home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengulas 3 Manfaat Buncis untuk Pasien Diabetes

Mengulas 3 Manfaat Buncis untuk Pasien Diabetes

Dalam menjalani pola hidup sehat, pasien diabetes perlu berusaha untuk menjaga kadar gula darahnya tetap normal. Salah satu cara menjaga gula darah normal yakni dengan mengutamakan asupan makanan bernutrisi saat memiliki diabetes. Kabarnya, buncis adalah jenis sayuran yang nutrisinya dapat membantu mengendalikan gula darah. Namun, apakah berarti buncis bisa menjadi obat alami yang efektif untuk diabetes?

Beberapa manfaat buncis untuk diabetes

Buncis merupakan tumbuhan jenis kacang-kacangan yang biasa diolah menjadi tumisan atau sayuran. Di dalam buncis terdapat kandungan serat, vitamin, dan mineral.

Tidak hanya bernutrisi untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, buncis juga memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga bisa membantu mengendalikan kadar gula darah.

American Diabetes Association menyatakan bahwa kacang-kacangan dapat menjaga kosentrasi glukosa di dalam darah lebih baik dibandingan makanan bertepung.

Oleh karena itu, konsumsi buncis cukup aman untuk orang yang memiliki gula darah tinggi.

Nah, berikut adalah manfaat buncis untuk kesehatan pasien diabetes:

1. Mengontrol kadar gula darah

Buncis memiliki indeks glikemik yang rendah yakni kurang dari 55. Artinya, konsumsi sayuran ini tidak mudah meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Manfaat buncis untuk diabetes disebabkan oleh kandungan serar yang terdapat dalam buncis.

Makanan dengan kandungan serat tinggi memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh sehingga tidak langsung menimbulkan peningkatan gula darah secara drastis.

2. Mencegah komplikasi diabetes

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang rentan menyebabkan komplikasi. Penyakit komplikasi diabetes umumnya menyerang sistem kardiovaskular atau aliran darah.

Kondisi kadar gula darah yang tinggi berpeluang menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah sehingga berisiko menimbulkan hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

Konsumsi buncis dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi diabetes.

Ini karena di dalam buncis, terdapat kandungan antioksidan seperti vitamin C yang membantu menangkal peradangan pada sel-sel tubuh.

Peradangan sel dapat mengarah pada berbagai penyakit kronis yang menyerang jantung dan pembuluh darah.

Pasien diabetes (diabetesi) perlu berhati-hati karena penyakit kronis adalah komplikasi yang berisiko besar.

Selain itu, buncis juga diperkaya dengan kandungan kalium yang tinggi.

Kandungan ini dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang bisa mengarah pada komplikasi diabetes, seperti serangan jantung.

3. Membantu menurunkan berat badan

Diabetesi yang mengalami kelebihan berat badan biasanya perlu melakukan diet yang aman untuk mencapai berat badan ideal sekaligus untuk menurunkan gula darah.

Selain tinggi serat dan dilengkapi protein, ternyata buncis juga rendah kalori sehingga bisa menjadi pilihan tepat bagi pasien diabetes yang ingin menurunkan berat badan.

Buncis sangat mudah diolah ke dalam berbagai sajian makanan.

Oleh karena itu, Anda bisa memilih buncis sebagai makanan bernutrisi untuk diabetes tanpa takut kadar gula darah naik dengan cepat.

Apakah buncis dapat menjadi obat untuk diabetes melitus?

kandungan dan manfaat buncis

Buncis memang memiliki beberapa manfaat untuk diabetes. Namun, bukan berarti buncis dapat menjadi obat untuk menyembuhkan penyakit kencing manis ini.

Hingga saat ini, belum ada obat medis ataupun bahan alami yang terbukti secara klinis dapat menghilangkan diabetes.

Pengobatan diabetes yang efektif saat ini adalah terapi insulin dan konsumsi obat-obatan penurun gula darah, seperti metformin.

Kedua metode pengobatan ini juga masih berfokus pada pengendalian gula darah, bukan untuk memulihkan penyakit.

Konsumsi buncis belum dapat menggantikan fungsi obat medis untuk diabetes ini.

Di samping itu, belum banyak juga penelitian yang mendalami manfaat konsumsi buncis terhadap kadar gula darah atau efek pemulihannya terhadap penyakit diabetes.

Jadi, buncis belum terbukti bisa menjadi obat diabetes yang efektif.

Meskipun begitu, tidak ada salahnya mengonsumsi buncis untuk membantu mengendalikan gula darah. Akan tetapi, pastikan Anda tidak sembarangan mengonsumsinya.

Buncis memang rendah kalori, tetapi akan lebih baik bila Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Agar lebih kaya nutrisi, tambahkan juga makanan lainya dalam menu diet diabetes Anda.

Untuk memperoleh manfaatnya secara optimal, kombinasikan buncis dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan sumber protein seperti ikan, telur, dan daging rendah lemak.

Meskipun diabetes merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, diabetesi tetap bisa hidup sehat asalkan gula darahnya terkendali.

Konsumsi makanan tertentu seperti buncis dapat membantu diabetesi mengontrol kadar gula darahnya.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Forouhi, N., Misra, A., Mohan, V., Taylor, R., & Yancy, W. (2018). Dietary and nutritional approaches for prevention and management of type 2 diabetes. BMJ, k2234. https://doi.org/10.1136/bmj.k2234

Boeing, H., Bechthold, A., Bub, A., Ellinger, S., Haller, D., & Kroke, A. et al. (2012). Critical review: vegetables and fruit in the prevention of chronic diseases. European Journal Of Nutrition, 51(6), 637-663. https://doi.org/10.1007/s00394-012-0380-y

McRae M. P. (2017). Dietary Fiber Is Beneficial for the Prevention of Cardiovascular Disease: An Umbrella Review of Meta-analyses. Journal of chiropractic medicine, 16(4), 289–299. https://doi.org/10.1016/j.jcm.2017.05.005

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2021). Diabetes Diet, Eating, & Physical Activity. Retrieved 13 April 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/diet-eating-physical-activity#whatFood

Kementerian Kesehatan Indonesia – Panganku. (2021). Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. Retrieved 13 April 2021, from http://panganku.org/id-ID/view

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 28/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x