home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

10 Hal yang Menjadi Penyebab Gusi Anda Berdarah

10 Hal yang Menjadi Penyebab Gusi Anda Berdarah

Pernah kebingungan melihat gusi berdarah saat menyikat gigi? Selama ini mungkin Anda hanya menganggapnya sebagai hal sepele. Namun, hati-hati karena gusi berdarah juga bisa menjadi tanda dari berbagai penyakit serius. Mengetahui berbagai penyebab gusi berdarah dapat membantu menentukan pengobatan yang tepat jika sewaktu-waktu Anda mengalaminya.

Apa saja penyebab gusi berdarah?

Gusi yang sehat seharusnya berwarna merah muda dan bertekstur padat dengan permukaan yang halus. Gusi yang sehat juga tidak akan mudah berdarah apabila tergesek atau tertekan. Namun, gusi selayaknya gigi, rentan bermasalah apabila tidak dijaga dengan baik. Gusi rentan bengkak dan berdarah ketika mengalami peradangan.

Sebelum hal itu terjadi, area di sekitar gusi yang bermasalah biasanya akan membentuk kantung-kantung yang memisahkan gusi dengan gigi. Seiring peradangan terus berlanjut, kantung akan terbentuk semakin dalam dan dapat menyebabkan infeksi parah di rongga mulut. Risiko perdarahan pada gusi pun tidak dapat dihindari.

Secara umum, berikut berbagai penyebab gusi berdarah yang perlu Anda waspadai.

1. Jarang sikat gigi

penyebab mulut kering

Jika Anda termasuk orang yang malas atau jarang sikat gigi, ini bisa jadi penyebab gusi Anda sering berdarah.

Bukan tanpa alasan banyak ahli yang menekankan setiap orang rajin sikat gigi dua kali sehari. Semakin jarang Anda menggosok gigi, lapisan plak yang menutupi permukaan gigi akan semakin menebal dan mengeras.

Plak adalah kotoran gigi yang mengandung banyak bakteri. Plak muncul karena sisa-sisa makanan yang tertinggal di permukaan gigi atau celah gigi yang tidak dibersihkan dengan baik. Nah, plak inilah yang memicu peradangan pada gusi dan kemudian menjadi penyebab gusi Anda berdarah.

2. Menyikat gigi terlalu keras

Obat gusi berdarah

Menyikat gigi sekuat tenaga tidak akan menjamin gigi pasti menjadi bersih mengkilap. Menyikat gigi terlalu keras dan kencang justru dapat menyebabkan gusi Anda berdarah.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, gusi kita terdiri dari jaringan lunak yang tipis. Gesekan atau benturan yang keras dapat menyebabkan gusi luka, sehingga memicu perdarahan.

Oleh karena itu, sikat gigilah dengan santai dan perlahan. Perhatikan juga teknik menyikatnya agar pasti bersih meski pelan-pelan. Hindari menyikat gigi dengan gerakan maju mundur seperti sedang menyetrika pakaian. Gosoklah gigi Anda dengan gerakan memutar dari atas ke bawah selama 20 detik untuk setiap sisi.

Jangan lupa, gunakan sikat gigi yang berbulu lembut. Bulu sikat yang kasar dapat melukai gusi sehingga rentan menyebabkan gusi berdarah. Pastikan juga bahwa lebar kepala sikat yang Anda gunakan pas dengan lebar mulut Anda.

3. Teknik flossing tidak tepat

Membersihkan gigi hanya dengan menyikat gigi saja tidak cukup. Anda masih butuh flossing, yaitu membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau bulu sikat dengan memakai benang gigi.

Namun, masih banyak orang yang belum sadar teknik flossingnya masih kurang tepat. Ada yang terlalu buru-buru atau justru terlalu kencang menarik ulur benang di antara sela gigi. Cara flossing yang salah dapat menjadi penyebab gusi Anda luka dan berdarah.

Maka dari itu, pastikan Anda menerapkan teknik flossing yang benar. Caranya mudah, Selipkan benang di antara sela gusi dan gigi dengan perlahan. Benang jangan ditarik kencang agar muat masuk ke celahnya. Lalu tekan dan geser benang secara perlahan. Setelah itu, lepaskan benang dengan lembut.

Selanjutnya kumur-kumur untuk membilas gigi Anda yang sudah dibersihkan. Biasakan flossing setiap kali Anda selesai menggosok gigi.

4. Kebiasaan merokok

cara berhenti merokok

Kebiasaan merokok sudah terbukti merusak kesehatan tubuh. Termasuk juga kesehatan gigi dan mulut. Center for Diseases Control and prevention (CDC) bahkan mengatakan bahwa perokok aktif bisa dua kali lebih berisiko mengalami penyakit gusi (periodontitis) ketimbang orang yang tidak merokok.

Risiko ini muncul karena rokok mengandung racun dan bahan kimia berbahaya yang dapat memicu maraknya pertumbuhan bakteri jahat dalam mulut. Ini membuat Anda akan lebih mudah terkena infeksi yang dapat menyebabkan gusi meradang, bengkak, dan akhirnya berdarah.

Merokok juga melemahkan sistem imun tubuh untuk melawan bakteri jahat penyebab infeksi. Sistem imun yang lemah pada akhirnya dapat membuat jaringan gusi yang terlanjur rusak jadi sulit diperbaiki. Maka jika suatu saat gusi mengalami cedera akan lebih rentan berdarah dan bengkak.

5. Kekurangan vitamin C dan K

vitamin c dan zinc

Anda rajin sikat gigi dan flossing, juga tidak merokok, tapi gusi tetap masih saja bermasalah? Bisa jadi penyebab gusi berdarah yang Anda alami karena tubuh kekurangan vitamin C dan K.

Vitamin C dan K adalah dua vitamin yang penting untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun sayang, masih banyak orang yang kekurangan asupan kedua vitamin tersebut.

Vitamin C berperan untuk meningkatkan sistem imun tubuh sehingga akan lebih kuat melawan bakteri penyebab infeksi gusi. Tubuh Anda juga membutuhkan asupan vitamin C untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Sementara itu, vitamin K dibutuhkan tubuh untuk proses pembekuan darah. Tanpa asupan vitamin K yang cukup, Anda akan lebih mudah berdarah meski hanya dari luka gores kecil.

Asupan kedua vitamin ini sebenarnya mudah ditemui dalam makanan sehari-hari. Anda bisa mendapatkan vitamin C dari buah-buahan sitrus seperti jeruk dan lemon, jambu biji, pepaya, kiwi, stroberi, nanas, dan mangga. Sementara sayuran berdaun hijau seperti brokoli, bayam, sawi, kubis, timun, dan selada mengandung vitamin K yang cukup tinggi.

Vitamin K juga banyak terkandung dalam kacang-kacangan, daging, telur, susu, dan produk olahan susu seperti keju, yogurt, dan kefir.

6. Perubahan hormon

lama masa menstruasi pendek

Perubahan hormon yang dialami perempuan selama masa puber, kehamilan, menstruasi, hingga menopause dapat memengaruhi kondisi gusi dan mulutnya secara menyeluruh.

Hal ini terutama dipicu oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron selama masa-masa tersebut yang dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk gusi. Aliran darah yang makin deras menyebabkan jaringan gusi menjadi kemerahan, melunak, dan bengkak sehingga lebih mudah berdarah.

Perubahan hormon ini kemudian juga mengubah respons tubuh terhadap racun yang dihasilkan oleh bakteri penyebab plak. Nah, karena inilah, wanita cenderung lebih mudah untuk mengalami penyakit gusi ketimbang pria.

Khususnya pada ibu hamil, perubahan hormon tubuhnya dapat ikut melemahkan sistem imun mereka sehingga jadi lebih rentan mengalami infeksi gusi. Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) melaporkan bahwa ibu hamil berisiko lebih tinggi mengalami gingivitis pada trimester awal kehamilan.

7. Gingivitis

obat gusi bengkak

Radang gusi (gingivitis) adalah masalah mulut yang paling sering menjadi penyebab gusi berdarah. Kondisi ini menyebabkan gusi meradang dan bengkak hingga mudah berdarah. Kadang, gingivitis juga dapat menyebabkan rasa nyeri dan ngilu intens pada gusi yang bermasalah.

Gingivitis disebabkan oleh penumpukan plak (lapisan lengket mengandung bakteri) yang menutupi permukaan gigi. Plak dapat muncul jika Anda malas gosok gigi setelah makan.

Dibiarkan terus menerus, plak dapat mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Lambat laun, karang gigi dapat menyebabkan peradangan pada jaringan gusi di sekitarnya sehingga membuatnya rentan berdarah.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan kunci utama untuk mencegah radang gusi. Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride untuk membantu melindungi dan menjaga kekuatan gigi supaya tidak mudah mengalami kerusakan.

8. Periodontitis

gusi bernanah

Gingivitis yang tidak diobati dapat berkembang menjadi penyakit gusi atau periodontitis. Dengan kata lain, periodontitis merupakan penyakit lanjutan dari gingivitis.

Sayang, banyak orang yang tidak tahu mereka kena penyakit ini sehingga keluhannya sering diabaikan. Sebagian orang menyadari bahwa mereka terkena periodontitis ketika kondisinya sudah terlanjur parah dan mengalami komplikasi serius.

Periodontitis adalah infeksi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang yang menyokong gigi. Selain menyebabkan gigi tanggal atau copot, periodontitis juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan berbagai masalah kesehatan serius lainnya.

Maka sebelum terlambat, rajinlah periksa gigi di dokter gigi. Dokter gigi dapat segera memberi cara pencegahan atau perawatan yang tepat jika ia menemukan potensi masalah pada gigi dan mulut Anda.

8. HIV (Human Immunodeficiency Virus)

akibat diabetes

Penyebab gusi sering berdarah juga bisa terjadi karena Anda terdiagnosis memiliki HIV. Para ahli menyebutkan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) lebih berisiko mengalami masalah gigi dan mulut daripada orang lain.

Sejumlah masalah mulut yang paling sering dialami oleh ODHA adalah gusi berdarah, mulut kering, radang gusi, periodontitis, sariawan, herpes mulut, leukoplakia, dan karies gigi.

Selain karena sifat penyakitnya itu sendiri yang melemahkan sistem imun, efek pengobatannya pun juga demikian. Akibatnya tubuh ODHA akan lebih sulit untuk melawan berbagai macam infeksi. Termasuk infeksi penyebab masalah gigi dan mulut. Hal ini dapat diperparah bila ODHA juga tidak merawat giginya dengan baik.

9. Diabetes

Masalah Gigi dan Mulut

Gusi yang sering bengkak dan berdarah bisa jadi pertanda Anda punya penyakit diabetes. Diabetes adalah penyakit kronis yang dapat memengaruhi seluruh tubuh, termasuk gigi dan mulut.

Bila Anda punya penyakit diabetes dan kadar gula darah sering tidak terkendali, Anda akan lebih rentan terkena penyakit gusi dibanding mereka yang mampu mengontrol gula darahnya dengan baik. Kenapa begitu?

Kadar gula darah tinggi dapat melemahkan sistem imun untuk melawan bakteri dalam mulut. Alhasil, plak gigi akan semakin mudah terbentuk yang kemudian membuat gusi menjadi meradang dan terinfeksi.

Selain itu, diabetes juga dapat memperburuk sirkulasi darah. Terlebih jika Anda juga merokok. Sirkulasi darah yang buruk ini akan menghambat suplai darah segar beroksigen ke bagian tubuh yang membutuhkan, termasuk gusi. Hal ini menyebabkan Anda lebih mudah untuk mengalami infeksi.

10. Gangguan pembekuan darah

berkumur pakai mouthwash

Bila Anda punya riwayat penyakit terkait masalah pembekuan darah, Anda lebih berpeluang untuk mengalami gusi berdarah. Leukimia (kanker darah), hemofilia, dan trombositopenia merupakan beberapa penyakit gangguan pembekuan darah yang bisa jadi penyebab gusi Anda sering berdarah.

Ketiga penyakit tersebut menyebabkan tubuh kesulitan untuk mengendalikan perdarahan ketika Anda mengalami luka. Luka gores yang kecil mungkin saja dapat membuat Anda mengalami perdarahan yang parah.

Segera ke dokter gigi jika gusi sering berdarah

penyebab gusi berdarah

Seperti yang sudah dijabarkan di atas, ada banyak hal yang bisa jadi penyebab gusi Anda berdarah. Dari hal-hal kecil di keseharian kita yang sebenarnya bisa dicegah sampai tanda masalah medis serius.

Maka, jangan tunda untuk cek ke dokter gigi jika setelah mengubah kebiasaan pun gusi Anda masih sering berdarah.

Apalagi jika Anda juga mengalami serangkaian gejala lain yang tidak normal atau tidak biasa, seperti:

  • Demam tinggi yang berlangsung beberapa hari.
  • Rasa sakit yang intens dan tajam meski sudah minum obat pereda nyeri.
  • Sensasi tidak enak di mulut karena merasakan adanya benjolan pembengkakan (abses).
  • Bau mulut parah akibat adanya cairan beraroma busuk yang keluar dari gusi atau mulut.
  • Kesulitan membuka mulut sehingga sulit menggigit, mengunyah, dan bahkan berbicara.

Dokter gigi akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan apa penyebab gusi Anda sering berdarah. Dengan mengetahui penyebabnya, dokter pun akan lebih mudah menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Rutin konsultasi ke dokter gigi merupakan cara terbaik untuk memeriksa dan merawat gigi Anda agar selalu bersih serta sehat. Biasakan untuk menjadwalkan sesi konsultasi di dokter gigi setiap 6 bulan sekali, terlepas ada tidaknya keluhan yang Anda rasakan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2019). The Basics of Gum ProblemsWebMD. Retrieved 21 June 2019, from https://www.webmd.com/oral-health/guide/gum-problem-basics-sore-swollen-and-bleeding-gums#2

gums, B. (2019). Bleeding gums: MedlinePlus Medical EncyclopediaMedlineplus.gov. Retrieved 21 June 2019, from https://medlineplus.gov/ency/article/003062.htm

Bleeding gums: Causes, Symptoms and Diagnosis. (2019). Healthline.com. Retrieved 21 June 2019, from https://www.healthline.com/symptom/bleeding-gums

Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2019). Bleeding Gums and Your HealthWebMD. Retrieved 21 June 2019, from https://www.webmd.com/oral-health/bleeding-gums-other-conditions#1

Hospital, N. (2019). Bleeding gums | Nicklaus Children’s Hospital Nicklauschildrens.org. Retrieved 21 June 2019, from https://www.nicklauschildrens.org/health-information-library/symptoms/bleeding-gums

Foto Penulis
Ditulis oleh Atifa Adlina pada 23/12/2020
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x