Rasa Malas Ternyata Disebabkan Gangguan di Otak. Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rasa malas atau yang kini lebih sering disebut dengan istilah “mager” alias malas gerak, adalah masalah yang sering kali dialami oleh banyak orang.

Meskipun sepele, namun rasa malas dapat menghambat aktivitas yang dilakukan dan membuat Anda justru terbiasa dengan kemalasan jika Anda tidak mencoba untuk melawannya. Biasanya, rasa malas muncul karena tidak ada motivasi yang dapat membuat seseorang bergerak atau melakukan sesuatu.

Namun, peneliti mengatakan bahwa kurangnya motivasi ini ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biologis, bukan sekadar sikap dan kebiasaan saja.

Kenapa rasa malas bisa muncul pada otak kita?

Menurut informasi yang didapat melalui Live Science, para peneliti telah melakukan pemindaian dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk meneliti motivasi dan rasa malas.

Hasil scan menunjukkan bahwa ketika orang memutuskan untuk melakukan sesuatu, korteks pra-motor pada otaknya cenderung menyala sesaat sebelum titik lain di otak yang mengendalikan gerakan menjadi aktif.

Namun pada orang yang malas, korteks pra-motor ini justru tidak menyala karena koneksinya terputus. Peneliti menduga bahwa koneksi otak yang menghubungkan “keputusan untuk melakukan sesuatu” menjadi tindakan nyata menjadi kurang efektif pada orang yang malas.

Akibatnya, otak mereka harus melakukan upaya yang lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil otak menjadi tindakan aksi yang nyata.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cerebral Cortex pada 2012 menemukan bahwa tingkat dopamin di otak juga dapat berdampak pada motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu.

Tingkat dopamin akan memberikan dampak yang berbeda di berbagai area otak. Peneliti menemukan bahwa para pekerja keras memiliki dopamin paling banyak di dua area otak yang memainkan peran penting dalam penghargaan dan motivasi; tapi memiliki tingkat dopamin yang rendah di insula anterior atau wilayah yang terkait dengan penurunan motivasi dan persepsi.

Tips melawan rasa malas

Rasa malas tentu tidak boleh dibiarkan, karena semakin Anda malas, maka akan semakin banyak aktivitas yang Anda lewatkan. Rasa malas juga dapat membuat produktivitas Anda menurun. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips untuk melawan rasa malas:

1. Ingat kembali “why” Anda

Rasa malas biasanya disebabkan oleh kurangnya motivasi untuk melakukan sesuatu. Kehilangan “why” atau alasan Anda melakukan sesuatu, dapat membuat Anda kehilangan arah tujuan.

Jadi, jika Anda mulai merasa malas, coba tanyakan “why” atau “kenapa” pada diri Anda. Misalkan, “Kenapa saya harus segera menyelesaikan tugas sekolah atau kuliah?”, “Kenapa saya harus menyelesaikan skripsi secepatnya?”, “Kenapa saya harus mempelajari hal ini?”, “Kenapa dulu saya memilih tempat ini sebagai tempat saya bekerja?”, dan lainnya.

2. Tanyakan apa yang salah

Terkadang, rasa malas muncul ketika Anda merasa tidak melakukan sesuatu yang Anda sukai. Jika Anda merasa malas, maka coba tanyakan pada diri Anda, “Apakah ini yang saya inginkan?” atau, “Apa yang sebenarnya ingin saya lakukan?”

Coba tanyakan pada diri Anda untuk mengenal apa yang kurang dari diri Anda, dan dengarkan hati Anda.

3. “Apa yang harus saya lakukan?”

Jika Anda sudah tahu apa yang salah dan apa “why” Anda, harusnya Anda sudah tahu apa yang harus Anda lakukan sekarang. Lakukanlah! Jika Anda sudah tahu apa “why” Anda, maka lakukanlah dengan penuh keyakinan dan semangat. Jika Anda sudah tahu apa yang salah, maka perbaikilah.

Perubahan kecil yang Anda lakukan akan membuka jalan lain yang dapat mengantarkan Anda pada perubahan positif dalam hidup; termasuk perubahan seperti merapikan ruangan, makan makanan yang sehat, dan berolahraga yang tidak jarang dapat meningkatkan semangat Anda dalam beraktivitas.

Jadi, bersiap dan lakukanlah perubahan, karena masa depan cemerlang menanti Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Mata 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Pria dengan penis bengkok mungkin bertanya-tanya, adakah cara untuk meluruskan kembali organ intim ini? Yuk, simak perawatan khusus penis bengkok di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kunyit untuk pencernaan kunyit putih, manfaat kunyit asam, manfaat jamu kunyit, masker kunyit, manfaat kunyit untuk wajah, khasiat kunyit

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
rasa kesepian depresi

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit