5 Kemungkinan Penyebab Feses Berbau Busuk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 September 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Feses biasanya memang memiliki bau yang tidak sedap. Bau tidak sedap pada feses ini dikarenakan oleh makanan yang dimakan dan bakteri yang ada di usus. Namun, feses berbau busuk juga bisa ditandai dengan masalah kesehatan yang serius. Apa saja penyebab feses bisa berbau sangat tidak sedap? Simak jawabannya di sini.

Apa yang menyebabkan feses berbau busuk?

Perubahan pola makan adalah penyebab umum feses yang berbau busuk. Beberapa penyebab lainnya antara lain:

1. Malabsorpsi

Malabsorpsi juga merupakan penyebab umum feses berbau busuk. Malabsorpsi terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat menyerap jumlah nutrisi yang tepat dari makanan yang Anda makan. Ini biasanya terjadi ketika ada infeksi atau penyakit yang mencegah usus Anda menyerap nutrisi dari makanan.

Penyebab umum malabsorpsi meliputi:

  • Penyakit Celiac, yang merupakan reaksi terhadap gluten yang merusak lapisan usus kecil dan mencegah penyerapan nutrisi.
  • Penyakit radang usus (inflammatory bowel disease atau IBD), seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa.
  • Intoleransi karbohidrat, yang merupakan ketidakmampuan untuk memproses gula dan pati sepenuhnya.
  • Intoleransi laktosa (protein susu).
  • Alergi makanan.

Jika Anda memiliki IBD, makan makanan tertentu akan menyebabkan usus Anda meradang. Orang-orang dengan IBD sering mengeluh diare atau sembelit yang berbau busuk. Orang-orang dengan IBD juga mengeluh perutnya kembung setelah makan makanan tertentu.

2. Kebanyakan makanan yang tinggi gasnya

Ketika Anda mengonsumsi banyak makanan yang mengandung sulfur seperti daging, susu, bawang putih dan sayuran seperti brokoli, dan kobis, usus Anda akan bekerja lebih keras untuk mencerna makanan-makanan tersebut. Selain itu, makanan tersebut juga menghasilkan lebih banyak gas yang dapat menyebabkan feses Anda berbau busuk.

3. Infeksi

Infeksi yang memengaruhi usus juga dapat menyebabkan feses berbau busuk. Gastroenteritis dan radang lambung dan usus bisa terjadi setelah makan makanan yang terkontaminasi dengan bakteri seperti Eschericia coli atau Salmonella, virus, dan parasit.

Setelah Anda terinfeksi, Anda mungkin akan merasakan gejala seperti kram perut dan feses berbau busuk.

4. Obat-obatan dan suplemen

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan diare. Mengonsumsi multivitamin yang dijual bebas juga dapat menyebabkan feses berbau busuk jika Anda alergi terhadap bahan suplemen. Mengonsumsi antibiotik juga mungkin membuat feses berbau busuk, sampai nanti bakteri normal usus Anda pulih.

Feses yang berbau busuk dapat menjadi efek samping dari mengonsumsi obat-obatan lebih dari dosis yang dianjurkan. Diare yang terkait dengan multivitamin atau overdosis obat adalah tanda darurat medis.

5. Kondisi lain

Kondisi lain yang dapat menyebabkan feses berbau busuk termasuk pankreatitis kronis, fibrosis kistik, dan sindrom usus pendek. Untuk memastikan apa penyebab feses berbau busuk, solusinya adalah periksa langsung ke dokter.

Gejala feses berbau busuk

Gejala lain yang mungkin terjadi saat feses berbau busuk antara lain:

  • feses berair, lunak atau diare
  • sering buang air besar
  • sakit perut
  • mual
  • muntah
  • perut kembung

Feses yang berbau busuk mungkin merupakan tanda kondisi medis yang serius. Segera periksa ke dokter jika Anda mengalami salah satu gejala berikut:

  • ada darah pada feses
  • feses berwarna hitam
  • feses pucat
  • demam
  • sakit perut
  • menurunnya berat badan
  • meriang atau panas dingin

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lebih Baik BAB Pagi-Pagi Daripada di Waktu Lainnya?

Ada yang rutin BAB tiga kali sehari, ada juga yang terbiasa BAB seminggu 3 kali saja. Ternyata ada waktu buang air besar terbaik menurut para ahli. Kapan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Hal Penting yang Menentukan Warna Feses Anda

Ada kalanya warna feses berubah-ubah. Terkadang kuning, cokelat, bahkan merah. Tak perlu panik, berikut hal-hal yang biasanya menentukan warna feses.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Feses Saya Lengket Berminyak, Kenapa Bisa Begitu?

Feses adalah cerminan dari apa yang Anda makan. Lantas, apa artinya jika feses lengket dan bentuknya tidak beraturan? Haruskah cek ke dokter?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 5 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Kenapa, Ya, Warna Feses Berubah Jadi Oranye?

Feses Anda tiba-tiba berubah warna menjadi oranye, dan mungkin ini membuat Anda bingung. Namun, sebenarnya apakah warna feses yang berubah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya makan kotoran manusia

Bahaya Makan Kotoran Manusia Terhadap Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
aspirasi mekonium

Aspirasi Mekonium, Ketika Bayi Keracunan Air Ketuban yang Terkontaminasi Feses

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Agustus 2019 . Waktu baca 11 menit
feses anak abu-abu

Normalkah Jika Feses Anak Berwarna Pucat Keabu-abuan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

Sebaiknya Kapan Anak Perlu Melakukan Pemeriksaan Feses?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit