Ini Efeknya Pada Kesehatan Kalau Anda Tidak Mandi Berhari-hari

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Di hari libur atau ketika cuaca terasa dingin, Anda mungkin jadi merasa malas mandi. Kadang, orang yang sedang sakit juga terpaksa tidak mandi berhari-hari. Banyak yang bilang tidak mandi itu jorok dan berbahaya bagi kesehatan. Namun, seberapa besar pengaruh mandi terhadap kesehatan manusia? Memangnya apa yang akan terjadi kalau seseorang tidak mandi berhari-hari? Para ahli pun akhirnya buka suara soal pengaruh tidak mandi terhadap kesehatan seseorang. Ini dia penjelasan lengkapnya.

Apa sih, gunanya mandi?

Sejak kecil, Anda pasti sudah diwanti-wanti oleh orangtua agar mandi dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Dalam masyarakat, mandi memang dianggap sebagai keharusan. Banyak orang percaya bahwa mandi bisa membersihkan tubuh dari kuman, bakteri, debu, keringat, dan minyak yang menempel di kulit seharian.

Selain membersihkan diri, mandi ternyata punya banyak manfaat terselubung. Sejumlah penelitian membuktikan mandi bisa membantu membuat Anda lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan menjaga agar pikiran tetap segar di pagi hari.

Yang terjadi kalau tidak mandi berhari-hari

Jika Anda nekat mencoba tidak mandi berhari-hari, inilah yang mungkin terjadi pada tubuh Anda.

1. Penumpukan bakteri dan jamur

Pada kulit manusia, terdapat sekitar 1.000 jenis bakteri dan 80 jenis jamur. Hal ini alami dan tak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, jika Anda tidak mandi berhari-hari, jumlah bakteri dan jamur di kulit bisa melonjak naik dan semakin menyebar ke seluruh bagian tubuh Anda. Pasalnya, air dan sabun mandi bisa membantu mengendalikan bakteri jahat di kulit. Tanpa air dan sabun mandi, bakteri jahat yang menyebar bisa masuk ke tubuh lewat hidung, mulut, atau mata. Hal ini berisiko menyebabkan berbagai jenis penyakit dan infeksi.

2. Bau badan

Jangan meremehkan peringatan orangtua bahwa tidak mandi bisa membuat tubuh beraroma tidak sedap. Pasalnya, bakteri yang menumpuk terlalu banyak di kulit akan memproduksi semacam gas ketika bakteri-bakteri tersebut memakan protein dan asam lemak dari tubuh Anda. Gas tersebut yang menyebabkan bau badan.

Selain karena bakteri, keringat yang menempel pada permukaan kulit selama berhari-hari juga bisa membuat tubuh Anda berbau tak sedap. Dengan mandi, Anda akan membersihkan segala bakteri dan keringat penyebab bau badan yang terjebak di kulit.

3. Iritasi dan masalah kulit

Meskipun tidak begitu tampak, lubang pori-pori di permukaan kulit Anda adalah sarang yang nyaman bagi kuman, bakteri jahat, debu, minyak, dan kotoran. Menurut dr. Holly L. Phillips, seorang dokter penyakit dalam dari New York, pori-pori yang tersumbat bisa menyebabkan berbagai masalah kulit. Anda jadi rentan mengalami iritasi, eksim, serta infeksi bakteri dan jamur.

Harus seberapa sering mandi yang baik bagi kesehatan?

Tidak mandi berhari-hari memang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Akan tetapi, para ahli juga meningatkan bahwa terlalu sering mandi bisa menyebabkan kulit kering dan jumlah bakteri yang tidak seimbang pada permukaan kulit. Menurut ahli dermatologi dari George Washington University di Amerika Serikat, dr. C. Brandon Mitchell, Anda bisa mandi satu kali sehari. Namun, usahakan agar jarak mandi Anda tidak terlalu dekat.

Para ahli juga mengingatkan bahwa berapa kali Anda mandi sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas dan kebersihan pribadi Anda. Jika Anda banyak beraktivitas di luar ruangan, berkeringat, dan terpapar kuman, Anda boleh mandi dua kali sehari.

Saat mandi, pastikan Anda membersihkan seluruh bagian tubuh Anda, terutama pada lipatan-lipatan kulit seperti siku atau ketiak. Mandi sekali sehari tapi bersih justru lebih baik daripada sering mandi tapi tidak menyeluruh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Banyak hal yang menyebabkan kulit bayi sensitif. Ketahui bagaimana cara penanganan agar kulit bayi Anda terjaga. Seperti apa tips perawatan yang tepat?

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit