home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyakit Buerger (Buerger Disease)

Definisi penyakit Buerger (Buerger disease)|Gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Diagnosis dan pengobatan
Penyakit Buerger (Buerger Disease)

Definisi penyakit Buerger (Buerger disease)

Penyakit Buerger adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah (arteri dan vena) di lengan dan kaki. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut tromboangitis obliterans.

Pada kondisi langka ini, pembuluh darah Anda meradang, membengkak, dan menyebabkan sumbatan dengan bekuan darah.

Penyumbatan dan peradangan yang terjadi menyebabkan bagian ujung-ujung anggota gerak kekurangan oksigen, mati, kemudian membusuk.

Penyakit ini biasanya pertama kali muncul di ujung tangan dan kaki Anda, kemudian bisa meluas ke area lengan dan bagian kaki yang lain.

Penyakit Buerger atau Buerger disease merupakan gangguan kesehatan yang menyerang perokok atau pemakai tembakau dalam bentuk lain.

Penyakit ini dapat membuat Anda kehilangan sebagian anggota tubuh jika tidak mendapat perawatan.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Situs National Center for Biotechnology Information menyebutkan bahwa Buerger disease umumnya terjadi di usia 20 – 50 tahun.

Gangguan ini lebih sering terjadi pada pria yang merokok ketimbang perokok wanita.

Gejala

Penyakit Buerger dapat menimbulkan gejala-gejala di bawah ini.

  • Kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki.
  • Tangan atau kaki pucat, kemerahan atau biru.
  • Nyeri yang mungkin terasa datang dan pergi di kaki atau tangan Anda. Nyeri ini dapat terjadi saat Anda sedang menggunakan tangan atau kaki Anda atau ketika Anda sedang istirahat.
  • Peradangan di sepanjang pembuluh darah yang berada di bawah permukaan kulit.
  • Jari tangan dan kaki yang menjadi pucat karena terkena suhu dingin (fenomena Raynaud).
  • Luka terbuka yang menyakitkan muncul di jari tangan dan kaki.
  • Gejala pertama berupa klaudikasio atau nyeri pada saat berjalan.

Penyebab

Mayo Clinic menyebutkan bahwa penyebab pasti penyakit Buerger tidak diketahui. Namun, penggunaan tembakau jelas berperan dalam perkembangan penyakit ini.

Bahan kimia yang terkandung dalam rokok diduga dapat mengiritasi lapisan pembuluh darah dan menyebabkan bengkak.

Para ahli menduga bahwa beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik terhadap penyakit tersebut.

Penyakit ini mungkin juga disebabkan oleh respons autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan yang sehat.

Faktor-faktor risiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit Buerger.

1. Penggunaan tembakau

Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko yang paling penting untuk penyakit Buerger.

Tak hanya perokok, orang-orang yang menggunakan tembakau dalam bentuk apa pun juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit Buerger.

Orang yang merokok dengan rokok kretek dan mereka yang merokok lebih dari satu setengah bungkus sehari mungkin memiliki risiko terbesar untuk terkena penyakit ini.

2. Penyakit gusi kronis

Jika Anda mengalami infeksi gusi dalam jangka panjang, risiko terkena Buerger disease mungkin dapat meningkat.

Meskipun begitu, alasan mengapa kedua hal tersebut berkaitan masih belum jelas.

3. Jenis kelamin

Penyakit Buerger lebih umum terjadi pada jenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

Ini mungkin berkaitan dengan kebiasaan merokok yang lebih umum pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

4. Usia

Penyakit Buerger lebih umum terjadi pada mereka yang berusia 20-50 tahun.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana mendiagnosis penyakit ini?

Tidak ada pemeriksaan yang dapat mengonfirmasi Buerger disease.

Oleh karena itu, dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes untuk menyingkirkan kondisi lain yang memiliki gejala mirip dengan Buerger disease.

Berikut ini pemeriksaan yang mungkin dokter minta.

  • Tes darah untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, seperti penyakit autoimun, diabetes, atau kelainan pembekuan darah.
  • Tes Allen untuk memeriksa aliran darah melalui arteri yang membawa darah ke tangan Anda.
  • Angiogram untuk membantu melihat kondisi arteri Anda.

Apa saja pengobatannya?

Tidak ada obat yang dirancang khusus untuk mengatasi penyakit Buerger. Berhenti merokok merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan perkembangan penyakit ini.

Ingatlah bahwa merokok tidak akan membawa manfaat apa pun untuk kesehatan tubuh Anda.

Meskipun hanya beberapa batang sehari, merokok tetap dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Buerger.

Selain itu, perawatan di bawah ini mungkin dapat membantu Anda mengatasi rasa tidak nyaman akibat Buerger disease, tetapi tetap tidak akan lebih efektif berhenti merokok.

  • Obat untuk melebarkan pembuluh darah, memperlancar aliran darah, atau melarutkan gumpalan darah.
  • Kompresi lengan dan kaki untuk meningkatkan aliran darah ke anggota gerak Anda.
  • Stimulasi sumsum tulang belakang.
  • Amputasi, jika terjadi infeksi atau gangren (jaringan mati).

Jika tidak ingin mengalami kondisi ini, salah satu langkah utama yang bisa Anda lakukan yaitu berhenti merokok dari sekarang.

Anda bisa menggunakan cara alami berhenti merokok, obat berhenti merokok, terapi berhenti merokok, terapi hipnotis, hingga terapi pengganti nikotin.

Jangan dekati rokok jika Anda belum pernah menyentuhnya sama sekali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Buerger’s disease – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/buergers-disease/symptoms-causes/syc-20350658#

Qaja, E., Muco, E., & Hashmi, M. (2021). Buerger Disease. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430858/

Smoking and Buerger’s Disease. (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://www.cdc.gov/tobacco/campaign/tips/diseases/buergers-disease.html

Buerger’s Disease – NORD (National Organization for Rare Disorders). (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://rarediseases.org/rare-diseases/buergers-disease/

Thromboangiitis obliterans | DermNet NZ. (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://dermnetnz.org/topics/thromboangiitis-obliterans/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 14/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Charley Simanjuntak, Sp.B., Sub BVE, B.Med.Sc.