8 Fakta Sedot Lemak yang Harus Anda Tahu

Oleh

Sedot lemak adalah bentuk operasi bedah kosmetik digunakan untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan. Operasi ini biasanya dilakukan pada daerah yang masih berlemak ketika telah melakukan diet dan olahraga namun tidak ampuh juga membakar lemak tersebut. Pada wanita, daerah yang sering jadi target sedot lemak biasanya adalah di area paha, perut, dan pinggul. Yuk, simak fakta yang harus Anda tahu sebelum dan sesudah melakukan sedot lemak.

1. Sedot lemak bukan untuk orang gendut obesitas

Sedot lemak atau liposuction adalah prosedur medis untuk menghilangkan lemak, tapi ini bukan bentuk pengobatan atau cara menurunkan berat badan bagi orang yang mengidap obesitas. Jika Anda ingin sedot lemak, baiknya Anda harus berada pada ukuran 30% lebih berat dari berat badan ideal tubuh Anda.

Operasi ini bertujuan menghilangkan timbunan lemak yang tidak bisa dibasmi dengan diet dan olahraga. Jenis lemak membandel tersebut, mungkin disebabkan oleh kotoran yang terbawa dari gaya hidup (makanan yang paling utama). Ketika Anda memutuskan untuk menghilangkan lemak dengan cara disedot, Anda harus dalam kondisi sehat dan bukan perokok.

2. Operasi sedot lemak dilakukan dokter kulit dan bedah plastik

Operasi sedot lemak paling sering dilakukan oleh ahli bedah plastik dan dan dokter kulit. Seorang dokter bedah plastik berperan pada bedah estetika dan rekonstruksi tubuh yang akan disedot lemaknya. Lalu, seorang dokter kulit berperan kepada pemulihan pada bentuk dan hasil kulit setelah operasi.

3. Cara kerja operasi sedot lemak

Saat melakukan operasi, dokter akan membuat sayatan kecil di kulit dan menyuntikkan anestesi berbasis mineral. Teknik operasi ini disebut teknik “tumescent” yang bekerja dengan mencegah kehilangan darah yang berlebihan tetapi menimbulkan bengkak dan memar pada area yang disedot lemaknya.

Setelah itu, dokter akan memasukkan tabung kosong yang disebut cannula ke sayatan kecil tadi, berguna menghancurkan timbunan lemak yang mengeras dan mengisap lemak pada bagian tubuh tertentu. Lemak yang disedot akan ditampung dalam wadah tabung dengan hasil berwarna kuning kecoklatan.

4. Teknologi laser dan ultrasonik sebagai cara terbaru

Teknik  terbaru untuk sedot lemak saat ini umumnya menggunakan tenik laser dan sinar ultrasonik. Kedua teknik ini dapat mencairkan lemak dan membuatnya lebih mudah untuk diserap atau dihilangkan. Teknik ini  juga dapat mengurangi memar dan bengkak dan mempercepat pemulihan pasca operasi penghilangan lemak.

5. Perlu beberapa bulan untuk melihat hasilnya

Sebelum dan sesudah operasi sedot lemak, Anda tidak langsung menghasilkan perubahaan yang fantastis. Anda perlu memakai perban elastis atau pakaian khusus yang melapisi ketat seluruh badan setelah operasi untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Anda perlu diet ketat untuk melihat hasil akhir yang maksimal selama beberapa bulan. Jika berat badan Anda bertambah setelah operasi, lemak berpotensi besar dapat muncul di tempat-tempat baru dan tak terduga.

6. Risiko sedot lemak

Sedot lemak intinya masih tetap dilakukan dengan prosedur operasi, yang pasti akan menimbulkan dampak jangka pendek maupun panjang pada kesehatan tubuh Anda. Tanyakan kepada dokter Anda untuk menjelaskan semua potensi risiko dan komplikasi yang dapat terjadi.

Risiko terbesar yang bisa terjadi adalah pembekuan darah atau gumpalan lemak yang bergerak melalui aliran darah menuju paru-paru atau otak. Risiko yang lebih umum biasanya, adanya pendarahan, infeksi, memar, perubahan warna kulit, dan mati rasa pada bagian yang disedot lemaknya.

7. Biaya sedot lemak

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan sedot lemak, baiknya cari tahu berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan. Umumnya di Jakarta, prosedur sedot lemak berkisar dengan harga 80 juta rupiah lebih, namun masih jarang asuransi kesehatan yang meng-cover risiko dari prosedur sedot lemak. Kebanyakan ahli bedah plastik akan mengatur dan mengalokasikan pembayaran operasi tersebut, tetapi Anda masih akan membayar untuk anestesi, rawat inap, obat-obatan, dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

8. Lemak yang disedot bisa menjadi alat untuk ketahanan tubuh ke depannya

Ternyata sel-sel lemak  yang dibuang dapat menjadi berharga di masa depan. Itu karena sel-sel lemak yang diperoleh dari sedot lemak merupakan sumber yang sangat baik dari sel induk lemak yang diserap (lemak baik), jenis sel induk lemak tersebut berfungsi untuk menghasilkan tulang, tulang rawan, otot, dan jaringan lain pada tubuh. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa sel-sel induk dari lemak dapat membantu orang dengan penyakit jantung, diabetes, dan penyakit saraf.

Baca Juga:

Sumber