Baik pembalut maupun tampon memiliki kegunaan dan fungsi yang sama pada saat menstruasi, yaiut untuk menyerap darah haid yang keluar. Meski jenis, bentuk, dan cara pemakaiannya berbeda, pembalut dan tampon punya keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Jika Anda bingung dalam memilih keduanya, di bawah ini akan dijelaskan kelebihan dan kekurangan dari pembalut dan tampon. Diharapkan bisa mendukung Anda memilih produk kewanitaan yang tepat.

Apa itu pembalut?

Pembalut, seperti yang banyak diketahui merupakan produk kesehatan wanita guna menyerap cairan vagina yang keluar saat menstruasi. Pembalut terbuat dari bantalan kapas dan kain yang lembut, bentuknya persegi panjang. Pembalut digunakan dengan cara ditempel atau direkatkan pada celana dalam wanita.

Pada beberapa jenis dan model pembalut, ada yang memiliki bahan tambahan pada sisinya, biasanya disebut sayap. Sayap pada pembalut berguna untuk dilipat di sisi celana dalam Anda, tak lain untuk mencegah pembalut bergeser dan mencegah kebocoran cairan.

Apa itu tampon?

Tampon sama fungsinya dengan pembalut, namun memiliki bentuk dan cara pakai yang berbeda. Tampon merupakan sebuah bantalan kapas lembut berbentuk silinder. dan terdapat benang penarik pada ujungnya.

Tampon digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam lubang vagina hingga batas benang penarik. Mungkin beberapa wanita yang belum biasa memakai tampon bingung dan sulit menempatkannya ke dalam vagina. Tenang, beberapa produk tampon menyediakan aplikator untuk memudahkan Anda mendorong tampon ke dalamvagina.

Mana yang lebih baik, pembalut atau tampon?

1. Ukuran

Pembalut: Ukuran pembalut memang agak lebar dan panjang, seperti menutupi seluruh permukaan bawah celana dalam. Bagi wanita yang mudah lupa dan minim kepekaan terhadap rangsangan, saat menstruasi disarankan memakai pembalut. Dengan bentuk ukuran yang besar serta kasat mata, wanita tidak akan lupa bahwa sedang menggunakan pembalut.

Tampon: Berbeda ukuran dengan pembalut, tampon nyatanya berukuran tidak lebih dari 3-5 cm panjangnya. Tampon cocok digunakan bagi wanita yang aktif dan ingin banyak melakukan gerak atau olahraga pada masa menstruasi. Dengan ukuran tampon yang kecil, tampon mudah dibawa di dalam kantong beserta aplikatornya.

2. Pemakaian

Pembalut: Ketika memilih pakai pembalut atau tampon untuk kenyamanan pemakaian, pembalut punya keunggulan sendiri. Contohnya, dengan bentuknya yang lebar memanjang hingga ke bagian bokong, pembalut dirasa bisa mencegah “tembus” saat dipakai.

Pembalut juga memiliki sisi sayap yang mencegah agar tidak bergeser mengikuti lebar dan bentuk selangkangan. Sayangnya, ukuran pembalut yang tebal terkadang membuat bentuk pembalut bisa terlihat dari luar, terlebih jika menggunakan pakaian yang ketat.

Tampon: Bagi Anda yang ingin tetap bebas bergerak selama haid, tanpa harus khawatir pembalut bocor atau bergeser, tamponlah pilihan yang tepat. Jika Anda juga aktif berolahraga atau ingin tetap menjalankan aktivitas seperti berenang, tampon bisa digunakan karena akan menyumbat dan menyerap darah supaya tak keluar dari lubang vagina.

Tapi sayangnya, karena berada di dalam vagina dan cenderung tidak terasa, tampon sering lupa diganti. 

3. Bahaya

Pembalut: Belakangan ini, beredar kabar bahwa pembalut mengandung wewangian yang terbuat dari bahan kimia berbahaya. Meski belum ada hasil penelitian yang valid, tidak ada salahnya bagi wanita untuk waspada terhadap penggunaan pembalut dan selalu pilih yang tidak berpewangi.

Pembalut umumnya menyerap cairan dan akan terasa basah pada permukaan atasnya. Maka, tak jarang kulit sekitar vagina pun akan terpengaruh menjadi lembab. Sayangnya, jika Anda malas mengganti atau membersihkan pembalut beberapa jam sekali, akan menyebabkan vagina gatal dan iritasi. Selain itu, perekat samping pada pembalut bersayap, sering menimbulkan gesekan pada paha bagian dalam.

Tampon: Tampon yang dipakai berjam-jam lamanya tanpa diganti, bisa menimbulkan Toxic shock syndrome (TSS). TSS adalah adalah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi bakteri, bukan karena tampon itu sendiri. Umumnya sindrom ini disebabkan oleh racun yang diproduksi oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph).

TSS bisa terjadi pada wanita yang menggunakan tampon yang sudah lama berada di dalam vagina tanpa diganti. Tampon tak hanya menyerap darah menstruasi Anda, tapi juga berbagai cairan alami yang dibutuhkan oleh vagina. Terutama jika darah menstruasi Anda sedang sedikit tapi Anda memakai tampon dengan daya serap tinggi. Akibatnya, berbagai bakteri bisa tumbuh dan berkembang biak, termasuk bakteri penyebab TSS

Pada beberapa kasus, tampon juga bisa tertinggal di dalam vagina. Biasanya disebabkan oleh benang penarik yang terputus dari bagian tampon utama. Jika terjadi, Anda disarankan untuk mencari pertolongan pertama ke puskesmas, klinik, atau unit gawat darurat terdekat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca