Keluarnya darah dari mulut selalu menakutkan bagi semua orang. Pada umumnya, orang akan panik ketika dirinya atau orang terdekatnya mengeluarkan darah dari mulut. Ada dua perbedaan dasar ketika seseorang mengeluarkan darah dari mulut. Apakah darah tersebut berasal dari mekanisme batuk atau dari mekanisme muntah. Walaupun gejalanya hampir sama, ternyata dua hal ini jauh berbeda. Untuk membedakannya, ternyata mudah. Yuk, ikuti penjelasan berikut ini.

Gejala awal yang berbeda

Secara definisi, batuk darah (hemoptoe) adalah keluarnya darah dari saluran napas, sedangkan muntah darah (hematemesis) adalah keluarnya darah dari saluran pencernaan bagian atas. Gejala sebelum darah ini menyembur keluar dari mulut biasanya berbeda. Pada batuk darah, gejala awalnya nyeri dada, rasa ingin batuk, dan rasa tidak enak di tenggorokan. Sedangkan pada muntah darah, gejala saluran pencernaan lebih mendominasi, seperti nyeri perut, perut bengkak, dan mual.

Waktu keluarnya darah

Batuk darah, sesuai definisinya, dikeluarkan dengan cara dibatukkan. Namun, sering kali dapat disertai dengan muntah karena darah yang dibatukkan tidak sengaja tertelan dan menimbulkan sensasi mual sehingga penderita muntah. Sedangkan pada muntah darah, darah dimuntahkan terlebih dahulu. Dapat pula disertai batuk, namun hal ini tidak lazim ditemukan.

Tampilan yang berbeda

Karena berasal dari sumber yang berbeda, darah yang dihasilkan pun berbeda. Bila kita perhatikan secara saksama, batuk darah biasanya disertai oleh buih, berbusa-busa, dan terdapat lendir (atau dahak) di dalam gumpalan darahnya. Sedangkan pada muntah darah, tidak terdapat lendir.

Warna yang berbeda

Batuk darah berasal dari saluran pernapasan di mana di sepanjang salurannya tidak terdapat daerah yang menghasilkan enzim atau asam. Biasanya batuk darah berwarna merah segar, mungkin disertai gumpalan. Sedangkan pada muntah darah biasanya berwarna merah tua, karena sudah bercampur dengan asam lambung. Bila berasal dari pecahnya pembuluh darah di bagian kerongkongan, warna darah tidak setua daripada yang berasal dari lambung. Namun, muntah darah yang berwarna merah segar jarang terjadi.

Isi yang berbeda

Pada saat darah keluar dari mulut, biasanya tidak hanya terdiri dari darah saja. Ada isi yang menyertai keluarnya darah. Isi yang berbeda dapat menjadi petunjuk, sumber darah berasal. Apabila dari saluran pernapasan, isinya biasanya lebih ringan yaitu terdiri dari sel darah (eritrosit, leukosit, hemosiderin), sel imun (makrofag), dan mikroorganisme. Sedangkan muntah darah biasanya lebih berat karena disertai sisa makanan yang belum sempat terolah oleh lambung.

pH yang berbeda

Karena berasal dari tempat yang berbeda, ternyata berbeda juga pH-nya. Daerah saluran pernapasan lebih basa, sehingga bila kita tempelkan kertas lakmus di darah yang keluar, kertas akan berubah menjadi biru. Sedangkan muntah darah yang berasal dari saluran pencernaan sudah bercampur dengan asam lambung, sehingga darahnya pun bersifat asam. Ketika kita tempelkan kertas lakmus pada darah yang keluar, kertasnya pun berubah menjadi warna merah.

Ada tidaknya gejala anemia

Pada batuk darah, biasanya jumlah darah yang keluar tidak terlalu banyak, sehingga gejala anemia atau kekurangan darah jarang terjadi. Namun, bila terjadi batuk darah masif, gejala anemia dapat dialami oleh penderita. Batuk darah masif sering kali membutuhkan terapi pembedahan, bila memenuhi kriteria berikut :

  • Apabila pasien mengalami batuk darah lebih dari 600 cc dalam 24 jam dan perdarahan tidak kunjung berhenti.
  • Apabila pasien mengalami batuk darah > 250 cc dalam 24 jam dengan kadar Hb kurang dari 10 g%, sedangkan batuk darahnya masih terus berlangsung.
  • Apabila pasien mengalami batuk darah > 250 cc dalam 24 jam dengan kadar Hb kurang dari 10 g%, tetapi selama pengamatan 48 jam yang disertai dengan perawatan konservatif batuk darah tersebut tidak berhenti.

Muntah darah biasanya menyebabkan anemia lebih cepat. Gejala anemia akibat muntah darah antara lain kulit memucat, mata memucat, lemah, letih, lesu, jantung berdebar, dan sesak napas.

Warna tinja yang berbeda

Pada batuk darah, tidak ada hubungan antara produksi darah dengan pembentukan tinja. Pada batuk darah, biasanya tinja berwarna normal. Hal ini dibuktikan dengan hasil Benzidine Test negatif. Sedangkan pada muntah darah, selain keluar dari mulut, ada darah yang jatuh terbawa sampai ke usus besar, alias pusat pembentukan tinja. Pada muntah darah, dapat pula disertai warna tinja yang berubah menjadi kehitaman. Hal ini dibuktikan dengan hasil Benzidine Test yang positif.

Nah, dari cara sederhana di atas, kita dapat mengenali perbedaan batuk darah dengan muntah darah. Apabila Anda masih ragu, segeralah berobat ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan sesuai dengan penyebabnya. Karena apabila terlambat, batuk darah maupun muntah darah dapat berujung pada kematian.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca