5 Risiko Kesehatan Akibat Langsung Tidur Setelah Sahur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Berpuasa diawali dengan makan sahur agar kuat menahan lapar dan haus sampai adzan Maghrib berkumandang. Namun karena harus bangun pagi-pagi buta, banyak orang yang memilih langsung tidur setelah sahur supaya tidak mengantuk saat beraktivitas seharian.

Sayangnya, banyak juga yang tidak menyadari betapa bahayanya kebiasaan ini. Langsung tidur setelah makan bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Apa saja efek negatif itu? Yuk ikuti penjelasan berikut ini.

Tidak boleh langsung tidur setelah makan

Setelah makanan masuk ke perut, lambung akan mencernanya menjadi sari-sari makanan yang kemudian diserap oleh tubuh untuk dijadikan energi. Sistem pencernaan kita perlu setidaknya 2 jam untuk mengolah makanan sampai menjadi sari makanan.

Proses pencernaan ini membutuhkan suplai darah yang tidak sedikit. Maka sebenarnya kita tidak dianjurkan untuk beraktivitas berat setelah makan yang butuh suplai darah banyak pula, misalnya berolahraga.

Namun ini bukan alasan untuk Anda boleh langsung tidur. Selama Anda tidur, hampir seluruh fungsi tubuh dimatikan sementara kecuali kerja jantung, otak, dan paru-paru. Maka, tidur setelah makan tidak akan memberikan cukup waktu untuk sistem pencernaan bekerja memecah makanan. Akhirnya, makanan tersebut jadi tertimbun sia-sia dalam perut.

Efek negatif langsung tidur setelah sahur

1. Lemak tubuh menimbun

Sebuah penelitian melaporkan bahwa kebiasaan langsung tidur setelah sahur yang dilakukan orang-orang keturunan keluarga gemuk dapat meningkatkan risiko kegemukan (obesitas) hingga dua kali lipat.

Ini karena makanan yang masuk ke perut tidak langsung dicerna oleh lambung ketika Anda terlelap. Kalori dari makanan tersebut justru akan disimpan dalam bentuk lemak. Terlebih jika makanan sahur Anda tinggi karbohidrat, lemak, dan serba digoreng.

Jeremy Barnes, profesor dari Southeast Missouri State University, menjelaskan selama kita tidur, otak justru merangsang lambung untuk meningkatkan kadar hormon grehlin yang membuat kita merasa lebih lapar ketika bangun. 

2. Asam lambung naik (heartburn)

Anda yang punya sakit maag ada baiknya hindari kebiasaan tidur setelah sahur. Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan Anda kesulitan mencerna makanan yang masuk. Hal ini akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan Anda, salah satunya adalah asam lambung naik.

Apabila makanan tidak tercerna dengan baik, lambung akan secara otomatis meningkatkan produksi asam lambung untuk mempercepat prosesnya. Ketika Anda tidur, gaya gravitasi akan melonggarkan klep lambung sehingga menyebabkan asam lambung dalam perut mengalir balik ke kerongkongan.

Asam lambung bisa mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan. Ini dapat bisa menyebabkan perut mulas, nyeri ulu hati, dan sensasi panas perih seperti terbakar pada dada hingga tenggorokan.

sakit gejala usus buntu

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung

Ketika jumlah asam lambung yang dihasilkan terlalu banyak dan terjadi terus-terusan, masalah asam lambung naik (heartburn) bisa berkembang menjadi GERD )gastroesophageal reflux disease) atau refluks asam lambung.

GERD merupakan kelanjutan dari asam lambung naik yang sering terjadi setidaknya lebih dari dua kali per minggu. GERD terjadi karena klep pemisah antara lambung dan tenggorokan tidak menutup sempurna, sehingga memungkinkan asam lambung mengalir balik hingga ke kerongkongan. Asam lambung dapat melukai tenggorokan, juga menyebabkan berbagai gejala lainnya seperti:

  • Panas seperti terbakar di ulu hati.
  • Makanan terasa naik ke kerongkongan.
  • Asam pada bagian belakang mulut.
  • Mulut pahit.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Perut kembung.
  • Kesulitan menelan.
  • Sendawa.
  • Batuk.
  • Suara serak.
  • Mengi.
  • Nyeri dada, terutama saat berbaring.

4. Diare atau sembelit

Normalnya, dua jam setelah makanan dicerna lambung akan kosong. Sisa makanan akan berpindah ke usus untuk dipadatkan menjadi feses. Namun, tidur setelah makan akan melambatkan proses pencernaan sehingga makanan akan terlalu lama “berdiam diri” dalam perut.

Timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit, tergantung dari makanan apa yang masuk ke dalam perut kita.

5. Stroke

Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan Anda sulit untuk mencerna makanan. Ini artinya lambung membutuhkan asupan darah yang lebih banyak untuk memperlancar pekerjaannya.

Padahal, otak juga tetap membutuhkan asupan darah yang stabil meski kita sedang tertidur. Suplai darah yang terkonsentrasi menuju perut ini membuat otak bisa kekurangan oksigen. Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak bisa mengalami stroke.

Teori lainnya mengatakan bahwa risiko stroke akibat langsung tidur setelah makan terkait dengan peningkatan asam lambung yang menyebabkan sleep apnea, yang kemudian memicu stroke. Selain itu, setelah makan akan terjadi perubahan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah yang mungkin dapat berdampak pada peningkatan risiko stroke.

Jenis stroke yang berhubungan dengan kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke iskemik yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak.

Daripada tidur, habiskan waktu untuk lakukan kegiatan yang bermanfaat

Bahaya tidur setelah sahur tidak dapat dipandang sebelah mata. Jadi, jangan jadikan ini kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan Anda.

Lebih baik lakukan hal yang bermanfaat setelah makan sahur, seperti mengaji, membaca, dan berdzikir. Yuk, tetap jaga kesehatan tubuh selama bulan suci ini!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Psoriasis pada Kulit Kepala

    Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

    Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

    Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

    Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

    Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    teh tanpa kafein

    3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    Waktu Efektif Minum Kopi

    Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit