Panduan Perawatan Gigi yang Benar untuk Pemakai Behel

    Panduan Perawatan Gigi yang Benar untuk Pemakai Behel

    Sebagian dari Anda mungkin telah memahami pentingnya perawatan gigi mendasar untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Bagi pengguna behel, perawatan gigi yang diperlukan tentu lebih kompleks.

    Tidak sekedar untuk membersihkan, perawatan gigi berbehel juga bertujuan untuk mencegah infeksi pada gusi dan gigi selama pemakaian kawat gigi.

    Lalu, bagaimana cara merawat kawat gigi yang benar?

    Perawatan gigi bagi pengguna behel

    Tidak hanya melakukan kontrol rutin, Anda juga perlu membersihkan gigi sendiri di rumah dan menghindari beberapa jenis makanan.

    Ini penting supaya kawat gigi Anda tidak melukai atau justru merusak gigi Anda. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

    1. Rutin periksa ke dokter gigi

    memasang behel

    Jika Anda telah menggunakan kawat gigi permanen, kontrol rutin wajib dilakukan. Kontrol behel biasanya dilakukan setiap 3–6 minggu sekali atau sesuai jadwal yang diberikan dokter.

    Anda juga sebaiknya segera ke dokter gigi saat menemukan permasalahan pada kawat gigi Anda.

    Saat kontrol rutin, dokter gigi biasanya tidak hanya akan membersihkan gigi dan behel. Ia juga dapat melakukan perawatan lain, seperti

    • perekatan ulang bracket (bagian behel yang menempel pada gigi),
    • penggantian kawat,
    • pemasangan alat tambahan, atau
    • prosedur lain yang disesuaikan dengan kondisi gigi Anda.

    2. Sikat gigi dengan benar

    Sikat gigi biasanya dilakukan dua kali sehari. Namun, pada perawatan gigi behel, Anda dianjurkan menyikat gigi setiap selesai makan.

    Sikatlah gigi satu jam setelah makan. Pastikan untuk menyikat semua permukaan gigi, terutama bagian sela-sela gigi, sekitar kawat, dan bracket.

    Supaya hasilnya maksimal, gunakan sikat gigi khusus ortho dengan bulu sikat yang lebih halus, pendek, dan cekung pada bagian tengahnya.

    Selain itu, pastikan pasta gigi yang digunakan mengandung fluoride. Kandungan pasta gigi yang satu ini berguna untuk mencegah gigi berlubang.

    Penggunaan pasta gigi dengan kandungan bisabolol juga dianjurkan untuk mencegah radang gusi yang kerap terjadi saat pemasangan kawat.

    3. Gunakan mouthwash dan dental floss

    Tidak cukup dengan sikat gigi, Anda juga sebaiknya membersihkan gigi dengan obat kumur dan dental floss atau benang untuk gigi berbehel. Dengan begitu, area yang tidak terjangkau sikat gigi bisa lebih bersih.

    The American Association of Orthodontists (AAO) merekomendasikan pemakaian dental floss untuk membersihkan kotoran di sela-sela gigi, kawat, dan bracket.

    Jangan gunakan benang gigi terlalu kasar atau menekannya dengan keras karena ini dapat menimbulkan luka pada gusi.

    Untuk merawat kawat gigi, Anda cukup menggunakan mouthwash dan menggunakan dental floss setidaknya satu kali sehari setiap malam.

    4. Hindari makanan keras dan lengket

    Perawatan gigi dengan behel yang selanjutnya yaitu menghindari makanan bertekstur keras, terutama pada awal pemakaian kawat gigi.

    Menggigit makanan keras bisa menyebabkan pergeseran kawat gigi dan pengikisan email gigi. Diperlukan perawatan khusus untuk memperbaiki email gigi yang rusak.

    Jika ingin makan makanan yang bertekstur keras seperti buah, potonglah menjadi kecil-kecil supaya Anda bisa langsung mengunyahnya tanpa menggigit.

    Hindari juga kebiasaan buruk menggigit ujung kuku atau pensil yang juga tidak baik untuk kesehatan gigi dan mulut.

    Makanan kenyal dan lengket juga tidak baik untuk gigi berbehel karena mudah menempel pada kawat gigi dan susah dibersihkan. Jadi, hindari makanan seperti popcorn karamel, permen karet, atau gulali.

    5. Hindari minuman manis dan asam

    cara mengurangi minuman manis

    Selain membuat ginjal bekerja keras dan membahayakan kesehatan, minuman manis juga tidak baik untuk kawat gigi.

    Salah satu bahaya konsumsi minuman manis bagi kesehatan gigi ialah meningkatnya risiko gigi berlubang.

    Sementara itu, minuman dengan kandungan asam yang tinggi akan dengan mudah meluruhkan lapisan email pada gigi (erosi gigi).

    Perlu diketahui, pemasangan bracket logam akan menghilangkan mineral penting pada gigi sehingga email menjadi lebih rentan rusak.

    6. Gunakan pelindung gigi saat olahraga

    Dilansir dari laman American Dental Association, jika Anda memakai kawat gigi permanen, gunakan pelindung gigi yang didesain khusus untuk perlindungan behel selama olahraga.

    Anda bisa mendapat informasi lebih lanjut terkait pelindung gigi khusus olahraga dari dokter gigi.

    Mengapa seseorang memakai kawat gigi?

    Penyebab utama seseorang memasang kawat gigi yakni kelainan posisi gigi atau rahang, contohnya letak gigi yang tidak sesuai, berantakan, atau gigi yang terlalu bercelah.

    Selain karena posisi gigi, bentuk rahang yang terlalu maju atau mundur juga bisa menjadi alasan seseorang memasang behel.

    Tidak hanya untuk penampilan, penggunaan kawat gigi juga bisa dianjurkan pada kasus nyeri sendi rahang, kesulitan mengunyah, ataupun mengalami kesulitan berbicara.

    Dokter gigi perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebelum menentukan seberapa lama Anda harus memakai behel.

    Namun, pada umumnya pemakaian kawat gigi dilakukan selama 1,5 tahun. Konsultasikan hal ini langsung dengan dokter Anda.

    Apa saja efek samping penggunaan kawat gigi?

    cara merawat gigi behel, cara merawat kawat gigi, perawatan gigi behel

    Penggunaan behel gigi juga memiliki efek samping. Berikut merupakan beberapa kemungkinan umum yang dapat terjadi.

    • Gigi jadi lebih sulit dibersihkan.
    • Gusi meradang jika tidak rajin membersihkan gigi.
    • Gigi berlubang khususnya di sekitar bracket dan sela-sela gigi.
    • Rasa tidak nyaman atau sakit.
    • Gigi terasa goyang.

    Anda bisa membuat janji konsultasi untuk pemasangan kawat gigi di penyedia layanan perawatan ortodontik tepercaya yang dekat dari rumah Anda.

    Rasa nyeri pada area mulut dan gigi usai memasang behel merupakan hal yang wajar. Ini pasti membuat Anda merasa tidak nyaman, terutama pada awal masa pemasangan.

    Untuk mengatasi nyeri akibat behel gigi, Anda bisa mengonsumsi obat nyeri dengan meminta rekomendasi pada dokter Anda.

    Perawatan kawat gigi yang tepat juga menjadi kunci supaya nyeri tidak terasa semakin kuat dan Anda mendapatkan hasil maksimal.

    Cara merawat gigi pengguna behel

    • Rutin periksa ke dokter gigi
    • Sikat gigi dengan benar
    • Gunakan mouthwash dan dental floss
    • Hindari makanan bertekstur keras, lengket, manis, dan asam
    • Gunakan pelindung gigi saat olahraga

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Soft drinks and braces: A recipe for disaster. (2017). Orthodontist London | Forest&Ray Orthodont… | Orthodontics in London. Retrieved 21 Oktober 2022 from  https://orthodonticsinlondon.co.uk/blogs/soft-drinks-and-braces-a-recipe-for-disaster.html

    How to care for your teeth when you have braces. (2022). HealthHub. Retrieved 21 Oktober 2022 from https://www.healthhub.sg/live-healthy/2061/how-to-care-for-your-teeth-when-you-have-braces

    Caring for braces: Top tips on caring and wearing braces. (2021, August 26). Orthodontics Australia. Retrieved 21 Oktober 2022 from https://orthodonticsaustralia.org.au/caring-for-braces/

    Athletic mouth protectors Mouthguards. (2022). American Dental Association. Retrieved 21 Oktober 2022 from https://www.ada.org/resources/research/science-and-research-institute/oral-health-topics/athletic-mouth-protectors-mouthguards

    Consumer. (2020). Six must-haves for cleaning teeth with braces or Aligners when you’re on the go. American Association of Orthodontists. Retrieved 21 Oktober 2022 from https://www.aaoinfo.org/blog/six-must-haves-for-cleaning-teeth-when-youre-on-the-go/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri Diperbarui 2 days ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa