Tak Cukup Dengan Sikat, Benang Gigi Wajib Dipakai Oleh Pengguna Behel

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Faktanya, menggunakan behel membuat Anda harus tambah rajin membersihkan gigi. Bahkan, pengguna behel tidak cukup membersihkan gigi hanya dengan sikat gigi. Ya, mungkin Anda merasa jadi lebih susah menyikat gigi setelah menggunakan behel. Maka itu, Anda harus siap benang gigi supaya mulut dan gigi Anda bersih.

Pentingnya dental floss bagi pengguna behel

kelebihan kekurangan pakai kawat gigi alias behel

Membersihkan gigi saat Anda sedang menggunakan kawat gigi ini hukumnya sangat wajib. Sebab, risiko menumpuknya plak dan kotoran akan lebih mudah terjadi saat Anda menggunakan kawat gigi daripada tidak. Maka itu, supaya lebih bersih lagi Anda membutuhkan benang gigi.

Apa sikat gigi saja tidak cukup? Tentu tidak, bahkan pengguna kawat gigi sangat memerlukan benang gigi untuk menjaga kebersihan gusi dan gigi.

Benang gigi diciptakan untuk membersihkan kotoran di antara sela-sela gigi, tempat yang sulit dijangkau oleh sikat gigi. Apalagi ketika Anda menggunakan behel, beberapa area jadi lebih sulit dibersihkan dengan sikat gigi, bukan? Nah, benang gigi lah yang bisa membantu.

Maka itu, orang dengan behel memerlukan benang gigi setidaknya gunakan benang gigi sehari sekali.

Meskipun penggunaan benang gigi memang lebih memakan banyak waktu, namun teknik  ini sangat penting untuk membersihkan sela-sela gigi orang dengan kawat gigi.

Bagaimana cara menggunakan benang gigi?

Sumber: Kaplan Orthodontics

Teknik flossing sangat penting untuk membersihkan makanan dan plak di antara gigi. Setiap hari, sebaiknya bersihkan gigi selama 10-15 menit, dari gosok gigi dan juga ditambah dengan penggunaan benang gigi.

  • Potong selembar benang sekitar 40 cm
  • Masukan benang antara kawat dan gigi Anda. Sebaiknya lakukan penggunaan benang gigi ini di depan cermin sehingga Anda dapat melihat kemana tepatnya benang gigi yang dimasukan
  • Kaitkan ujung benang gigi di jari telunjuk Anda
  • Dengan lembut, masukan benang gigi di belakang behel, dan selipkan di sisi antar gigi. Geser benang ke atas dan ke bawah. Pastikan Anda menggerakan benang gigi di sela-sela gigi yang satu dan sebelahnya, dan di sela-sela gusi dengan gigi.
  • Kemudian, lepaskan benang dengan lembut dari balik kawat. Jangan langsung ditarik, hati-hati tersangkut di kawat gigi.
  • Pindah ke gigi-gigi berikutnya yang Anda ingin bersihkan. Sebisa mungkin jangan menarik behel dengan benang. Perhatikan dimana letak benang yang sudah Anda selipkan, kemudian baru ditekan dan digeser untuk membersihkan gigi.
  • Pastikan Anda menggerakan benang di setiap sisi gigi-gigi Anda agar semuanya bebas dari kotoran yang tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi.
  • Selanjutnya kumur-kumur untuk membilas gigi Anda yang sudah dibersihkan.

Membersihkan gigi dengan flossing diperbolehkan setiap hari, guna mencegah penumpukan plak di mulut. Benang gigi juga tidak bisa digantikan fungsinya dengan cara lain, seperti obat kumur. Keduanya membersihkan gigi dan mulut dengan cara yang berbeda.

Selain itu, jangan sampai gusi Anda berdarah saat melakukan flossing, jika berdarah itu artinya gerakan Anda terlalu keras.

Tips dan trik lainnya untuk para pengguna behel

pakai behel dokter gigi

Selain benang gigi, Anda juga harus memerhatikan hal berikut ini:

Rutin periksakan gigi ke dokter

Bersihkan gigi secara rutin di rumah dan selalu datang ke dokter gigi untuk mengganti karet dan membersihkan gigi dengan jadwal yang rutin. Pergi ke dokter gigi sangat penting sebab di dokter, gigi Anda dapat dibersihkan lebih maksimal.

Menyikat gigi dengan cara yang benar

Idealnya, gunakan sikat gigi khusus pengguna kawat gigi, atau Anda juga bisa menggunakan sikat gigi elektrik. Pilih sikat gigi yang berbulu halus.

Yang tidak kalah pentingnya, bagaimana gerakan Anda menyikat juga harus diperhatikan. Sikat gigi dengan gerakan memutar di setiap behel. Gerakan memutar ini dilakukan di depan behel, dari area atas behel, dan dari area bawah behel.

Jika Anda tidak bisa menyikat gigi setelah makan, berkumurlah untuk menghilangkan sisa makanan yang menyangkut.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan sikat gigi kecil (interdental brush) untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran yang masih menempel.

Kurangi makanan bergula serta bertekstur keras dan lengket

Makanan manis mudah memicu terjadinya pembentukan plak dan kerusakan gigi. Jika gigi dengan behel Anda dipenuhi plak ini akan lebih sulit lagi untuk dibersihkan. Maka itu, sebaiknya, cegah dengan mengurangi makanan manis.

Kurangi juga makanan manis yang lengket seperti permen, sebab ini dapat menempel dan menarik-narik kawat behel. Begitupun dengan makanan bertekstur keras, sebaiknya kurangi makanan bertekstur keras sebab dapat merusak bagian kawat gigi Anda atau bisa membuat kawat mudah lepas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Maloklusi (Gigi Berantakan)

Maloklusi adalah gangguan pada tulang rahang yang menyebabkan gigi berantakan,entah itu jadi tumpang tindih, bengkok, atau gigi tonggos (overbite).

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

12 Jenis Perawatan Gigi Melalui Prosedur Medis

Perawatan gigi melalui prosedur medis dengan dokter dapat membantu mengurangi risiko kerusakan gigi. Pelajari jenisnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Gigi Sensitif

Gigi sensitif menyebabkan Anda susah mengonsumsi yang terlalu dingin, panas, atau asam. Cari tahu penyebab, pengobatan, dan cara mencegahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Gigi Kuning

Gigi kuning adalah masalah perubahan warna pada gigi yang umum. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

scaling gigi

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
pulpotomi adalah

Mengenal Perawatan Pulpotomi untuk Gigi, Kapan Sebaiknya Anda Lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gigi goyang

Gigi Goyang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
Konten Bersponsor
baking soda untuk gigi

Baking Soda untuk Gigi Lebih Putih? Begini Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit