Kenapa, Sih, Kaki dan Tangan Bisa Kesemutan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Hampir setiap orang pernah mengalami sensasi menggelitik dan menusuk yang datang tiba-tiba di tangan atau kaki. Rasanya unik tersebut muncul bagaikan ditusuk-tusuk jarum kecil pada kulit. Ya, kondisi ini umum disebut sebagai kesemutan, karena sensasi yang dirasakan layaknya digerayangi ratusan semut di bawah kulit.

Memang tidak sampai menimbulkan sakit yang amat sangat. Akan tetapi, tentu membuat tidak nyaman terlebih saat anggota tubuh tersebut digerakkan, biasanya pada tangan dan kaki. Sebenarnya, kenapa tangan dan kaki bisa merasakan kesemutan, ya?

Apa itu kesemutan?

7 Penyebab Kaki Kebas dan Kesemutan

Ketika sedang asyik menonton TV atau membaca buku di sofa, biasanya kaki Anda menjulur lurus tersampir di lengan kursi. Bahkan tak jarang, Anda mungkin meletakkan kaki di atas meja atau kursi kecil yang sejajar dengan sofa.

Saking lamanya dibiarkan diam tanpa gerakan apa pun, tiba-tiba saja kaki terasa seolah mati rasa disertai perasaan seperti ditusuk jarum. Sensasi tersebut biasanya muncul saat kaki digerakkan setelah dibiarkan diam cukup lama dalam posisi yang sama.

Rasanya campur aduk. Mungkin terasa geli seperti digerayangi semut, bahkan kadang agak sakit sampai membuat Anda memejamkan mata. Di sekujur kaki yang sulit digerakkan tersebut, Anda hanya mendapati kalau otot-otot di sekitarnya seolah tidak terasa sama sekali.

Kondisi yang Anda alami tersebut merupakan hal yang wajar terjadi, dan disebut sebagai kesemutan. Secara rincinya, kesemutan adalah kondisi yang Anda alami saat saraf di tangan atau kaki menerima tumpuan tekanan berat dalam waktu cukup lama. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan paresthesia.

Bukan hanya terjadi pada kaki saja. Rasa kebas dan menggelitik yang tidak nyaman ini biasanya terjadi di bagian-bagian tubuh yang rutin digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Entah itu lengan atau pun tangan. Berlutut, duduk bersila, atau tidur bersedekap terlalu lama bisa menyebabkan sensasi menggerayang ini.

Apa saja gejala kesemutan?

tumit kaki sakit

Sensasi seperti digerayangi ribuan semut di kulit ini bisa bertahan dalam waktu singkat maupun cukup lama. Untuk lebih jelasnya, berikut gejala kesemutan yang biasanya datang tiba-tiba:

  • Mati rasa
  • Lemah pada tangan atau kaki
  • Terasa geli
  • Terasa seolah dingin
  • Terasa seperti ditusuk-tusuk oleh jarum kecil
  • Kadang terasa sedikit sakit

Setidaknya sekali dalam hidup, setiap orang pasti pernah mengalami mati rasa pada tangan atau kaki karena tidak digerakkan cukup lama. Kondisi tersebut biasanya muncul saat bangun menggerakkan tangan atau kaki, maupun bangun berdiri dari posisi duduk.

Umumnya, munculnya sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum kecil tersebut bisa hilang dalam hitungan menit saja. Namun, paresthesia yang tergolong kronis bisa menimbulkan rasa sakit yang lebih parah. Bukan tidak mungkin, paresthesia yang sudah tidak lagi ringan ini bisa sampai membuat Anda kesulitan untuk bergerak dan berjalan.

Dalam kasus yang lebih parah, kesemutan bisa sampai menimbulkan gejala yang tidak biasa. Perasaan mati rasa dan pada tangan atau kaki tersebut, dapat menunjukkan adanya kondisi medis tertentu. Beberapa gejala paresthesia yang harus Anda waspadai, yakni:

  • Pusing
  • Kejang otot
  • Ruam di bagian tubuh sasaran
  • Cedera pada bagian tubuh tertentu
  • Kesulitan berjalan atau bergerak

Selain itu, gejala lain yang harus diperhatikan meliputi kesulitan untuk berpikir jernih dan sulit berbicara dengan lancar. Jangan sepelekan bila nantinya timbul gangguan dalam penglihatan Anda, melemahnya bagian tubuh sasaran, bahkan sampai kehilangan kesadaran meski sebentar.

Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan medis. Dokter akan mencari tahu penyebab kondisi yang Anda alami.

Penyebab kesemutan secara umum

tangan mati rasa

Penyebab yang paling utama adalah saraf yang terjepit. Tubuh manusia memiliki miliaran saraf yang berfungsi sebagai jalur komunikasi dari otak dan tulang belakang ke seluruh tubuh. Saat tangan atau kaki menerima begitu banyak tekanan dalam waktu lama, saraf-saraf yang menjalar di dalamnya akan terjepit.

Saraf yang terjepit akan menyebabkan otak Anda kekurangan informasi mengenai sensasi indra peraba yang diharapkan datang dari kumpulan saraf tersebut. Lebih dari itu, tekanan tersebut juga akan menghimpit pembuluh darah yang menyokong kerja kumpulan saraf tersebut.

Akibatnya, saraf-saraf itu juga jadi tidak bisa menerima darah dan oksigen yang mereka butuhkan dari jantung. Ini kemudian menyebabkan sinyal yang berasal dari saraf sensorif akan terblokir atau terhalang. Alhasil, anggota tubuh yang bermasalah ini akan merasakan mati rasa.

Penyebab kesemutan karena kondisi tertentu

pergelangan tangan sakit

Paresthesia yang terjadi dalam waktu singkat tidak perlu dikhawatirkan. Sebab artinya, perasaan seperti ditusuk-tusuk jarum tersebut hanya muncul karena ada saraf yang terjadi saja. Namun di samping itu, masih ada penyebab lainnya yang membuat Anda mengalami paresthesia pada tangan atau kaki, yakni:

1. Carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome adalah penyakit yang disebabkan oleh masalah pada saraf median, yang bertugas untuk mengatur pergerakan tangan. Saraf median, yang juga berperan sebagai indra perasa tangan, terbentang di sisi telapak tangan yang berbentuk terowongan (carpal tunnel)

Akibatnya, kemudian timbullah mati rasa, kebas, dan rasa sakit di sekujur lengan serta tangan. Sindrom carpal tunnel ini umumnya diakibatkan oleh kombinasi dari satu dan lain hal. Mulai dari gerakan tangan yang berulang, fraktur (patah) pada pergelangan tangan, hingga radang sendi.

Namun terkadang, memiliki diabetes, berat badan berlebih, hingga retensi atau penumpukan cairan, juga bisa menjadi penyebabnya.

2. Terlalu banyak minum alkohol

Minum alkohol berlebih tanpa sadar bisa merusak jaringan saraf di dalam tubuh. Lambat laun, hal tersebut bisa berujung pada neuropati perifer yang membuat saraf tepi (perifer) terluka. Padahal seharusnya, saraf tepi bertugas untuk mengirimkan sinyal ke otak, otot, organ, serta jaringan lainnya pada tubuh.

Kondisi tersebut bisa menimbulkan rasa sakit dan kebas pada salah satu anggota tubuh, khususnya tangan dan kaki. Hal ini dikarenakan saraf perifer telah mengalami kerusakan akibat alkohol.

3. Kekurangan asupan vitamin

Asupan vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, dan vitamin E, merupakan kunci penting untuk menunjang fungsi saraf sehat. Sebaliknya, jika asupan vitamin tersebut untuk tubuh tidak tercukupi, bisa berdampak pada kerusakan saraf. Salah satunya sampai menimbulkan kesemutan di tangan maupun kaki.

Anda bisa mencukupi kebutuhan vitamin harian dengan memperbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain kaya akan vitamin, sayur dan buah-buahan juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan adalah senyawa yang berperan untuk menangkal efek buruk dari radikal bebas.

Tidak bisa disepelekan, karena radikal bebas bisa berkembang sehingga menjadi penyebab penyakit berbahaya.

4. Berbagai hal lainnya

Di sisi lain, beragam kondisi dan keluhan lainnya juga kerap dikaitkan sebagai penyebab kesemutan yang Anda alami. Sebagai contoh, gigitan serangga atau hewan, racun alergen dalam makanan laut, sakit kepala migrain, efek kemoterapi, maupun terapi radiasi. Kadang, cedera tertentu bisa menghasilkan sensasi kebas atau menggelitik seperti tertusuk.

Misalnya cedera saraf leher atau hernia pada tulang belakang (herniated disk/nucleus pulposus atau slipped disk). Lebih dari itu, memiliki penyakit autoimun, gangguan fungsi ginjal, diabetes, serta penyakit infeksi turut menjadi penyebab kesemutan.

Demikian juga dengan peradangan atau pembengkakan sumsum tulang belakang atau pada otak. Keduanya bisa memberikan tekanan pada satu saraf atau lebih.

Beberapa tahapan kesemutan

Kesemutan sebenarnya terjadi dalam tiga tahap. Satu-empat menit setelah tangan atau kaki menerima tekanan berat adalah tahap pertama yang disebut “kompresi menggelitik”. Sensasi yang muncul pada tahap ini digambarkan seperti luapan busa minuman soda yang terasa samar, atau seperti dengungan.

Tahap kedua biasanya dimulai sepuluh menit setelahnya, disebut dengan “mati rasa”. Sensasi kebas ini akan berlangsung selama tekanan pada saraf dan pembuluh darah kaki masih berlangsung.

Akhirnya, setelah tekanan diangkat, tahap ketiga mulai mengambil alih proses ini yakni kesemutan. Anda pasti sudah sangat akrab dengan sensasinya yang ditimbulkannya, berupa tusukan yang menggelitik dan terasa geli.

Sensasi kesemutan ini disebabkan oleh proses saraf perifer yang kembali bekerja untuk mengirimkan pesan rasa sakit ke otak. Kumpulan saraf lain, seperti saraf yang berfungsi mengatur suhu tubuh, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Kesemutan biasanya akan terasa lebih menyakitkan daripada kedua tahap yang mengikutinya, tetapi kemudian akan perlahan mereda. Meski begitu, Anda biasanya tidak dapat mengetahui persis kapan sensasi tersebut akan kembali normal.

mata ikan di kaki, obat mata ikan, menghilangkan mata ikan, mengobati mata ikan, operasi mata ikan

Apa tandanya ketika kesemutan perlu diwaspadai?

Kesemutan umumnya bersifat sementara. Namun pada banyak kasus, kesemutan bisa menjadi kondisi medis yang berat, kambuhan, atau kronis. Kesemutan kronis biasanya akan diikuti oleh gejala lainnya, misalnya nyeri, gatal, dan penyusutan atau kelemahan otot.

Dalam kasus tersebut, kesemutan bisa menjadi tanda dari kerusakan saraf sebagai hasil dari beragam kondisi medis yang mendasarinya. Misalnya kejang, cedera traumatik atau berulang, infeksi virus atau bakteri, pengerasan arteri, dan penyakit sistemik.

Jenis penyakit sistemik yakni stroke, diabetes, penyakit hati, ginjal, gangguan tiroid, hingga kanker. Kerusakan saraf seperti ini disebut dengan neuropati perifer. Ada lebih dari 100 jenis berbeda dari neuropati perifer, dan seiring waktu kondisi ini dapat semakin parah dan menyebabkan penurunan mobilitas tubuh hingga disabilitas.

Kesemutan juga bisa sebagai pertanda awal dari beberapa penyakit autoimun dan turunan. Ambil contoh, seperti Guillain-Barre syndrome, lupus, arthritis rematoid, Raynauds syndrome, dan Charcot-Marie-Tooth syndrome.

mendeteksi penyakit dari kaki

Siapa yang berisiko mengalami kesemutan?

Sebenarnya tidak ada patokan khusus siapa saja orang yang berisiko mengalami paresthesia. Ya, siapa pun memang bisa mengalami kesemutan, tergantung dari kondisi, posisi, serta gerakan tubuhnya. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kesemutan:

  • Sering melakukan gerakan berulang yang menekan saraf tubuh. Misalnya mengetik, memainkan alat musik, atau berolahraga.
  • Bertahan dengan posisi tidak bergerak dalam waktu lama. Entah itu saat duduk, tidur, atau berdiri.
  • Mengabaikan aturan makanan harian, sehingga kekurangan asupan vitamin tertentu.
  • Punya penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan lain sebagainya.

Faktor risiko di atas memang tidak pasti selalu berujung pada kesemutan yang membuat tangan atau kaki Anda terasa seperti dikelilingi semut. Namun, tidak menutup kemungkinan memiliki satu di antara faktor risiko tersebut bisa membuat Anda sering mengalami kesemutan.

Bagaimana cara mengatasi kesemutan?

Sensasi kesemutan dapat segera diatasi dengan mengangkat tekanan dari bagian tubuh yang terpengaruh. Misalnya jika Anda duduk bersila terlalu lama, cobalah untuk berdiri dan berjalan sebentar. Atau jika tanpa sadar Anda menindih salah satu tangan saat tidur dalam posisi tengkurap, coba hilangkan kesemutan dengan menggoyang-goyangkan tangan.

Cara tersebut akan memungkinkan suplai darah di bagian tangan atau kaki menjadi normal kembali. Alhasil, menghilangkan sensasi mati rasa dan menggelitik yang mengganggu kenyamanan Anda pun berangsur-angur menghilang. Setelahnya, kaki dan tangan akan berfungsi normal seperti sedia kala.

Lain halnya dengan penyebab kesemutan yang sudah tergolong lebih serius. Otomatis, cara memulihkannya tentu tidak semudah sensasi digerayangi semut biasa yang hanya karena berada di posisi yang sama terus-menerus. Langkah pertama sekaligus salah satu yang terpenting, yakni dengan mengetahui terlebih dahulu apa penyebab paresthesia yang Anda alami.

Selanjutnya, dokter akan menyarankan atau memberikan pengobatan tergantung dari penyebab tersebut. Sebagai contoh, jika Anda mengalami neuropati perifer dokter biasanya menganjurkan konsumsi beberapa jenis obat-obatan.

Obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID), pregabalin (Lyrica), serta abapentin (Neurontin, Gralise), umunya dipakai untuk mengobati neuropati perifer. Selain itu, perubahan gaya hidup umum sehat juga bisa membantu memulihkan kondisi Anda yang dapat mengarah pada kesehatan.

Misalnya dengan mempertahankan berat badan optimal, menghindari paparan racun, rutin berolahraga, dan makan makanan seimbang. Alangkah lebih baiknya juga untuk menghindari alkohol dan rokok, karena bisa mempersempit suplai darah yang menyediakan nutrisi ke saraf perifer.

Singkatnya, apabila kesemutan dan gejala penyerta lainnya yang Anda alami disebabkan oleh adanya suatu penyakit, tentu cara penyembuhannya bisa berbeda-beda. Hal tersebut harus disesuaikan kembali dengan penyakit atau kondisi yang Anda miliki.

penyebab sirosis hati

Kapan harus ke dokter?

Gejala lain yang harus Anda perhatikan mencakup perasaan bingung dan linglung, sulit fokus, bicara cadel, gangguan penglihatan, perasaan lemah atau sakit parah, dan kehilangan kendali atas saluran pencernaan atau kandung kemih Anda.

Segera cari bantuan medis terdekat jika Anda mengalami kondisi-kondisi di atas setelah Anda mengalami kesemutan yang terasa tidak biasa. Atau bahkan sampai mengalami cedera punggung, leher, atau kepala yang membuat Anda tidak dapat berjalan atau bergerak.

Kehilangan kesadaran setelah mengalami kesemutan juga merupakan tanda peringatan bahwa Anda harus segera mencari pertolongan medis. Konsultasikan dengan dokter jika Anda merasakan kesemutan yang diiringi dengan berbagai gejala lainnya.

Terlebih ketika kombinasi dari gejala-gejala tersebut menetap dalam waktu lama, yang sampai berpengaruh terhadap aktivitas dan kehidupan sehari-hari. Ini bisa menjadi tanda bahwa ada kondisi medis tertentu yang tidak sepele dan membutuhkan perawatan khusus.

Baca Juga:

Sumber