home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

2 Pilihan Obat untuk Sakit Gigi Berlubang, Plus Cara Mengatasinya di Rumah dan di Dokter Gigi

2 Pilihan Obat untuk Sakit Gigi Berlubang, Plus Cara Mengatasinya di Rumah dan di Dokter Gigi

Sakit gigi bisa Anda rasakan saat gigi berlubang. Apabila nyerinya tidak tertahankan, menggosok gigi saja tidak cukup. Berikut beberapa pilihan obat sakit gigi berlubang untuk mengatasi nyeri dan sakitnya yang diklaim manjur untuk Anda.

Pilihan obat sakit gigi berlubang yang mudah didapat

Dikutip dari Mayo Clinic, gigi berlubang yang tidak diobati dapat semakin parah. Lubang akan menjadi lebih besar dan proses pembusukannya memengaruhi setiap lapisan gigi sampai ke akar.

Hal ini tentu membuat gigi yang berlubang terasa semakin sakit. Saat Anda berkunjung ke dokter gigi, dokter tidak akan segera melakukan tindakan tertentu melainkan meresepkan obat untuk mengobati terlebih dulu sakit akibat gigi berlubang. Lalu dokter akan menyarankan Anda untuk kembali lagi di lain waktu saat nyerinya sudah mereda.

Nah sementara menunggu jadwal berobat selanjutnya, berikut pilihan obat di apotik yang bisa Anda gunakan untuk meringankan sakit pada gigi berlubang:

1. Paracetamol

Paracetamol adalah obat yang dapat menghambat produksi prostaglandin di otak sehingga menghentikan rasa sakit. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kaplet, tablet larut, supositoria, kapsul, sirup, atau suntikan.

Obat ini aman dikonsumsi untuk mengatasi sakit karena gigi berlubang pada semua kalangan, dari anak-anak sampai ibu hamil dan menyusui.

Dosis obat paracetamol untuk mengobati nyeri sakit gigi:

  • Orang dewasa: 500 mg diminum tiap 4-6 jam. Jumlah maksimal parasetamol untuk dewasa adalah 1 gram (1000 mg) per dosis dan 4 gram (4000 mg) per hari.
  • Anak usia 12 atau lebih: 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg tiap 6-8 jam.
  • Anak berusia lebih dari 6 bulan hingga 12 tahun: 10-15 mg/kg/ dosis tiap 4-6 jam saat diperlukan dan jangan melebihi 5 dosis dalam 24 jam.

Sebelum minum obat sakit gigi ini, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap acetaminophen atau paracetamol. Jangan minum obat ini jika Anda memiliki masalah serius pada hati dan ginjal.

Segera hentikan penggunaan obat dan hubungi dokter apabila Anda mengalami efek samping serius, seperti reaksi alergi obat, sakit perut yang tidak biasa, urin berwarna gelap, feses berwarna pucat, merasa tidak enak badan (lemah/lesu/sangat tidak bertenaga), dan kulit serta mata yang menguning.

2. Ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat pereda nyeri golongan NSAID. Cara kerjanya mirip obat paracetamol, yaitu menghentikan produksi prostaglandin yang memicu rasa sakit serta peradangan akibat gigi berlubang.

Dosis obat ibuprofen untuk mengatasi nyeri sakit gigi:

  • Orang dewasa dan remaja: 200- 400 mg setiap 4 hingga 6 jam, tergantung dengan kebutuhan dan rasa sakit yang dirasakan. Batas dosis yang paling tinggi adalah 3200 mg/hari (jika mendapatkannya dari resep).
  • Anak di atas 6 bulan: dosisnya disesuaikan dengan berat badan. Dosis ini biasanya ditentukan oleh dokter, tetapi biasanya 10 mg/kg setiap 6-8 jam sekali atau 40 mg/kg per hari. Pemberian ibuprofen pada anak-anak sebaiknya di bawah pengawasan dokter.

Obat ini bisa menimbulkan efek samping ringan yang meliputi mual, muntah, perut kembung, gugup, sakit kepala, telinga berdenging, gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare. Kebanyakan masalah ini dapat mereda sendiri.

Namun, waspadai efek samping seperti nyeri dada, sesak napas, feses berwarna hitam/berdarah, urin berwarna gelap, serta kulit dan mata menguning. Jika Anda mengalami hal tersebut, segera hentikan pemakaian obat dan hubungi dokter.

Apabila rasa sakit sudah menghilang, sebaiknya berhenti menggunakan obat ini. Pasalnya, ibuprofen tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang.

Hindari juga minum ibuprofen saat perut kosong karena akan melukai lambung. Anda bisa minum obat ini dengan segelas susu untuk mengurangi efek sampingnya.

Perawatan sakit gigi berlubang di rumah tanpa obat

Sebelum pergi ke dokter, Anda juga bisa mengatasi masalah gigi berlubang dengan melakukan perawatan alami. Pengobatan alami untuk gigi berlubang diklaim dapat memperkuat enamel gigi dengan mendukung proses remineralisasi sehingga mencegah terbentuknya rongga penyebab gigi berlubang.

1. Menggunakan pasta gigi khusus

Saat Anda membersihkan atau menyikat gigi, tentu saja diperlukan pasta gigi untuk gigi berlubang. Salah satu obat untuk sakit gigi berlubang adalah dengan menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride.

Kandungan tersebut diklaim mampu mencegah gigi berlubang karena menghambat pertumbuhan bakteri, kandungan ini juga bermanfaat untuk remineralisasi enamel gigi dengan menarik mineral lain seperti kalsium pada lokasi kerusakan.

Lalu, kandungan ini juga merangsang produksi fluorapatite, enamel gigi yang tahan terhadap asam dan bakteri. Hal yang perlu diingat, pasta gigi berlubang ini tidak dapat menutup lubang yang telah terbentuk, tetapi hanya memperlambat laju perkembangannya.

2. Mengonsumsi vitamin D

Apakah asupan vitamin D untuk tubuh Anda sudah cukup? Vitamin D dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi masalah gigi berlubang, vitamin ini mampu untuk membantu menyerap kalsium serta fosfat dari makanan atau minuman.

Berdasarkan sebuah studi di tahun 2013, suplemen dalam vitamin D dapat membantu mengurangi masalah gigi berlubang secara signifikan. Selain dari suplemen khusus, obat gigi berlubang ini juga bisa Anda dapatkan dari produk susu, yoghurt, telur, serta minyak omega 3.

3. Mengonsumsi vitamin K1 dan K2

Studi menunjukkan bahwa vitamin K dapat memanfaatkan protein khusus yang memiliki kemampuan untuk mendistribusikan kalsium dan fosfor pada gigi dan tulang.

Vitamin K bisa kita dapatkan dari kale, bayam, sawi hijau, collard green, bit hijau, lobak hijau, paterseli, brokoli, kubis, daging sapi, telur, keju, mentega, minyak fermentasi hati ikan kod dan suplemen vitamin K.

4. Oles minyak cengkeh

Manfaatkan minyak cengkeh sebagai obat untuk mengatasi masalah sakit gigi berlubang. Kandungan eugenol di dalamnya mempunyai sifat antiseptik dan efektif melawan bakteri. Oleh karenanya, minyak cengkeh sering digunakan sebagai obat sakit gigi berlubang dan ngilu yang alami.

Beberapa penelitian juga menunjukkan minyak cengkeh mampu mengurangi rasa sakit saat penyisipan jarum di dunia kedokteran gigi.

Selain langsung mengoleskan minyak pada area gigi yang sakit, Anda juga bisa mengunakan bantuan kapas dan menempelkan pada area gigi selama 10 sampai 15 detik.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dentistry bahkan melaporkan minyak cengkeh dapat menggantikan peran obat benzocaine untuk meredakan nyeri ringan.

Namun penggunaan cengkeh sebagai obat gigi alami tidak bisa dilakukan oleh Anda yang memiliki alergi. Minyak cengkeh juga tidak dianjurkan bagi Anda yang mengalami kelainan darah.

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu jika Anda punya riwayat penyakit, anak-anak, ibu hamil, lansia serta memiliki imun lemah sebelum menggunakan cara alami ini.

5. Oles lidah buaya

Biasa diaplikasikan untuk rambut atau wajah, Anda juga dapat memanfaatkan lidah buaya sebagai obat gigi berlubang.

Kandungan didalamnya dapat membantu melawan bakteri yang menyebabkan gigi Anda berlubang. Penelitian di tahun 2015 pun menyatakan bahwa senyawa anti-bakteri dari gel lidah buaya diklaim efektif membunuh bakteri berbahaya di dalam mulut.

6. Berkumur air garam

Saat terjadi masalah pada mulut, Anda bisa mencoba berkumur dengan campuran air hangat serta air garam. Cara ini juga bisa digunakan sebagai obat sakit gigi berlubang.

Berkumur dengan air garam secara teratur diklaim dapat membantu menghilangkan bakteri dari gusi, membersihkan gigi, serta mencegah penumpukan plak seta karang gigi. Tidak hanya itu saja, cara ini juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi.

7. Oil pulling

Perawatan alternatif Ayurveda ini juga bisa dijadikan pilihan sebagai obat untuk sakit gigi berlubang.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2009 menemukan bahwa menggunakan minyak wijen atau minyak kelapa sebagai oil pulling mampu mengurangi intensitas plak serta bakteri pada tingkat yang sama dengan obat kumur.

8. Kompres es

Cara mengatasi dan mengobati sakit gigi berlubang satu ini terbilang cepat, murah, serta manjur. Anda cukup membungkus beberapa bongkah es batu dalam sebuah waslap tipis. Setelah itu, tempelkan kompres dingin pada bagian pipi yang terasa sakit.

Dinginnya es batu akan mengebaskan saraf pemicu nyeri sehingga meredakan sakit di daerah gigi yang bermasalah untuk sementara.

Anda bisa kompres gigi yang sakit beberapa kali dalam sehari sampai nyerinya mereda. Bila tidak tersedia batu es, Anda bisa berkumur menggunakan air dingin.

Perawatan sakit gigi berlubang di dokter

Selain minum obat dan perawatan rumahan yang bisa Anda lakukan sendiri, cara yang paling ampuh untuk mengatasi gigi berlubang adalah dengan periksa ke dokter gigi. Apalagi mengingat lubang pada gigi tidak bisa lagi menutup dengan sendirinya.

Berikut cara mengatasi gigi berlubang yang dilakukan oleh dokter:

1. Fluoride treatment

Apabila lubang pada gigi Anda masih tergolong kecil, dokter bisa melakukan perawatan dengan menggunakan gel berupa fluoride.

Perawatan gigi berlubang ini diklaim dapat membantu mengembalikan lapisan enamel gigi. Fluoride terkadang dapat menutup lubang pada gigi di tahap awal pembentukannya. Sebab kandungan fluoride yang digunakan oleh dokter gigi tergolong lebih banyak daripada yang ada di dalam pasta gigi maupun obat kumur.

2. Penambalan lubang pada gigi

Biasanya Anda sudah tidak asing dengan perawatan tambal gigi untuk menutup lubang.

Perawatan ini sering menjadi pilihan pertama ketika lubang semakin membesar dan telah terjadi pembusukan tahap awal.

Bahan dari tambalan dapat berasal dari resin komposit, poselen, atau amalgam. Pastikan Anda untuk meredakan rasa sakit terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan.

3. Pemasangan mahkota

Saat gigi berlubang mengakibatkan kerusakan gigi yang lebih parah, Anda perlu melakukan perawatan lebih lanjut seperti pemasangan mahkota gigi.

Sebelumnya, gigi yang sudah rusak atau busuk akan dibersihkan terlebih dahulu. Lalu, mahkota gigi akan dibuat dari porselen, resin, atau bahkan emas yang sudah disesuaikan dengan gigi Anda.

Perawatan ini juga diperlukan ketika gigi Anda sudah lemah sehingga berfungsi untuk menggantikan mahkota alami.

4. Perawatan saluran akar

Apabila masalah gigi berlubang Anda sudah mencapai lapisan gigi paling bawah, minum obat atau tambalan serta pemasangan mahkota tidak cukup untuk menghentikan sakit tersebut.

Anda memerlukan jenis perawatan lain seperti perawatan saluran akar. Perawatan ini berfungsi untuk memperbaiki serta menyelamatkan gigi yang sudah rusak parah atau terinfeksi dengan cara menghilangkan pulpa.

Tidak hanya itu, ada obat tertentu yang dapat dimasukkan melalui saluran akar agar tidak terjadi infeksi pada gigi yang berlubang.

5. Cabut gigi

Tidak semua orang mau giginya dicabut secara permanen. Namun, perawatan ini dapat menjadi solusi paling akhir jika semua obat dan perawatan lainnya tidak ampuh menyembuhkan gigi yang berlubang.

Pencabutan gigi bisa dilakukan saat gigi sudah mengalami kerusakan parah dan tidak bisa diselamatkan lagi.

Perlu diperhatikan pula setelah gigi dicabut, maka akan terdapat celah yang membuat gigi lain bergeser, sehingga ada kemungkinan Anda memerlukan implan sebagai gigi pengganti.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

A, O. (2020). Rinsing with salt water beats out swishing with mouthwash. Retrieved 4 September 2020, from https://oralcancernews.org/wp/rinsing-with-salt-water-beats-out-swishing-with-mouthwash/ 

Alqareer, A., Alyahya, A., & Andersson, L. (2006). The effect of clove and benzocaine versus placebo as topical anesthetics. Journal Of Dentistry, 34(10), 747-750. doi: 10.1016/j.jdent.2006.01.009

Asokan, S., Emmadi, P., & Chamundeswari, R. (2009). Effect of oil pulling on plaque induced gingivitis: A randomized, controlled, triple-blind study. Indian Journal Of Dental Research, 20(1), 47. doi: 10.4103/0970-9290.49067

Cavities/tooth decay – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 6 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cavities/symptoms-causes/syc-20352892 

Hujoel, P. (2013). Vitamin D and dental caries in controlled clinical trials: systematic review and meta-analysis. Centre For Reviews And Dissemination (UK). Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK127040/

Ibuprofen Uses, Dosage & Side Effects – Drugs.com. (2020). Retrieved 4 September 2020, from https://www.drugs.com/ibuprofen.html

Manigandan, T., Elumalai, M., Cholan, P., Kaur, R., & Mangaiyarkarasi, S. (2015). Benefits of Aloe vera in dentistry. Journal Of Pharmacy And Bioallied Sciences, 7(5), 257. doi: 10.4103/0975-7406.155943

(2020). Retrieved 4 September 2020, from https://www.ada.org/~/media/ADA/Publications/Files/ADA_PatientSmart_Extraction.pdf?la=en 

Paracetamol Tablets 500mg (POM) – Summary of Product Characteristics (SmPC) – (emc). (2020). Retrieved 4 September 2020, from https://www.medicines.org.uk/emc/product/5916/smpc#gref 

Paracetamol: Uses, Dosage & Side Effects – Drugs.com. (2020). Retrieved 4 September 2020, from https://www.drugs.com/paracetamol.html 

Southward, K. (2015). A hypothetical role for vitamin K2 in the endocrine and exocrine aspects of dental caries. Medical Hypotheses, 84(3), 276-280. doi: 10.1016/j.mehy.2015.01.011 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 04/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x