5 Tanda Gula Darah Anda Terlalu Tinggi, Plus Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) adalah kondisi yang umum terjadi pada penderita diabetes melitus. Namun, orang yang tampak fit dan bugar juga mungkin saja memilikinya, termasuk Anda. Terlebih lagi, tidak semua orang yang ternyata memiliki gula darah tinggi menunjukkan tanda dan gejala yang jelas.

Oleh karena itu, hendaknya setiap orang, baik Anda yang memiliki diabetes, prediabetes, atau yang masih merasa sehat sekalipun, mengenali dengan baik seperti apa ciri-ciri gula darah tinggi.

Berbagai tanda dan gejala gula darah tinggi

Darah Anda tidak hanya mengandung oksigen, tapi juga glukosa. Glukosa adalah gula sederhana yang terbentuk dari pemecahan karbohidrat dalam makanan. Glukosa akan dialirkan dalam darah menuju setiap sel dan jaringan untuk dipecah menjadi energi agar tubuh bisa beraktivitas.

Batasan kadar gula yang normal dalam darah adalah kurang dari 100 mg/dL sebelum makan dan kurang dari 140 mg/dl dalam 2 jam setelah makan.

Kadar gula darah bisa saja naik dan turun tergantung waktu, perubahan kondisi tubuh, maupun pemicu lainnya. Pada umumnya, fluktuasi kadar gula darah masih termasuk wajar jika angkanya tidak berubah sangat drastis.

Angka kadar gula darah sudah melonjak tinggi lebih dari batas wajar dapat menandakan kondisi hiperglikemia. Kondisi ini juga bisa digolongkan sebagai prediabetes, atau memasuki diabetes tahap awal.

Banyak orang mungkin masih tidak sadar bahwa memiliki gejala gula darah tinggi dapat membahayakan kesehatan. Berikut adalah gejala umum dari gula darah tinggi yang perlu Anda waspadai:

1. Selalu merasa haus dan sering buang air kecil

 sering buang air kecil tanda diabetes

Ciri-ciri gula darah tinggi yang mungkin pertama kali Anda sadari pada awalnya adalah cepat haus.

Haus adalah sensasi yang wajar, pertanda tubuh sedang dehidrasi dan membutuhkan asupan cairan. Namun, cepat haus dapat menjadi gejala gula darah tinggi jika tidak juga hilang meski Anda sudah banyak dan sering minum.

Kelebihan gula dalam darah normalnya akan ikut terbuang bersama urine setiap kali Anda buang air kecil. Namun, glukosa yang berlebihan akan membuat urine mengental. Maka sebagai cara mengencerkan urin yang mengental, otak akan mengirimkan sinyal “rasa haus” agar Anda cepat minum.

Sementara karena kadar gula dalam darah sudah terlalu banyak, Anda otomatis akan “diminta” untuk minum lebih banyak. Semakin banyak Anda minum, semakin sering pula Anda buang air kecil.

Gejala gula darah tinggi ini juga sering terjadi di malam hari sehingga mengganggu tidur.

2. Merasa kelelahan

Gejala gula darah tinggi yang perlu Anda waspadai selain rasa haus terus-terusan adalah mudah lelah. Hal ini terjadi akibat tubuh merasa kekurangan sumber energi. Padahal sebenarnya tidak.

Gula adalah sumber utama energi di dalam tubuh. Jika gula darah tinggi, harusnya energi yang dimiliki tubuh semakin banyak. Namun pada kenyataannya, tubuh justru tidak mampu untuk mengolah gula darah yang sudah berlebih karena fungsi hormon insulin yang membantu menyerap gula dalam darah terganggu.

Akhirnya, gula malah menumpuk terlalu banyak dalam darah dan tidak bisa terpakai sebagai energi. Ciri-ciri gula darah tinggi ini justru membuat tubuh seolah kekurangan energi.

3. Selalu lapar, tetapi berat badan malah turun

Selalu lapar gejala gula darah tinggi

Tidak hanya kelelahan, gejala gula darah yang tinggi juga bisa menyebabkan seseorang jadi cepat lapar meski baru saja makan banyak.

Kelebihan gula dalam darah tidak bisa diolah tubuh menjadi energi, sehingga sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi. Sel dan jaringan yang kekurangan asupan energi akan mengirimkan sinyal “lapar” ke otak agar nafsu makan Anda meningkat untuk kembali mengonsumsi makanan.

Namun, alih-alih membuat kenyang dan meningkatkan berat badan, ciri-ciri gula darah tinggi satu ini malah menyebabkan tubuh kurus.

Ini karena kelebihan glukosa yang tidak dipakai akhirnya terbuang bersama urine. Hal ini membuat otak menganggap tubuh sedang kekurangan energi (padahal tidak) sehingga beralih menggunakan sumber energi cadangan dari lemak.

Tubuh akan memecah simpanan lemak dan otot yang berujung pada penurunan berat badan. Pada kebanyakan kasus, tanda gula darah tinggi ini bisa terjadi secara drastis tanpa disadari.

4. Penglihatan kabur

Gejala gangguan mata yang paling sering dirasakan orang dengan kadar gula tinggi adalah pandangan kabur.

Munculnya ciri-ciri gula darah tinggi satu ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu menggunakan kelebihan gula sebagai sumber energi untuk saraf dan jaringan mata.

Saraf dan jaringan mata yang kekurangan asupan “makanan” dari glukosa tidak bisa bekerja baik sehingga akhirnya penglihatan menjadi terganggu.

5. Mulut kering

penyebab mulut kering

Mulut kering atau yang biasa disebut dengan xerostomia, merupakan salah satu ciri-ciri gula darah tinggi. Pada orang yang memiliki gula darah tinggi, gejala mulut kering juga umum dibarengi dengan masalah bibir kering dan pecah-pecah, bau mulut, sering haus, dan sensasi kering di tenggorokan.

Tingginya kadar gula darah menyebabkan kelenjar air liur terganggu sehingga tidak menghasilkan air liur secara normal. Akibatnya, kebutuhan air liur tidak tercukupi dan menciptakan kekeringan dan masalah di mulut.

Pada beberapa orang dengan gula darah tinggi, nyeri dan sakit pada gusi juga menjadi tanda lain yang menyertai.

Bagaimana cara mengatasi kadar gula darah tinggi?

Gejala gula darah tinggi bisa dialami siapa saja dan kapan saja. Apabila mengalami salah satu atau beberapa gejala yang Anda curigai sebagai tanda-tanda gula darah tinggi, segera cek gula darah Anda

Anda bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri di rumah menggunakan alat cek gula darah. Selain itu, pola hidup sehat dapat membantu menurunkan kadar gula darah kembali ke batas normal.

Dilansir dari American Diabetes Association, berikut ini adalah beberapa tips pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala gula darah tinggi:

  • Banyak minum
  • Menerapkan pola makan sehat dan teratur dengan nutrisi seimbang.
  • Seimbangkan dengan olahraga rutin. Pilihlah jenis olahraga yang baik untuk menurunkan kadar gula darah.
  • Kelola stres dengan baik, barengi juga dengan istirahat dan jam tidur yang cukup.

Nah, apabila Anda mengetahui kadar gula darah melonjak lebih dari 200 mg/dL atau 11 mmol/L, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika gejala gula darah tinggi yang Anda alami sudah semakin parah.

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan tes gula darah untuk mengetahui diagnosis yang lebih tepat atas kondisi Anda. Dokter umumnya akan memberikan pengobatan yang bertujuan menurunkan gula darah, seperti obat diabetes metformin.

Pertolongan darurat saat mengalami gula darah tinggi

Jika ternyata Anda memiliki diabetes yang tidak terdiagnosis, gula darah yang tinggi bisa menyebabkan komplikasi diabetes serius seperti ketoasidosis diabetik ataupun Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS).

Kedua kondisi ini mengakibatkan Anda mengalami dehidrasi berat hingga bisa menyebabkan koma. Oleh karena itu, cara penanganannya membutuhkan pertolongan medis darurat di rumah sakit sesegera mungkin.

Nantinya, Anda akan diberikan perawatan melalui tambahan cairan dan elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang ataupun terapi insulin untuk menyeimbangkan kadar gula darah yang melonjak naik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes pada keluarga

Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit
bisul atau abses

Bisul

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit