Orang yang Suka Tidur Larut Malam Ternyata Punya IQ Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Tak terhitung lagi banyaknya informasi kesehatan yang menyerukan manfaat dari tidur cukup 7-9 jam per hari dan yang mewanti-wanti risiko kesehatan kalau Anda sering begadang. Tapi ternyata, ada sejumlah manfaat kesehatan dari tidur larut malam, yang mungkin tidak pernah Anda ketahui sebelumnya. (Psstt… Katanya, orang yang suka tidur larut malam otaknya lebih encer!)

Orang yang tidur larut malam punya kreativitas tinggi

Orang yang pergi dan bangun tidur sesuai jadwal mungkin memang lebih produktif, tapi mereka yang tidur larut malam adalah orang-orang yang lebih kreatif. Ini karena menjalani rutinitas harian adalah tentang apa yang bisa Anda lakukan semaksimal mungkin dengan sedikit waktu yang Anda miliki.

Mereka yang bangun pagi menghabiskan waktu pagi harinya dengan melakukan rutinitas biasa, seperti pergy nge-gym, mampir ke coffee shop, dan berangkat kerja. Ketika Anda bangun jam 6 pagi, biasanya Anda akan sudah merasa kecapekan pada pukul sembilan, yang berarti Anda sudah lelah pada pukul lima sore. Anda biasa memulai hari Anda dengan semburan energi, tapi menjelang siang ke sore hari Anda sudah merasa tersiksa dengan energi yang sudah sangat mepet.

Kebalikan dari mereka yang suka tidur larut malam. Mereka memanfaatkan waktu di malam hari untuk bekerja dan beraktivitas seperti biasa, untuk menciptakan hal yang baru. Dan tenaga mereka akan bisa tetap konstan untuk menjalani waktu di pagi hari. Dan ini terbukti oleh tim peneliti dari Catholic University of the Sacred Heart di Milan yang menemukan bahwa orang yang suka begadang lebih cenderung mengembangkan solusi kreatif dan orisinil untuk memecahkan masalah daripada orang yang bangun pagi.

Terlebih lagi, ketika para periset di Universitas Alberta membandingkan kekuatan sembilan orang yang suka bangun pagi dengan 9 orang yang suka tidur larut malam. Kelompok yang terakhir mengalami dorongan sistem saraf pusat, sehingga meningkatkan korteks motor dan rangsangan medula spinalis. Itu berarti kelompok orang begadang memiliki dorongan energi yang lebih tinggi secara umum, yang bisa menjelaskan mengapa mereka mengalami kesulitan mengikuti jadwal tidur yang lebih awal.

Hal serupa juga ditemukan oleh tim peneliti dari University of Liege di Belgium tahun 2009. Mereka melaporkan bahwa orang-orang yang suka begadang memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi di area yang berhubungan dengan pemusatan fokus dan perhatian, bahkan setelah 10 jam mereka begadang, daripada orang-orang yang tidur cukup dan bangun di pagi hari.

Orang yang suka begadang lebih kebal terhadap stres

Mereka yang tidur larut malam dan bangun siang mungkin sering dianggap sebagai orang yang malas, dan kehilangan banyak waktu untuk mulai beraktivitas. Tapi, mereka yang bangun terlambat justru memiliki suasana hati yang lebih baik sepanjang hari daripada mereka yang tidur dan bangun tepat waktu.

Para ahli percaya bahwa kecenderungan mood buruk gara-gara bangun pagi terkait dengan waktu aktivitas pagi yang lebih panjang untuk mengurus berbagai kesibukan dalam satu waktu dan akan lanjut terus sibuk sampai sepanjang hari, sehingga lebih cepat merasa frustasi, kesal, dan kekurangan energi pada akhirnya. Sebaliknya, orang-orang yang suka begadang dan bangun lebih siang merasa lebih santai dalam menjalani hari.

Tim peneliti asal University of Westminster menganalisis air liur dari 42 relawan dengan jadwal tidur yang berbeda delapan kali sepanjang hari selama dua hari. Setelah menganalisis semua sampel, mereka menemukan bahwa orang-orang yang tidur tepat waktu dan bangun lebih pagi memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih tinggi daripada mereka yang suka begadang dan bangun lebih siang. Orang yang suka bangun pagi juga melaporkan lebih sering mengalami sakit kepala, masuk angin dan badan meriang, serta nyeri otot — yang membuat mood tambah anjlok.

Orang yang sering begadang punya IQ lebih tinggi

Satoshi Kanazawa, seorang ilmuwan evolusioner di London School of Economics and Political Science, memiliki penjelasan mengapa orang yang suka tidur larut malam memiliki keuntungan ini. Menurutnya, manusia dirancang secara evolusioner untuk lebih aktif di siang hari karena manusia tidak dapat melihat di kegelapan, dan karenanya membutuhkan cahaya untuk memandu arah ke mana kita pergi. Itu sebabnya kita “diprogram” untuk bangun saat matahari terbit dan pergi tidur saat malam.

Lanjut Kanazawa, individu yang lebih cerdas sengaja untuk memberontak “takdir” evolusi ini sehingga memilih untuk tetap terjaga semalaman suntuk dan tidur saat matahari terbit.

Penelitian Kanazawa menunjukkan bahwa mereka yang menciptakan pola evolusi baru (dibandingkan dengan mereka yang bertahan dengan pola normal yang dikembangkan oleh nenek moyang kita) adalah kelompok manusia yang paling progresif. Lagipula, mereka yang pertama kali berubah, berani keluar dari stereotip untuk mencari sesuatu yang baru, selalu menjadi yang paling progresif dan cerdas dalam suatu masyarakat.

Periset di Universitas Madrid melihat ritme sirkadian (jam biologis tubuh) dari 1.000 remaja dan kemudian mengevaluasi performa akademis dan kecerdasan umum mereka. Sekitar 25 persen di antaranya termasuk anak-anak yang tidur tepat waktu dan bangun pagi hari, 32 persen adalah mereka yang suka tidur larut malam, dan sisanya berada di antara keduanya.

Kelompok yang suka begadang menunjukkan kualitas penalaran induktif yang lebih tinggi daripada dua kelompok lainnya. Penalaran induktif adalah aspek kognitif otak mengukur kecerdasan umum dan bisa sangat memprediksi kinerja akademis. Kelompok penyuka tidur larut malam juga cenderung memiliki karir pekerjaan yang lebih baik dan pendapatan yang lebih tinggi, ketika ditindaklanjuti di kemudian hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Anda ingin mencoba mendaki gunung? Ada sejumlah persiapan yang perlu dilakukan sebelum mendaki gunung khususnya bagi pemula agar pendakian aman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol bukan cuma dialami oleh bayi dan balita. Tak jarang ada orang dewasa yang tak sengaja ngompol, terutama saat seks. Apa penyebab ngompol saat seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit