Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari Saat Pakai Behel

    Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari Saat Pakai Behel

    Setelah memutuskan untuk menggunakan kawat gigi alias behel, artinya Anda sudah berkomitmen untuk menyesuaikan makanan apa saja yang bisa dikonsumsi setelah pasang behel.

    Pasalnya, ada beberapa jenis makanan yang mudah menyangkut pada celah behel sehingga dapat menyebabkan kerusakan behel.

    Makanan yang boleh dimakan setelah pasang behel

    makan bubur

    Jenis makanan yang cocok untuk pengguna berbagai jenis behel adalah makanan bertekstur lunak. Berikut beberapa contohnya.

    1. Sayuran yang sudah dimasak

    Wortel, terong, brokoli, dan sayuran mentah sejenisnya tidak cocok dikonsumsi orang yang baru menggunakan behel karena teksturnya yang keras.

    Sayuran bertekstur keras dapat mengganggu fungsi behel. Oleh karena itu, Anda harus mengolahnya terlebih dahulu dengan cara direbus, dikukus, atau metode lainnya.

    2. Bubur

    Tekstur bubur yang lembut akan memudahkan Anda untuk mengonsumsinya selama memakai behel.

    Jika Anda bosan dengan bubur polos, ada pula kreasi resep bubur lainnya yang dapat dicoba, seperti bubur ayam, bubur sumsum, atau bubur kacang ijo.

    3. Telur

    Makanan selanjutnya yang cocok dikonsumsi setelah pasang behel adalah telur. Bahan makanan ini cukup padat, tapi tetap lembut dan mudah dikunyah.

    Tidak perlu khawatir kehabisan ide, Anda bisa mengolah telur menjadi berbagai bentuk, mulai dari telur rebus, telur orak-arik, telur mata sapi, hingga omelet.

    4. Ikan

    Dilansir dari laman Dentaly, kandungan asam lemak omega-3 pada ikan terbukti bersifat anti-inflamasi (antiradang).

    Ini artinya, mengonsumsi ikan dapat membantu mengurangi rasa sakit gigi dan pembengkakan. Keduanya merupakan keluhan yang wajar untuk seseorang yang baru saja memasang behel.

    Namun, ingat untuk mengolah ikan dengan benar supaya teksturnya tidak keras, misalnya dengan direbus atau dipresto.

    5. Kentang tumbuk

    Jika ingin mencari sumber karbohidrat pengganti nasi putih, Anda bisa mengonsusmi kentang tumbuk. Teksturnya yang lembut tidak akan mengganggu kinerja kawat gigi Anda.

    Usahakan untuk langsung menghaluskan kentang tepat setelah dikukus. Setelah itu, Anda bisa langsung memakannya tanpa menunggu terlalu dingin. Pasalnya, tekstur kentang akan mengeras saat sudah dingin.

    Makanan yang harus dihindari setelah pasang behel

    lebih baik apel atau pir

    Jika tidak ingin pemasangan behel berakhir sia-sia, penting untuk memerhatikan makanan apa yang bisa Anda konsumsi tiap harinya.

    Supaya kesehatan gigi selalu terjaga dan bentuk gigi yang Anda idam-idamkan usai memakai behel tercapai, hindari mengonsumsi beberapa jenis makanan berikut.

    1. Makanan keras

    Ketika sedang membicarakan makanan bertekstur keras, ini bukan tentang mengunyah es batu saja.

    Anda juga sebaiknya mengurangi sayur dan buah-buahan yang membuat Anda mengeluarkan tenaga ekstra saat mengunyahnya.

    Jika ingin mengonsumsinya, potonglah buah sampai berukuran sekali gigit. Sementara untuk sayuran, Anda bisa memasaknya terlebih dahulu.

    2. Makanan kenyal dan lengket

    Permen karet, gulali, dan boba juga sebaiknya Anda hindari saat baru saja memasang behel.

    Pasalnya, ketiga makanan ini memiliki tekstur kenyal dan lengket yang dapat dengan mudah menyangkut pada celah-celah kawat.

    Selain merusak kawat gigi, makanan ini akan menjadi sarang tumbuhnya bakteri mulut jika dikonsumsi terus-menerus. Bakteri kemudian akan memicu berbagai masalah pada gigi dan mulut.

    3. Kacang dan biji-bijian

    Makanan dengan ukuran terlalu kecil seperti biji-bijian sangat mudah terselip dalam celah behel. Saat sudah terselip, Anda juga akan kesulitan mengeluarkannya.

    Selain itu, beberapa jenis kacang-kacangan seperti almond, jagung kering, atau biji rami juga memiliki tekstur yang keras.

    Sebagai gantinya, konsumsi kacang atau biji-bijian yang sudah dihaluskan.

    4. Makanan berserat kasar

    Daging merah memiliki serat kasar yang membuat gigi harus bekerja ekstra, apalagi jika daging yang Anda olah alot.

    Selain itu, daging berserat kasar juga sering tersangkut pada celah kawat gigi. Jika daging tersangkut di sekitar gigi geraham, kawat pada gigi geraham juga akan menjadi longgar.

    Oleh karena itu, pastikan untuk memasak daging sampai benar-benar empuk. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengunyahnya. Anda juga bisa memilih alternatif sumber protein lain seperti ikan dan ayam.

    5. Makanan lainnya yang tidak cocok untuk pengguna behel

    Selain keempat jenis makanan di atas, beberapa makanan berikut juga sebaiknya Anda hindari setelah pasang behel.

    • Makanan bertekstur renyah, seperti keripik dan popcorn.
    • Permen dan makanan manis penyebab gigi ngilu, seperti es krim dan cokelat.
    • Makanan yang harus digigit sampai dalam, seperti jagung bakar.

    Anjuran makan seperti di atas tidak serta-merta menjadi batasan bagi Anda untuk mengonsumsi makanan berpola gizi seimbang.

    Sebagai solusinya, Anda dapat mencari makanan pengganti yang tidak kalah sehat. Dengan begitu, behel tidak akan mengganggu asupan gizi Anda.

    Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter terkait makanan apa saja yang boleh dikonsumsi dan perlu dihindari setelah pasang behel.

    Perhatikan makanan Anda usai memasang behel

    • Hindari makanan bertekstur keras, kenyal, dan lengket.
    • Perbanyak makanan bertekstur lembut seperti bubur dan kentang tumbuk.
    • Cari alternatif makanan supaya asupan gizi Anda tetap terpenuhi.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    15 Best Soft Foods for Braces: What Can You Eat with Braces?. (2022). Retrieved 15 November 2022, from https://www.dentaly.org/en/braces-for-adults/soft-foods-for-braces/

    Safe Eating With Braces: Foods to Eat and Foods to Avoid. (2021). Retrieved 15 November 2022, from https://orthodonticsaustralia.org.au/safe-foods-braces/

    Eating Concerns. (2022). Retrieved 15 November 2022, from https://www.mouthhealthy.org/en/nutrition/nutrition-concerns

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri Diperbarui Yesterday
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.