home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Wanita Lebih Sering Terkena Masalah Gigi Dibandingkan Pria, Ini Sebabnya

Wanita Lebih Sering Terkena Masalah Gigi Dibandingkan Pria, Ini Sebabnya

Masalah gigi dan gusi dapat terjadi pada siapa saja, tapi ternyata, wanita lebih sering mengalaminya dibandingkan pria. Bukan hanya sakit gigi, wanita bahkan berisiko lebih tinggi mengalami masalah lain, seperti plak dan karies, gigi berlubang, hingga penyakit gusi dan komplikasinya.

Mengapa wanita lebih rentan mengalami masalah gigi?

Tingginya risiko masalah gigi pada wanita disebabkan oleh perubahan berbagai hormon dalam tubuh. Berikut adalah sejumlah kondisi pada wanita yang dapat memengaruhi hormon dan meningkatkan risiko masalah gigi:

1. Masa pubertas

Kebanyakan wanita yang sering mengalami masalah gigi biasanya mulai merasakan gejalanya sejak masa pubertas. Selama periode ini, terjadi peningkatan produksi hormon estrogen dan progesteron yang berperan penting dalam siklus menstruasi.

Naiknya jumlah estrogen dan progesteron turut meningkatkan aliran darah menuju gusi. Kondisi ini memicu reaksi berlebihan antara gusi dan kuman pada plak gigi. Reaksi yang timbul membuat gusi membengkak, kemerahan, nyeri, dan lebih mudah berdarah.

2. Menstruasi

darah haid

Begitu memasuki awal masa menstruasi, hormon progesteron meningkat sehingga membuat gusi dan gigi Anda menjadi lebih sensitif. Dampaknya adalah gusi bengkak dan berdarah, sariawan, kelenjar liur membengkak, hingga sakit gigi.

Wanita akan lebih sering mengalami masalah gigi dan gusi karena menstruasi terjadi setiap bulan. Oleh sebab itu, setiap wanita perlu lebih cermat menjaga kebersihan mulut dan giginya guna menghindari masalah kesehatan pada area ini.

3. Penggunaan pil KB

Penggunaan pil KB akan meningkatkan hormon progesteron dan estrogen. Akibatnya, tubuh Anda mengalami efek yang sama seperti saat pubertas dan menstruasi. Efek tersebut biasanya muncul selama beberapa bulan pertama menggunakan pil KB.

Kabar baiknya, pil KB modern kini memiliki kandungan hormon progesteron dan estrogen yang lebih rendah. Ini tentu bermanfaat bagi wanita yang sering mengalami masalah gigi dan hanya bisa memilih pil KB sebagai metode kontrasepsinya.

4. Kehamilan

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Saat Hamil

Kehamilan membuat berbagai hormon dalam tubuh meningkat secara drastis, terutama progesteron. Meningkatnya progesteron dapat menghambat kemampuan tubuh dalam melawan bakteri pada plak gigi.

Kondisi ini semakin mempermudah pembentukan plak dan membuat gusi Anda rentan mengalami infeksi. Infeksi gusi yang tidak ditangani lama-kelamaan dapat berkembang menjadi gingivitis, yakni peradangan parah pada jaringan gusi.

5. Menopause

Menopause tidak hanya membuat wanita lebih sering mengalami masalah gigi, tapi juga memicu gangguan lain. Di antaranya sensasi terbakar pada mulut, perubahan kemampuan mengecap rasa, gigi sensitif, serta mulut kering.

Masalah mulut kering khususnya, tak bisa dianggap sepele. Kebersihan mulut Anda terjaga karena liur membawa bakteri pada celah gigi. Jika mulut kering, bakteri dapat bertahan sehingga gigi rentan membusuk dan berlubang.

Masalah gigi yang sering menimpa wanita biasanya berhubungan dengan perubahan hormon sehingga sukar untuk diatasi ataupun dicegah. Akan tetapi, Anda bisa mengurangi risikonya dengan selalu menjaga kebersihan mulut dan gigi.

Sikatlah gigi Anda paling tidak dua kali sehari. Gunakan benang gigi untuk membersihkan celah gigi dan area yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Lengkapi dengan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hormones and Dental Health: What Every Woman Needs to Know. https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/h/hormones Diakses pada 16 Agustus 2019.

Swollen Gums During Pregnancy (Also known as Pregnancy Gingivitis). https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/swollen-gums-during-pregnancy/ Diakses pada 16 Agustus 2019.

Hormones and Oral Health. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11192-hormones-and-oral-health Diakses pada 16 Agustus 2019.

Oral health. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/oral-health Diakses pada 16 Agustus 2019.

Mariotti, A. (2012). The ambit of periodontal reproductive endocrinology. Periodontology 2000, 61(1), pp.7-15.

Foto Penulis
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 10/09/2019
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x