Penyakit kardiovaskular, alias penyakit pada jantung dan pembuluh darah, merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pertama di dunia. Tekanan darah yang tinggi dapat meningkatkan faktor risiko untuk terjadinya penyakit kardiovaskular.

Di era yang semakin maju ini, banyak orang cenderung kurang melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, sehingga semakin meningkatkan risiko terjadinya penyakit tersebut. Diperlukan adanya modifikasi gaya hidup untuk menurunkan risiko tersebut, selain dengan berolahraga tentunya harus diimbangi dengan makanan yang tepat.

Namun tahukah Anda bahwa banyak hipotesis mengatakan bahwa mengonsumsi coklat hitam alias dark chocolate dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular?

Apa bedanya coklat hitam (dark chocolate) dengan cokelat biasa?

Dark chocolate atau coklat hitam merupakan suatu tanaman bernama Theobrama cacao yang kaya akan flavonoid. Dark chocolate memiliki fungsi sebagai pelindung jantung termasuk sebagai antioksidan dan penghambat aktivitas platelet (trombosit).

Selain itu, mengonsumsi coklat hitam diketahui memiliki keuntungan dalam  menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tapi ini bukan berarti kita dapat mengonsumsi coklat hitam secara berlebihan, karena konsumsi cokelat yang berlebihan juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan kita.

U.S. Food and Drug Administration telah membagi cokelat menjadi beberapa kategori berdasarkan kandungan cacao di dalamnya, di antaranya adalah :

  • Unsweetened chocolate: mengandung 100% cacao
  • Bittersweet chocolate: mengandung 35 – 99% cacao. Cokelat jenis ini terdiri dari 35% unsweetened chocolate dan kurang dari 12% susu. Cokelat ini juga biasa disebut semisweet, extra dark, atau extra bittersweet chocolate.
  • Sweet chocolate: mengandung 15 – 34% cacao, terdiri dari 15% unsweetened chocolate dan 12% susu. Cokelat ini yang terkadang disebut dark chocolate meskipun memiliki persentase cocoa yang lebih rendah dibandingkan dengan bittersweet.
  • Milk chocolate: mengandung kurang dari 10% unsweetened chocolate, 12% susu, 3,39% lemak susu.

Berapa banyak coklat hitam yang baik untuk dikonsumsi?

Banyaknya coklat hitam yang seharusnya dikonsumsi per hari masih banyak diperdebatkan. Banyak studi berpendapat bahwa mengonsumsi 500 – 750 mg per hari baik untuk kesehatan.

Semakin tinggi kandungan cacao dalam cokelat, semakin tinggi pula kandungan flavonoidnya. Seratus gram coklat hitam mengandung 46 sampai 61 mg catechin yang merupakan salah satu tipe flavonoid , sedangkan milk chocolate hanya mengandung 15 sampai 16 mg.

Bagaimana coklat hitam bisa menurunkan darah tinggi?

Biji coklat mengandung berbagai komponen, salah satu di antaranya adalah flavanol (epicatechin dan catechin). Efek antioksidan yang dimiliki flavonoid memiliki kemampuan besar untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Vinson et al menunjukkan bahwa cokelat memiliki kuantitas dan kualitas yang tinggi akan flavonoid antioksidan dibandingkan dengan buah, sayur, anggur merah, teh hitam. Studi klinis menemukan bahwa konsumsi coklat hitam dapat meningkatkan kadar HDL atau lemak baik dalam darah.

Orang yang memiliki kolesterol tinggi memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Flavanol dapat menurunkan penyerapan kolesterol. Selain itu, flavanol juga mampu meningkatkan kadar kolesterol baik.

Banyak penelitian mengemukakan bahwa flavanol memiliki efek signifikan dalam perlindungan pembuluh darah, karena efek antioksidan dan nitrit oksida yang dimilikinya. Nitrit oksida merupakan senyawa kimia yang ada dalam tubuh manusia, yang membantu pembuluh darah untuk melebar sehingga membantu menurunkan tekanan darah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca