6 Fakta Mengejutkan Seputar Suhu Tubuh Manusia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Tubuh bisa secara alami mengatur suhu tubuh dan menyesuaikannya dengan kondisi lingkungan. Meningkatnya kondisi suhu tubuh manusia ini bisa jadi tanda ada sesuatu yang terjadi, entah itu berkaitan dengan keparahan penyakit, atau memang tubuh sedang kedinginan atau kepanasan saja. Ada banyak fakta unik tentang suhu tubuh manusia yang mungkin tidak Anda sadari, lho! Apa saja? Yuk lihat di bawah ini.

1. Suhu tubuh selalu beruba-ubah

tangan dingin suhu tubuh rendah

Suhu tubuh normal orang dewasa adalah 36,5 sampai 37,5 derajat celcius. Sedangkan bayi memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Sebab bayi berkeringat lebih sedikit ketika mereka merasa kepanasan. Itu juga yang membuat kenapa bayi lebih sering mengalami demam daripada anak-anak atau orang dewasa.

Temperatur tubuh itu juga bisa berubah-berubah menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya, misalnya saat olahraga meningkat dan menurun ketika di malam hari. Kalau Anda melihat temperatur tubuh Anda dengan termometer pada sore hari, hasilnya bisa lebih tinggi dibandingkan jika Anda mengukurnya di pagi hari.

2. Saat merokok, suhu tubuh naik

shisha atau rokok elektrik vape

Tahukah Anda jika merokok dapat menaikkan temperatur tubuh? Sebenarnya, hal ini disebabkan karena Anda menghirup asap dari rokok. Ja, suhu pada ujung rokok adalah sebesar 95 derajat celcius. Nah, saat asap terhirup ke dalam hidung kemudian masuk ke paru-paru, suhu dalam organ tersebut akan meningkat.

Ketika paru-paru Anda panas, organ ini tidak dapat melakukan salah satu fungsi pentingnya yakni mendinginkan atau mengeluarkan panas dari tubuh. Ini lah yang akhirnya membuat suhu tubuh jadi tinggi. Saat Anda berhenti merokok, maka suhu tubuh akan kembali normal dalam waktu sekitar 20 menit.

Menghirup asap rokok saja sudah bisa membahayakan paru-paru, apalagi jika menjadi perokok aktif setiap hari. Maka itu, hentikan kebiasaan merokok Anda dengan perlahan.

3. Sering bohong? Suhu tubuh juga meningkat saat itu

pembohong patologis dan kompulsif

Kalau di negeri dongeng, orang yang berbohong akan punya hidung yang panjang. Nah, di dunia nyata hidung Anda juga mengalami perubahan saat berbohong. Bukan bentuknya yang semakin panjang, tapi suhu hidung kian meningkat, dilansir dalam laman Web MD.

Para peneliti Spanyol di University of Granada masih menyelidiki fenomena in. Diduga bahwa hal ini terjadi karena respon tubuh saat Anda berbohong. Ketika seseorang berbohong, rasa cemas dan takut ketahuan akan muncul. Saat itu juga, tubuh Anda akan menimbulkan beberapa respon seperti detak jantung semakin kencang dan temperatur tubuh pun meningkat. Akhirnya, area sekitar hidung dan mata akan terasa lebih hangat.

4. Menentukan waktu kematian dari suhu tubuh

proses tubuh sekarat

Ketika seseorang meninggal, suhu tubuh akan perlahan menurun. Nah, temperatur tubuh ini sering digunakan para penyidik jenazah untuk memperkirakan kapan waktu mayat yang ditemukan tersebut mati sebenarnya.

Penyidik bisa mendapatkan gambaran tentang berapa lama jenazah tersebut sudah meninggal dengan meletakkan tangannya di bawah lengan jenazah. Jika tubuhnya hangat, artinya baru meninggal beberapa jam sebelumnya. Namun jika dingin dan lembap, setidaknya sudah meninggal selama 18 hingga 24 jam yang lalu.

5. Suhu tubuh yang dingin bikin tidur lebih nyenyak

penataan kamar

Suhu tubuh juga dapat memengaruhi seberapa baik kualitas tidur seseorang. Semakin dingin, maka tidur Anda bisa lebih nyenyak. Beberapa saat sebelum manusia tertidur, tubuh akan menurunkan suhunya sekitar 1 hingga 2 derajat. Perubahan suhu ini yang membantu tubuh akhirnya jatuh ke dalam siklus tidur.

Maka itu, mandi air hangat atau mandi saat sebelum tidur adalah obat insomnia yang sering direkomendasikan. Pasalnya, setelah mandi air hangat tubuh akan mengalami penurunan suhu yang cukup banyak, sehingga merangsang rasa kantuk.

6. Demam tidak selalu buruk

kena demam berdarah dan tipes sekaligus

Penelitian dalam Jurnal Leukocyte Biology menemukan bahwa meningkatnya suhu tubuh dapat membantu sistem imunitas bekerja lebih baik. Biasanya, hal ini terjadi ketika seseorang mengalami demam. Memang, demam membuat diri tak nyaman, tapi hal ini adalah salah satu respon kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.

Jadi, saat terserang bakteri, virus, atau kuman penyakit lainnya, sistem imun akan melakukan perlawanan. Salah satu responnya adalah meningkatkan temperatur tubuh dan akhirnya Anda pun mengalami demam.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca