usus tak mampu menyerap nutrisi dengan baik. Padahal, beberapa nutrisi seperti mineral magnesium dan zink berperan mengatur nafsu makan.

Pada akhirnya, semua kombinasi gejala ini dapat memicu penurunan berat badan

Kapan saya harus ke dokter?

dokter kandungan

Bila Anda mengalami ciri-ciri di atas, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya benar radang usus. Dengan konsultasi Anda juga akan tahu seberapa parah kondisi Anda saat ini.

Namun, jangan tunda-tunda lagi ke dokter jika Anda mengalami:

  • Demam tinggi lebih dari 38,3° Celsius yang berlangsung lebih dari 3 hari.
  • Berat badan turun drastis dalam seminggu atau dua minggu
  • Perdarahan parah saat buang air besar. Terlebih jika perdarahan tidak berhenti, dan Anda merasa pusing atau mau pingsan.
  • Gejala-gejala umum yang disertai dengan sensasi ingin pingsan atau jantung berdebat yang tidak kunjung melambat.

Radang usus juga harus segera diperiksakan ke dokter ketika menunjukkan gejala dehidrasi. Dehidrasi umumnya menimbulkan tanda dan gejala seperti:

  • Kram di perut atau kaki
  • Air kencing berwarna gelap
  • Mata kering dan air mata berkurang
  • Jadi jarang kencing
  • Kulit kering
  • Mulut kering atau lengket
  • Kelelahan
  • Kepala pusing
  • Haus

Untuk memastikan gejala radang usus, dokter akan meminta Anda untuk melakukan beberapa tes, seperti:

  • Tes darah, untuk mengetahui apakah Anda mengalami anemia atau kekurangan nutrisi tertentu.
  • Tes laboratorium, untuk mengetahui penyebab radang usus yang dialami.

Bila diperlukan, dokter juga akan melakukan endoskopi untuk melihat kondisi di dalam usus dan mengambil sedikit jaringan untuk diteliti. Prosedur pencitraan seperti X-ray, CT scan, MRI pada usus halus juga bisa dilakukan selanjutnya untuk memastikan diagnosisnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 20, 2018 | Terakhir Diedit: Oktober 3, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca