Panduan Memilih Jenis Kawat Gigi Terbaik dan Sesuai untuk Senyum Indah Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Bagi beberapa orang, kondisi gigi berantakan dan tidak rapi bisa mengganggu dan menurunkan kepercayaan diri. Salah satu solusi untuk membuat gigi kembali rapi dan rata adalah dengan memasang behel atau kawat gigi. Jenis-jenis kawat gigi yang beragam harus dipilih dengan tepat supaya tidak salah. Mari cari tahu tips memilih kawat gigi yang sesuai kondisi Anda. 

Berbagai jenis kawat gigi dan tips memilih sesuai kebutuhan Anda

Menurut American Dental Association, merapikan dan meluruskan gigi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jenis perawatan gigi untuk memperbaiki gigi sesuai yang Anda inginkan sebenarnya tergantung pada kondisi gigi dan tentu saja finansial Anda. 

Supaya tidak salah pilih, ada beberapa macam-macam kawat gigi yang perlu Anda ketahui kekurangan dan kelebihannya. Tips yang akan disajikan berikut dapat membantu untuk memilih behel mana yang tepat untuk gigi Anda. 

Berikut beberapa jenis behel gigi dan gambarnya yang berguna sebagai bahan pertimbangan Anda sebelum merapikan dan meratakan gigi.

1. Kawat gigi konvensional

memakai kawat gigi

Kawat gigi berbahan metal mungkin adalah yang paling sering Anda jumpai untuk meluruskan dan memperbaiki kondisi gigi. 

Kawat gigi konvensional ini biasanya akan terasa berat di awal karena memberikan tekanan agar gigi dapat berpindah ke tempat yang lebih ideal. Sensasi berat tersebut juga dipengaruhi oleh bahan kawat gigi berupa bracket logam, karet elastis, dan kabel baja.

Manfaat kawat gigi yang sudah dikenal lama ini dipercaya cukup efektif mengatasi masalah gigi dan rahang. Selain itu, bracket gigi pada behel konvensional juga tersedia dalam berbagai warna yang bisa Anda pilih sesuai selera. 

Akan tetapi, tidak jarang para pengguna kawat gigi ini mengeluhkan rasa sakit ketika memakainya bahkan merasa kesulitan dalam mengunyah. Makanan pun lebih berisiko menempel pada kawat dan bracket gigi. 

Lama perawatan: 1-3 tahun, tergantung kondisi gigi Anda. 

Biaya:

  • Rp7,5-20 juta untuk pemasangan
  • 2 tahun perawatan, dengan biaya konsultasi dokter gigi per bulan Rp200-500 ribu
  • Total: Rp12-32 juta 

Setelah perawatan kawat gigi selesai, Anda perlu menggunakan perawatan lain yang bernama retainer. Retainer bertugas untuk menahan posisi baru gigi Anda yang sudah ideal setelah kawat gigi dilepas.

Retainer akan menjaga gigi Anda untuk bergerak ke posisi yang tidak diinginkan agar hasil perawatan kawat gigi selama bertahun-tahun dapat membuahkan hasil yang maksimal.

2. Behel transparan (invisalign)

cara meratakan gigi invisalign

Selain kawat gigi, salah satu jenis behel yang bisa dijadikan pilihan adalah behel transparan yang kini cukup populer sebagai alternatif kawat gigi konvensional. 

Behel transparan atau yang dikenal juga sebagai invisalign merupakan salah satu terobosan baru dalam dunia kedokteran gigi dan cukup efektif merapikan gigi Anda agar selaras. 

Keuntungan dari penggunaan behel transparan adalah tidak merusak penampilan atau membuat tampilan gigi Anda terlalu mencolok. 

Hal tersebut dikarenakan orang-orang bahkan tidak akan menyadari bahwa Anda sedang memakai behel berkat warnanya yang transparan. Selain itu, Anda juga dapat melepaskannya saat makan atau sikat gigi dengan mudah. 

Namun, untuk memilih behel transparan ada tips yang bisa Anda ikuti. Berhati-hati memilih behel transparan, apalagi saat ini banyak iklan berseliweran dan menawarkan harga murah. 

Meski sepintas sama, kualitas bahan yang digunakan berbeda. Pilihlah behel transparan dari produsen terpercaya yang sudah tersertifikasi secara internasional. Berkonsultasilah pada dokter gigi yang tepat dan spesialis dalam menangani prosedur behel transparan.

Pastikan juga Anda mendapatkan simulasi senyum Anda nantinya sebelum Anda memutuskan memilih produk behel transparan.

Lama perawatan: 3-9 bulan (beberapa ada yang sampai 30 bulan, tergantung kondisi gigi)

Biaya: Rp10-75 juta

Sebagai catatan, beberapa produsen behel transparan berharga murah menjual produknya mulai dari harga Rp7,5 juta karena ada perbedaan kualitas yang digunakan. Pastikan Anda memilih kualitas yang terbaik. 

Meski dengan harga yang cukup besar di awal, memilih behel transparan berkualitas merupakan sebuah investasi jangka panjang. Behel transparan berkualitas juga dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut serta memperbaiki penampilan di kemudian hari.

3. Kawat gigi keramik

cara merapikan gigi

Pilihan lain selain jenis kawat gigi berbahan metal, yakni behel keramik. Dibandingkan kawat gigi metal atau baja, behel ini lebih tak terlihat. 

Hal ini karena biasanya, bracket gigi pada jenis behel ini terbuat dari bahan yang bening atau warna serupa dengan gigi. Meski begitu, kawat untuk meratakan gigi akan tetap terlihat.

Walaupun demikian, kawat gigi keramik lebih mudah berubah warna ketika Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang menimbulkan noda gigi, seperti kopi dan teh. Hal ini karena Anda tidak bisa melepasnya saat makan atau minum.

Tidak hanya itu, behel yang satu ini lebih rapuh dan mudah pecah sehingga membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk bekerja dalam merawat gigi. 

Lama perawatan: 1-3 tahun

Biaya: Rp20-50 juta

4. Kawat gigi lingual

perawatan ortodontik

Tidak hanya behel keramik, Anda juga bisa memilih behel lingual untuk menyembunyikan fakta bahwa Anda sedang memakai kawat gigi. 

Kawat gigi lingual merupakan behel yang diletakkan pada belakang gigi, sehingga ketika bercermin pun Anda tidak dapat melihatnya. 

Fungsinya sebenarnya sama seperti behel biasa, tetapi harganya jauh lebih mahal dari kawat gigi metal dan keramik. Hal ini karena pemasangannya jauh lebih rumit.

Selain itu, bagi Anda yang memiliki gigi kecil, mungkin sebaiknya menghindari jenis behel satu ini karena dapat menghalangi lidah Anda. 

Lama perawatan: 1-3 tahun

Biaya: Rp22-30 juta

Setelah perawatan kawat gigi lingual selesai, dokter gigi Anda mungkin akan menyuruh Anda untuk menggunakan retainer. 

Sama halnya dengan fungsi retainer setelah memakai kawat gigi metal, retainer bekerja untuk menjaga posisi ideal gigi Anda sepanjang hari.

5. Kawat gigi self-ligating (damon)

merapikan gigi berantakan

Pada dasarnya kawat gigi damon atau self-ligating memiliki tampilan yang mirip seperti kawat gigi konvensional. 

Namun, yang menjadi pembeda antara keduanya adalah jenis kawat gigi ini tidak menggunakan karet elastis, melainkan klip khusus untuk menahan posisi kawat baja pada masing-masing bracket gigi.

Hal ini dapat meminimalisir gesekan dan memudahkan Anda saat menyikat gigi selama mengikuti prosedur perawatan ortodontik ini. Rasa sakit yang ditimbulkan pun diklaim lebih ringan dibanding jenis konvensional.

Kelebihan lain dari kawat gigi self-ligating adalah bracket-nya yang juga tersedia dalam pilihan keramik atau transparan sehingga tidak terlalu mengganggu penampilan.

Lama perawatan: 1-3 tahun

Biaya: Rp10-30 juta

Setelah mengetahui tips memilih kawat gigi atau behel berdasarkan jenisnya, konsultasikanlah masalah gigi Anda kepada dokter gigi atau ortodontis untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Jika Anda berniat merapikan gigi tanpa terlihat mencolok, mungkin behel transparan adalah solusi yang paling tepat. Namun, pastikan Anda memilih produsen behel yang sudah dikenal di dunia internasional dan teruji secara klinis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Rapikan Gigi yang Renggang dengan Behel Transparan

Gigi yang renggang biasanya diatasi dengan pasang kawat gigi. Ternyata tidak hanya itu saja, memakai behel transparan juga bisa mengatasi gigi renggang.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Konten Bersponsor
gigi renggang behel transparan
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 15 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Tips Menggunakan Behel Transparan Agar Hasilnya Optimal

Anda tentu mengharapkan hasil yang optimal selama menggunakan behel transparan. Supaya memuaskan, simak tips-tipsnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Konten Bersponsor
memakai behel transparan
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 14 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Keunggulan Pakai Behel Transparan, Jangan Sampai Dilewatkan

Susunan gigi yang berantakan bisa diatasi dengan behel transparan. Bila Anda tertarik, simak keunggulan dari behel transparan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Konten Bersponsor
keunggulan behel transparan
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 14 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Baru Pasang Behel? Ini 3 Jenis Makanan yang Harus Anda Hindari

Lamanya perawatan behel gigi ternyata dipengaruhi oleh makanan yang Anda makan, lho! Berikut daftar makanan yang harus dihindari ketika pakai behel gigi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 20 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
senyum tingkatkan kepercayaan diri

Pentingnya Punya Senyum Indah untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
merapikan gigi pakai behel

Mau Merapikan Gigi, tapi Tak Pede Pakai Behel? Ini Solusinya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
risiko meratakan gigi rumah

Risiko Meratakan Gigi dengan Behel Transparan Berkualitas Rendah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
pakai behel berapa lama

Harus Berapa Lama Pakai Behel Transparan Sampai Gigi Rapi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit