home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bagaimana Proses Pemasangan Behel atau Kawat Gigi?

Bagaimana Proses Pemasangan Behel atau Kawat Gigi?

Gigi yang kurang rapi tidak hanya membuat wajah Anda menjadi kurang menarik, namun ternyata juga menyimpan masalah kesehatan mulut. Pasang behel atau kawat gigi merupakan salah satu solusi bagi Anda. Berikut tahapan step-by-step dalam proses pemasangan kawat gigi.

Prosedur pasang behel atau kawat gigi

1. Konsultasi ke dokter gigi

Sebelum Anda memasang kawat gigi, Anda harus melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan sinar X untuk melihat kondisi gigi Anda. Dari hasil pemeriksaan tersebut dokter gigi akan menilai apakah Anda memerlukan kawat gigi atau tidak.

Dokter gigi akan berdiskusi dengan Anda mengenai pilihan terapi yang tepat dan perkiraan berapa lama terapi akan dilakukan. Setelah itu buatlah janji pertemuan berikutnya untuk pemasangan kawat gigi.

2. Prosedur pemasangan kawat gigi

Sebelum kawat gigi dipasang, permukaan gigi Anda akan dibersihkan, dihaluskan dan dikeringkan agar kawat gigi dapat melekat dengan baik. Sebuah lem kemudian akan dipasang pada permukaan gigi Anda. Setelah itu kawat gigi akan dipersiapkan.

Pada kawat gigi terdapat bracket yang berfungsi sebagai ‘jangkar’ bagi kawat gigi. Bracket juga akan dipasang lem, lalu dilekatkan ke gigi Anda pada tempat yang telah ditentukan sebelumnya. Kelebihan lem akan dibersihkan. Lem tersebut akan disinari dengan cahaya berkekuatan tinggi agar lem menjadi keras sehingga kawat gigi tidak mudah lepas.

Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit tergantung dari tingkat keparahan kondisi gigi Anda.

3. Yang Anda rasakan selama proses pasang behel

Setelah pemasangan kawat gigi, Anda akan merasa tidak nyaman karena kawat gigi yang menarik gigi Anda akan menimbulkan rasa nyeri terutama 4-6 jam setelah prosedur selesai. Nyeri akan bertahan hingga 3-5 hari dan setelah itu akan mulai berkurang. Dokter akan memberikan obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri.

Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lunak agar tidak menimbulkan rasa nyeri yang berlebihan.

4. Kontrol rutin

Kontrol rutin ke dokter gigi perlu dilakukan bagi Anda yang memasang kawat gigi. Seiring dengan berjalannya waktu, kawat gigi dapat menjadi longgar sehingga tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengubah posisi gigi Anda.

Anda dianjurkan kontrol rutin untuk melihat perkembangan gigi Anda sekaligus untuk mengencangkan kembali kawat gigi Anda setiap 3-10 minggu tergantung jenis kawat gigi yang Anda gunakan. Kawat gigi modern memiliki daya tahan yang lebih baik sehingga tidak memerlukan kontrol rutin yang terlalu sering.

5. Pelepasan kawat gigi dan perawatan setelah pelepasan

Setelah dokter gigi memastikan bahwa terapi telah selesai, maka kawat gigi akan dilepas. Secara perlahan lem yang telah keras akan dipecah dengan hati-hati. Sisa lem yang masih melekat pada permukaan gigi akan dibersihkan secara hati-hati.

Setelah pelepasan kawat gigi, Anda diharuskan untuk menggunakan alat yang disebut sebagai retainer. Alat ini digunakan di dalam mulut untuk mencegah gigi Anda kembali ke posisi semula. Retainer harus digunakan selama 6 bulan tanpa dilepas, setelah 6 bulan maka Anda boleh menggunakan retainer pada malam hari saja saat tidur.

Waktu terbaik untuk memasang behel

Menurut Dr. Thomas J. Salinas, D.D.S, dikutip dari Mayo Clinic, biasanya kawat gigi dapat mulai dipasang pada anak ketika semua gigi susunya sudah tanggal. Anda dapat mulai berkonsultasi ke dokter gigi ketika anak berusia tujuh tahun untuk mendapat evaluasi mengenai penggunaan behel.

Namun konsultasi tersebut bukan berarti anak akan langsung dipasangkan behel. Hal ini dilakukan untuk mengetahui masalah yang menyebabkan gigi berantakan sehingga dokter dapat menentukan jenis perawatan apa yang paling sesuai dan efektif.

Pada umumnya, gigi permanen akan tumbuh sempurna pada usia 8 hingga 14 tahun. Saat inilah pemasangan behel dapat dilakukan.

Dr. Thomas menambahkan bahwa waktu terbaik untuk memasang behel bergantung pada tingkat keparahan dan penyebab gigi berantakan. Dengan kata lain, sebenarnya tidak ada waktu atau usia pasti mengenai kapan memasang behel. Sebagian anak bahkan sudah mulai menggunakan behel di usia enam tahun.

Apakah orang dewasa juga bisa pakai behel?

Orang dewasa dapat memasang dan melakukan perawatan menggunakan kawat gigi dengan berbagai alasan. Mulai dari kondisi medis hingga sebagai kosmetik.

Menurut American Association of Orthodontists yang dikutip dari Health.harvard.edu, satu dari lima orang yang memasang behel berusia di atas 18 tahun.

Namun, jika Anda berniat untuk memasang behel, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Gigi orang dewasa sudah tidak akan tumbuh lagi, sehingga sebagian perubahan struktur gigi tidak bisa dicapai tanpa operasi.
  • Proses pembenahan atau perawatan menggunakan kawat gigi dapat berlangsung lebih lama dibandingkan dengan anak-anak. Meski proses pembenahan berbeda-beda bagi setiap orang, rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu selama dua tahun.
  • Jika penggunaan behel disertai perawatan dental lainnya, Anda perlu menemui dokter gigi lebih sering agar tidak terjadi efek samping, contohnya seperti penyakit gusi.

Hal penting yang perlu diketahui sebelum pasang behel

Behel memang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di awal pemasangannya. Akan tetapi, behel gigi bisa membantu Anda mengatasi berbagai masalah gigi dan mulut. Nah, berikut hal-hal yang harus Anda ketahui sebelum pasang behel gigi.

1. Rata-rata orang memakai kawat gigi selama dua tahun

Umumnya orang memakai kawat gigi selama dua tahun. Namun, durasi pemakaian behel masing-masing orang bisa berbeda. Ini tergantung kondisi gigi Anda masing-masing.

Ada pilihan metode terapi gigi yang lebih cepat. Akan tetapi, biasanya pilihan tersebut tidak direkomendasikan kecuali gigi Anda benar-benar dalam keadaan sehat dan kuat. Selain itu, biasanya terapi tersebut lebih menyakitkan dibandingkan terapi kawat gigi pada umumnya.

Pasalnya, metode terapi ini melibatkan operasi kecil pada rahang Anda. Jadi, meskipun terapinya berlangsung hanya sekitar enam bulan, proses penyembuhannya terasa lebih tidak nyaman.

2. Usahakan untuk tidak ganti dokter gigi

Lamanya durasi penggunaan behel menyebabkan Anda berisiko ganti dokter gigi. Oleh karena itu sebelum pasang behel gigi, sebaiknya pertimbangkan dulu apakah Anda bisa rutin kontrol ke dokter gigi yang sama dalam jangka waktu yang panjang.

Setelah kontrak lama diputus, Anda harus membuat kontrak perjanjian baru dengan dokter gigi berikutnya. Sekali lagi, sebagian besar dokter gigi tidak keberatan melanjutkan perawatan yang sudah Anda jalani bersama dokter gigi sebelumnya.

Namun, ada pula dokter gigi yang mewajibkan untuk memulai terapi lagi dari awal meskipun Anda sudah pernah pasang behel gigi sebelumnya. Ini tentu akan memakan biaya lagi yang tidak murah.

3. Behel plastik yang transparan belum tentu baik untuk Anda

Banyak pasien, terutama anak-anak dan remaja, menginginkan behel plastik yang transparan atau “invisible”. Memang ada behel khusus dari plastik yang tidak begitu terlihat ketika dipasang. Namun, tidak semua pasien dianjurkan untuk menggunakan behel plastik tersebut.

Akan lebih baik jika Anda mengikuti saran dari dokter gigi daripada memaksakan pakai behel plastik yang transparan. Jika dipaksakan, kemungkinan hasilnya tidak maksimal. Anda pun harus kembali ke jenis kawat gigi yang sesuai dengan kebutuhan gigi Anda.

4. Nyeri setelah pasang behel gigi itu wajar

Rasa sakit saat pasang behel gigi mungkin menghantui benak Anda. Bagaimana pun, Anda pasti akan merasa tidak nyaman dengan kawat gigi baru Anda. Proses pemasangan kawat gigi sendiri dapat menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman akibat tekanan dari kawat untuk memperbaiki atau merapikan gigi Anda.

Namun, jangan khawatir. Dokter gigi akan memberikan obat pereda nyeri untuk membantu Anda mengurangi rasa sakit tersebut. Rasa tidak nyaman ini akan hilang dalam waktu beberapa minggu. Anda pun akan mulai merasa nyaman dengan kawat gigi Anda setelahnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Canadian Dental Association. (2020). Retrieved 30 September 2020, from http://www.cda-adc.ca/en/oral_health/procedures/orthodontics/ 

Dental braces – Mayo Clinic. (2019). Retrieved 30 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/braces/about/pac-20384607#

Dental Braces Treatment Details | Removal & Recovery. (2020). Retrieved 30 September 2020, from https://www.yourdentistryguide.com/braces-procedure/ 

Dental braces: When to start. (2020). Retrieved 30 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/braces/expert-answers/dental-braces/faq-20058192 

Dental, C. 10 Important Things to Know Before You Get Dental Braces. Retrieved 23 August 2017, from https://www.carefreedental.com/resources/27-braces/181-10-important-things-to-know-before-you-get-dental-braces 

Getting Braces: Top Things You Need To Do Before. (2019). Retrieved 23 August 2017, from https://orthodonticsaustralia.org.au/top-things-to-do-before-get-braces/ 

Nemours KidsHealth. (2016). The Basics of Braces (for Parents). Retrieved May 28, 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/braces.html 

Orthodontics Treatment Options. (2020). Retrieved 30 September 2020, from https://www.dentalassociates.com/our-services/braces-orthodontics/treatment-options 

Publishing, H. (2020). Are you too old for braces? – Harvard Health. Retrieved 30 September 2020, from https://www.health.harvard.edu/oral-health/are-you-too-old-for-braces

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Thendy Foraldy Diperbarui 05/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri