5 Bahaya Kerja Lembur Bagi Kesehatan Anda

Oleh

Tanggal update September 6, 2017
Bagikan sekarang

Bekerja berlebihan, baik karena lembur atau berniat menyicil kerjaan untuk esok harinya, bisa berbahaya bagi kesehatan dan kebahagian Anda. Kesimpulan bahwa bekerja berlebihan berbahaya tersebut adalah berdasarkan studi yang dibuat Malissa Clark, Ph.D. dan timnya dari University of Georgia, Amerika Serikat pada 2014.

Dilansir Mens Health, ada beberapa masalah kesehatan yang muncul akibat terlalu banyak bekerja, seperti stres, lesu, depresi, lemahnya kesehatan secara fisik, dan konflik dalam dunia kerja.

Dua risiko serius untuk orang yang terlalu banyak bekerja

Ahli jantung dan Direktur Medis Pelayanan Ritme Jantung dari Salt Lake City, Utah, Dr. John Day, mengatakan dalam website pribadinya, ada dua risiko yang akan dirasakan orang yang bekerja berlebihan, yaitu risiko serangan jantung dan stroke. Dr. John memaparkan dua risiko tersebut berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan The Lancet pertengahan 2015 lalu.

Serangan jantung

Sebuah studi pernah dilakukan, melibatkan 603.838 orang dari Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Mereka dipelajari selama kurang lebih 8,5 tahun dan para peneliti menemukan risiko serangan jantung meningkat 13% pada orang-orang yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu.

Akan tetapi angka yang keluar dari penelitian yang dipublikasikan The Lancet tersebut jumlahnya lebih kecil dari penelitian sebelumnya yang dipublikasikan American Journal of Epidemiology pada 2012, di mana risiko serangan jantung bisa sampai 80% pada orang yang bekerja 40 jam seminggu.

Stroke

Dalam studi yang sama dari The Lancet, Dr. John memaparkan bahwa risiko stroke jauh lebih tinggi pada orang yang terlalu banyak bekerja. Studi ini menunjukkan risiko seseorang terkena stroke meningkat 33% pada orang-orang yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu. Bahkan risiko terkena stroke juga meningkat pada orang-orang yang bekerja sekitar 40 jam seminggu.

5 alasan kenapa kerja lembur itu berbahaya

Dr. John mengatakan, sebelum pada akhirnya seseorang yang terlalu banyak bekerja mengalami serangan jantung dan stroke, ada beberapa alasan yang memicu kedua risiko tersebut.

1. Tingkat stres meningkat karena jam kerja yang lama

“Saya telah mempelajari bahwa ketika saya bekerja terlalu lama di rumah sakit, saya merasa lebih stress. Studi menunjukkan bahwa stres ini sendiri bisa meningkatkan risiko kita terkena serangan jantung atau stroke sampai 40%,” ujar Dr. John dalam tulisan di websitenya.

2. Bekerja berlebihan meningkatkan tekanan darah

Baik karena berhubungan dengan pekerjaan atau karena fakta bahwa kita tidak memiliki waktu untuk menjalani gaya hidup sehat, bekerja berlebihan meningkatkan tekanan darah kita. Sayangnya, risikonya dua kali lebih tinggi ketika Anda kerja terlalu banyak atau terlalu lama.

3. Terlalu banyak bekerja menyebabkan makan terlalu banyak dan kurang olahraga

Wajar bila kita bekerja terlalu lama di kantor kita akan makan lebih banyak, khususnya ketika teman kantor ada yang membawa makanan atau camilan. Waktu untuk berolahraga juga sedikit. Selain itu, dalam sebuah penelitian medis, orang yang bekerja terlalu lama, pola makannya biasanya cenderung kurang sehat.

4. Risiko diabetes mengancam workaholic

Karena pilihan makanan yang tidak sehat saat bekerja, seseorang yang sering bekerja berlebihan alias workaholic lebih berisiko terkena diabetes. Diabetes adalah salah satu faktor risiko yang paling kuat tidak hanya untuk serangan jantung dan stroke, tapi juga dementia atau pikun.

5. Jam kerja yang lama menyebabkan depresi

Meskipun ada orang yang berkembang dan menikmati jam kerja yang lama, banyak orang yang merasa tidak senang ketika pekerjaan mendominasi hidup mereka. Jam kerja yang lama atau panjang bisa meningkatkan peluang seseorang menderita depresi. Depresi sendiri merupakan salah satu faktor risiko kuat untuk penyakit jantung.

5 tanda peringatan Anda terlalu banyak bekerja

Kepada Mens Health, Malissa Clark memaparkan beberapa tanda peringatan bahwa Anda sudah terlalu banyak bekerja, atau bekerja berlebihan. Bila tanda-tanda ini sudah muncul, berarti sudah waktunya Anda mengurangi jam kerja Anda:

  • Anda tidak bisa menikmati waktu senggang atau hari libur Anda tanpa kecemasan dan rasa bersalah.
  • Pekerjaan yang Anda kerjakan sebenarnya tidak selesai atau hanya sedikit yang benar-benar selesai.
  • Mata Anda lelah dan penglihatan terganggu.
  • Keluarga Anda mengeluhkan tentang jadwal Anda.
  • Anda adalah orang yang paling terakhir berada di kantor.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 12, 2020

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan Mei 1, 2020

Yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Kita Berpuasa

Saat puasa kita tidak boleh makan dan minum. Penasaran tidak, apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat kita berpuasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan April 28, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal tayang Mei 19, 2020
Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal tayang Mei 18, 2020
Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 17, 2020