backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

9

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Koreng Bernanah, Ketika Luka Terinfeksi oleh Kuman

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 28/10/2022

Koreng Bernanah, Ketika Luka Terinfeksi oleh Kuman

Saat kulit terluka, ada jaringan yang terbuka. Saat proses penyembuhan, luka ini pun akan tertutup, tetapi Anda mungkin menemukan koreng bernanah. Apakah ini berbahaya?

Apa itu koreng bernanah?

Koreng bernanah adalah adanya kerak dengan kumpulan cairan putih kekuningan yang timbul pada luka. 

Koreng pada dasarnya tidak menimbulkan nanah, tetapi bisa muncul akibat infeksi bakteri.

Perlu Anda ketahui, munculnya koreng pada masa penyembuhan luka adalah sesuatu yang wajar. 

Koreng membantu melindungi luka dari kuman dan menjaga proses pembentukan sel kulit baru.

Berikut tanda-tanda koreng yang bernanah. 

  • Kulit di sekitar luka terasa hangat.
  • Kulit kemerahan dan bengkak.
  • Timbul nanah yang menggumpal atau mengalir dari luka.
  • Sensas gatal.
  • Bau menyengat pada luka.
  • Demam.

Penyebab koreng bernanah

gejala koreng bernanah

Penyebab koreng bernanah adalah infeksi bakteri, terutama bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes

Awalnya, koreng terbentuk dari trombosit yang saling menempel dan menggumpal di atas luka.

Gumpalan trombosit ini menyerupai benang atau fibrin yang dapat menutup luka dengan baik.

Nah, koreng muncul ketika gumpalan trombosit mulai mengering dan keras.

Ketika koreng terinfeksi oleh bakteri, sistem kekebalan tubuh akan mengeluarkan sel darah putih ke bagian luka. 

Jaringan di sekitar luka pun mati dan membentuk lubang. Nah, lubang ini akan berisi oleh nanah yang merupakan jaringan mati, sel darah putih, dan bakteri.

Faktor risiko

Ada berbagai jenis luka yang bisa sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang membuatnya lebih mudah bernanah. 

Luka akibat gesekan antara kulit dan benda keras dan luka setelah tindakan pembedahan rentan bernanah.

Kondisi medis tertentu juga bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami masalah kulit yang satu ini, yaitu:

  • sistem imun lemah, seperti HIV atau menjalani kemoterapi,
  • diabetes, dan
  • peradangan seperti hidradenitis suppurativa.

Perawatan koreng bernanah di rumah

Berikut cara merawat koreng bernanah di rumah berdasarkan rekomendasi American Academy of Dermatology Association.

1. Pastikan koreng tetap bersih

Selalu bersihkan koreng bernanah dengan air dan sabun lembut. Cara ini berguna untuk menghilangkan kotoran dan mencegah kuman menginfeksi luka.

2. Jaga kelembapan kulit

Untuk mempercepat penyembuhan luka, oleskan petroleum jelly agar kulit lembap. Petroleum jelly mencegah pembentukan koreng agar tidak melebar. 

Selain itu, kulit yang lembap mengurangi rasa gatal dan mencegah bekas luka menonjol atau lebih lebar.

3. Kenakan perban

Anda bisa memasangkan perban pada koreng bernanah setelah membersihkan dan mengoleskannya dengan petroleum jelly

Bila koreng cukup lebar, Anda bisa memilih lembar hidrogel atau gel silikon.

Penutup luka ini membantu mengendalikan perdarahan dan melindungi luka dari infeksi.

4. Ganti perban setiap hari

Mengganti perban penting agar luka tetap bersih hingga sembuh. 

Menempelkan perban terlalu lama bisa memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.

Bila Anda memakai lembar hidrogel atau gel silikon, ikuti petunjuk pemakaian pada kemasan.

5. Ikuti arahan dokter

Ini berlaku bila luka koreng bernanah dijahit. Tanyakan dokter cara merawat luka di rumah dan kapan jahitan harus dilepas. 

Hal ini membantu mengurangi risiko terbentuknya bekas luka atau jaringan parut.

6. Hindari mengelupas koreng

Mungkin koreng bisa memicu rasa gatal dan Anda tak sabar ingin mengelupasnya. 

Meski begitu, hindari mengelupas koreng dan biarkan saja sembari Anda membersihkan atau mengoleskan obat antibiotik. 

Mengelupas keropeng dengan nanah justru membuat luka semakin lama sembuh dan jaringan kulit akan rusak lagi.

7. Oleskan tabir surya

Bila koreng bernanah sudah kering dan sembuh, jaringan kulit baru akan terbentuk.

Untuk itu, selalu lindungi kulit tersebut dengan tabir surya pada siang hari. 

Dengan begitu, warna kulit tetap merata dan mencegahnya timbul menjadi kehitaman.

Obat koreng bernanah

pengobatan koreng bernanah

Berikut beberapa jenis obat koreng bernanah yang mungkin akan diberikan dokter.

1. Cairan saline

Cairan saline adalah cairan infus yang berisi natrium klorida dan benzethonium chloride.

Ini digunakan untuk membersihkan luka dan mencegah masuknya bakteri pada luka.

Cara pakainya, bersihkan kulit terlebih dahulu, lalu aliri keropeng dengan cairan ini sebanyak 1 – 3 kali sehari. Tunggu kering, lalu balut dengan perban.

2. Povidone-iodine

Ini merupakan obat yang bisa Anda beli secara bebas, bahkan sebaiknya disimpan dalam kotak P3K di rumah. 

Obat ini bekerja dengan cara membunuh sel-sel bakteri penyebab infeksi. Cara pakainya mirip dengan cairan saline, yakni bersihkan luka koreng bernanah. 

Lalu, teteskan povidone-iodine pada area koreng sebanyak 1 – 3 kali sehari. Setelah kering, tutup dengan perban.

3. Antibiotik

Obat ini akan diberikan dengan resep dokter. Pertama-tama, dokter akan memberikan obat antibiotik oles.

Berikut beberapa jenis obat oles antibiotik yang bisa diberikan dokter.

  • Polymyxin B sulfate-bacitracin,
  • Bacitracin
  • Mupirocin
  • Silver sulfadiazine,
  • Fusidic acid/fusidate sodium,
  • Fusidic acid 2% dengan hydrocortisone,
  • Metronidazole,
  • Nadifloxacin,
  • Gramicidin,
  • Silver sulfadiazine,
  • Neomycin, dan
  • Gentamicin.

Bila tidak kunjung mengalami perbaikan, dokter mungkin akan memberikan obat antibiotik minum.

Rangkuman

Koreng bernanah muncul akibat infeksi bakteri pada luka. Kondisi ini kerap dijumpai pada luka akibat gesekan atau pascaoperasi. 
Pastikan Anda selalu membersihkan luka, menjaga kelembapan kulit, dan jangan mengelupas koreng yang terbentuk. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 28/10/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan