home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Alergi Makanan dan Cara Mengatasinya

Mengenal Alergi Makanan dan Cara Mengatasinya

Alergi makanan biasanya berlangsung sejak masa kanak-kanak, tetapi kadang juga baru muncul ketika sudah dewasa. Seseorang bisa mengalami alergi ketika mengonsumsi makanan yang sebelumnya pernah ia makan tanpa mengalami masalah apapun. Menurut data WHO, prevalensi alergi makanan diperkirakan sekitar 1-3% pada orang dewasa dan 4-6% pada anak-anak.

Kenapa seseorang bisa mengalami alergi makanan?

alergi makanan

Alergi makanan atau food allergy adalah reaksi alergi yang muncul setelah mengonsumsi santapan tertentu. Gejalanya bisa mual, muntah, bengkak di wajah, sesak napas, sampai hilang kesadaran.

Reaksi alergi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh keliru menganggap protein di dalam makanan tertentu sebagai ancaman bagi tubuh. Oleh karena itu, sistem pertahanan tubuh meresponsnya dengan melepaskan antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE) yang berfungsi untuk menetralisir pemicu alergi (alergen) di dalam makanan tersebut.

Ketika kembali mengonsumsi menu tersebut, meski hanya sedikit, IgE akan merangsang tubuh untuk mengeluarkan senyawa kimia yang disebut histamin ke aliran darah. Histamin inilah yang menyebabkan timbulnya gejala alergi.

Pangan pemicu utama dari alergi antara lain makanan yang berasal dari laut seperti lobster, udang, kepiting, ikan, dan protein dalam kerang. Selain itu, kacang tanah, susu, telur, dan coklat merupakan makanan yang juga berpotensi memicu alergi.

Faktor risiko alergi makanan

alergi makanan mengatasi

Alergi makanan lebih berisiko dialami oleh orang yang menderita alergi lain, seperti rinitis alergi atau asma. Orang yang sudah terkena alergi pada satu jenis pangan juga lebih rentan menderita alergi pada jenis makanan lain. Fakor risiko lainnya adalah seperti di bawah ini.

  • Riwayat keluarga. Jika salah anggota keluarga ada yang mengidap asma, eksim, alergi debu, atau alergi lainnya, maka seseorang lebih berisiko mengalami alergi makanan.
  • Riwayat alergi makanan. Jika pernah mengalami alergi makanan, dapat terjadi kekambuhan di kemudian hari.
  • Usia. Bayi dan anak-anak lebih umum mengidap alergi makanan. Namun, seiring pertambahan usia, saluran cerna akan menjadi lebih matang dalam mencerna makanan yang dapat memicu alergi.

Jenis makanan yang dapat menimbulkan alergi

Pada orang dewasa:

  • Ikan
  • Kerang
  • Udang
  • Kepiting
  • Kacang-kacangan

Pada anak-anak:

  • Kacang
  • Gandum
  • Kedelai
  • Telur
  • Susu sapi

Gejala yang ditimbulkan

  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Ruam kulit yang terasa gatal
  • Gatal di mulut, tenggorok, mata, dan di bagian tubuh lain
  • Bengkak di wajah, bibir, lidah atau tenggorokan
  • Sulit menelan dan bicara
  • Mengi atau bengek
  • Sesak napas

Komplikasi bisa terjadi pada pasien yang memiliki alergi terhadap makanan. Pada kasus yang parah dapat terjadi anafilaksis, yaitu reaksi alergi yang dapat berbahaya. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa menit bahkan detik setelah terpapar pemicu alergi.

Mengatasi alergi makanan

mengatasi alergi makanan

Orang yang memiliki alergi makanan pertama-tama diminta untuk menghindari makanan penyebabnya, meski demikian, seseorang mungkin saja mengonsumsi makanan tersebut secara tidak sengaja. Bila hal ini terjadi, ada beberapa obat yang bisa digunakan untuk meredakan gejala demi mengatasi alergi makanan.

Jika gejala yang muncul tergolong ringan, penderita bisa menggunakan antihistamin yang dijual bebas. Bila gejala masih terasa, penderita bisa ke dokter agar diberikan antihistamin dengan dosis lebih tinggi. Bila muncul gejala anafilaksis, harus dibawa ke IGD rumah sakit untuk diberikan suntikan epinefrin.

Apakah alergi ini bisa disembuhkan?

Alergi tidak dapat hilang sepenuhnya, karena tubuh sudah mengenali paparan dari makanan terutama protein dari makanan tersebut sebagai ancaman, maka setiap mengonsumsi makanan tersebut dapat menimbulkan gejala atau reaksi alergi.

Meski begitu, pengidap alergi bisa melakukan pencegahan atau penghindaran dari makanan yang dapat menyebabkan alergi. Penting untuk mengetahui apa saja yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi dan menghindarinya untuk mencegah reaksi alergi.

Langkah-langkah pencegahan

  • Baca kandungan apa saja yang terdapat pada tiap kemasan makanan yang hendak dikonsumsi.
  • Bawa makanan ringan bebas alergi jika ingin ke luar rumah. Hal ini akan membantu bila Anda sulit menemukan makanan bebas alergi.
  • Bila ingin makan di restoran, beritahu pelayan atau juru masak tentang makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi.
  • Pastikan makanan yang dibeli di luar tidak diolah dan disajikan di tempat yang sebelumnya digunakan untuk mengolah makanan pemicu alergi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Prasna Pramita, Sp.PD, K-AI, MARS, FINASIM
Ditulis oleh dr. Prasna Pramita, Sp.PD, K-AI, MARS, FINASIM
Tanggal diperbarui seminggu yang lalu
x