Ada Luka di Tubuh Anda? Waspada Bakteri Pemakan Daging!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/01/2018 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Bakteri pemakan daging dapat menyebabkan infeksi parah hingga menyebabkan amputasi atau kematian. Walaupun kasus ini jarang terjadi, tetapi penting bagi Anda untuk mengetahui seluk beluk bakteri ini agar dapat menghindari infeksi yang disebabkan karenanya.

Apa itu bakteri pemakan daging?

Bakteri pemakan daging ialah sebutan untuk beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit necrotizing fasciitis. Necrotizing fasciitis ialah infeksi bakteri parah yang dapat menyebar dengan cepat dan menghancurkan otot, kulit, serta jaringan di bawahnya. Istilah necrotizing sendiri mengacu pada sesuatu yang menyebabkan matinya jaringan tubuh.

Jenis bakteri yang paling umum menyebabkan infeksi ini ialah Streptococcus kelompok A. kelompok bakteri ini dapat mengakibatkan infeksi kulit serta penyakit yang langka dan parah termasuk sindrom toxic shock. Namun, masih ada bakteri lain yang bisa menyebabkannya necrotizing fasciitis, yaitu:

  • Aeromonas hydrophila
  • Clostridium
  • Escherichia coli (E. coli)
  • Klebsiella
  • Staphylococcus aureus

Bagaimana cara bakteri ini menyerang tubuh?

Bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh setelah Anda mengalami suatu operasi atau cedera. Selain itu, mereka juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui:

  • Luka pada kulit
  • Gigitan serangga
  • Lecet
  • Luka bedah

Bahkan dalam beberapa kasus, tidak diketahui bagaimana awal infeksi tersebut menyerang tubuh. Tiba-tiba saja infeksi dengan cepat menyebar dan menghancurkan otot, kulit, serta jaringan lemak.

Apa gejala infeksi bakteri pemakan daging?

Ketika Anda terinfeksi bakteri pemakan daging, yang merupakan awal dari penyakit necrotizing fasciitis, Anda biasanya mengalami beberapa gejala awal yang akan terjadi pada 24 jam pertama setelah terinfeksi, yaitu:

  • Rasa sakit yang tak tertahankan pada luka kecil, lecet, atau daerah kulit yang terbuka lainnya.
  • Kemerahan dan rasa hangat di sekitar luka, meskipun gejala ini bisa dimulai di area tubuh lainnya.
  • Terdapat lepuhan atau bintik hitam di sekitar kulit yang terinfeksi.
  • Demam.
  • Badan terasa panas dingin.
  • Merasakan kelelahan.
  • Muntah.
  • Pusing.
  • Rasa haus yang berlebih karena dehidrasi.

Gejala lain yang biasanya terjadi di sekitar lokasi infeksi tiga hingga empat hari setelah infeksi, yaitu:

  • Adanya pembengkakan disertai dengan ruam keunguan.
  • Adanya tanda berwarna violet pada kulit yang berubah menjadi seperti lecet berisi cairan berbau busuk.
  • Adanya perubahan warna, pengelupasan, dan serpihan saat terjadi kematian jaringan di daerah tersebut.

Adapun gejala kritis yang sering terjadi dalam empat sampai lima hari setelah infeksi, meliputi:

  • Penurunan tekanan darah yang cukup parah.
  • Kehilangan kesadaran.

Jika Anda mengalami gejala-gejala awal seperti yang telah disebutkan di atas setelah mengalami luka, segera temui dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

makanan untuk menyembuhkan luka

Siapa saja yang berisiko terinfeksi penyakit ini?

Kebayakan orang berisiko besar mengalami infeksi bakteri ini jika memiliki masalah kesehatan serius yang dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi seperti orang dengan diabetes, kanker, ginjal, dan kondisi kesehatan kronis lainnya yang dapat melemahkan sistem imunitas tubuh. Selain itu, ada beberapa jenis orang yang berisiko lainnya yaitu:

  • Orang yang mengonsumsi alkohol dan narkoba kelas berat.
  • Orangtua
  • Orang yang kekurangan gizi
  • Orang dengan obesitas
  • Orang yang baru menjalani operasi
  • Pasien dengan penyakit vaskular perifer

Bagaimana dokter mendiagnosis infeksi bakteri pemakan daging?

Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis kondisi ini. Cara paling umum yang biasanya dilakukan ialah dengan melakukan biopsi. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel kecil dari jaringan kulit yang terkena infeksi untuk diperiksa.

Kemudian, tes darah juga bisa dilakukan untuk menunjukkan apakah otot Anda telah mengalami kerusakan atau tidak. CT Scan dan MRI juga mungkin dilakukan untuk memperkuat diagnosis yang telah dilakukan.

Pengobatan infeksi bakteri pemakan daging

Pasien yang terinfeksi bakteri pemakan daging akan menjalani beberapa jenis pengobatan. Tahapannya tergantung pada tingkat infeksi saat pengobatan di mulai. Jenis pengobatan yang dilakukan meliputi:

  • Infus antibiotik.
  • Pembedahan untuk menghilangkan jaringan yang rusak atau mati agar terhindar dari penyebaran infeksi.
  • Memberikan obat untuk menaikkan tekanan darah.
  • Melakukan tranfusi darah.
  • Mengamputasi bagian tubuh yang terkena infeksi jika diperlukan.
  • Memberikan terapi oksigen hiperbarik untuk menjaga jaringan yang sehat.
  • Memantau jantung serta alat bantu pernapasan.
  • Infus imunoglobulin untuk mendukung kemampuan tubuh melawan infeksi.

Bagaimana cara mencegah bakteri pemakan daging?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cara terbaik untuk mencegah infeksi bakteri pemakan daging ialah dengan memastikan bahwa Anda merawat luka dengan benar. Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri pemakan daging, yaitu:

  • Jangan menunda untuk memberikan pertolongan pertama pada luka bahkan jika itu luka ringan sekalipun seperti lecet dan tergores.
  • Untuk luka kecil, bersihkan luka dan tutup dengan perban kering dan bersih sampai sembuh.
  • Jika Anda memiliki luka yang cukup besar dan dalam, pergilah ke dokter untuk meminta perawatan medis. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk mencegah penyebaran bakteri melalui lapisan kulit.
  • Hindari bermain-main dan menghabiskan waktu di kolam renang, bak air panas, dan sumber air lainnya seperti danau, sungai jika Anda memiliki luka terbuka atau infeksi kulit.
  • Cucilah tangan sehabis beraktivitas dengan sabun dan air atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 mins read

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 mins read

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read