home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Penyebab Biduran yang Sering Tidak Disadari

5 Penyebab Biduran yang Sering Tidak Disadari

Pernahkah Anda mengalami biduran? Biduran adalah kondisi saat kulit terasa gatal dengan bentol merah yang melebar dan menyebar pada kulit. Dalam bahasa medis disebut dengan urtikaria, kondisi ini dapat menyerang bagian wajah, badan, lengan, atau kaki. Anda terkadang tidak menyadari saat tiba-tiba merasa gatal di kulit, ternyata, eh, ternyata terkena biduran. Lantas, apa saja penyebab biduran? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Berbagai penyebab biduran yang sering luput dari perhatian

Biduran biasanya muncul saat adanya reaksi alergi terhadap beberapa pemicu, seperti hewan peliharaan, serbuk sari, atau lateks. Saat terkena zat alergen, tubuh melepaskan histamin dan bahan kimia ke dalam darah sehingga menyebabkan gatal, bengkak, dan gejala lainnya.

Berikut adalah beberapa penyebab biduran yang membuat kulit jadi super gatal.

1. Alergi makanan

Menurut Debra Jaliman, MD, seorang dermatolog dari New York, biduran dapat disebabkan oleh alergi makanan maupun minuman tertentu, misalnya telur, kerang, kacang tanah, atau buah beri. Bentol merah akibat biduran bisa langsung muncul sesaat setelah seseorang makan makanan pemicu alergi, namun ada juga yang memerlukan waktu beberapa jam sebelum muncul gejala.

Selain itu, biduran juga dapat dipicu oleh beberapa bahan makanan tambahan, termasuk pewarna buatan dan pengawet. Jika Anda salah satunya, maka sebaiknya hindari makanan pemicu alergi. Bila sudah terlanjur terkena biduran, segera konsultasi pada dokter untuk mendapatkan resep obat.

2. Udara luar

Munculnya bentol-bentol atau biduran akibat gigitan serangga atau paparan serbuk sari sudah umum diketahui. Namun, yang sering tidak disadari adalah biduran juga bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari, suhu dingin, atau angin kencang.

Hal ini lantas bukan berarti Anda alergi terhadap udara luar. Menurut Marilyn Li, MD, seorang ahli alergi dan imunologi dari Los Angeles, hal ini lebih kepada kondisi kulit yang sangat sensitif dengan berbagai cuaca di luar ruangan.

Selain dengan menghindari pemicu gatal, dokter mungkin akan meresepkan antihistamin untuk mengobati biduran akibat perubahan cuaca atau suhu. Dengan begitu, Anda bisa menikmati musim panas maupun musim dingin tanpa khawatir akan terkena biduran yang berulang.

3. Penyakit tertentu

Biduran ternyata bukan sekadar rasa gatal dan bentol-bentol di kulit. Pasalnya, biduran juga dapat memberikan sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Pasien dengan penyakit lupus, limfoma, penyakit tiroid, hepatitis, maupun HIV sama-sama memiliki gejala gatal-gatal mirip biduran. Namun, jenis biduran atau urtikarianya tergolong kronis sehingga dapat diatasi dengan bantuan obat-obatan.

Menurut American Osteopathic College of Dermatology, 50 persen kasus urtikaria kronis disebabkan oleh penyakit autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Penyakit tiroid merupakan salah satu penyakit autoimun yang paling sering dilaporkan oleh penderita urtikaria kronis, selanjutnya diikuti oleh keluhan rematik dan diabetes tipe 1.

4. Berkeringat

Keringat pada dasarnya tidak menyebabkan gatal-gatal. Akan tetapi, tubuh yang berkeringat menandakan tubuh sedang mengalami kenaikan suhu. Bagi beberapa orang, kenaikan suhu tubuh – baik karena olahraga maupun mandi air panas – ini dapat memicu timbulnya gatal-gatal.

Saat berkeringat, tubuh memproduksi asetilkolin, yatitu bahan kimia yang menghambat pemecahan sel. Asetilkolin ini dapat mengganggu perkembangan sel-sel kulit sehingga kulit menjadi iritasi dan memicu ruam.

5. Stres

Penelitian menunjukkan bahwa stres merupakan biang keladi dari berbagai penyakit fisik dan mental, termasuk biduran. Stres berlebihan dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga lebih rentan terkena masalah kulit, termasuk biduran.

Pada orang-orang yang mengalami urtikaria kronis atau biduran yang bekali-kali muncul selama lebih dari enam minggu, stres dan amarah dapat membuat tubuh melepaskan histamin. Akibatnya, tubuh memberikan respon peradangan dengan memunculkan bentol merah seperti biduran.

Bila Anda mengalami urtikaria kronis akibat suhu panas atau penyakit, maka segera konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Dokter mungkin akan menyarankan resep antihistamin untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan. Sementara bila kemungkinan disebabkan oleh kondisi stres, maka kendalikan stres Anda dengan beberapa cara seperti berolahraga, latihan pernapasan, atau meditasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Causes of Hives You Wouldn’t Expect. http://www.health.com/allergy/hives-causes. Accessed 2/2/2018.

7 Surprising Triggers of Chronic Hives. https://www.everydayhealth.com/hs/chronic-hives/surprising-triggers/. Accessed 2/2/2018.

7 Reasons Why You Might Be Breaking Out in Hives. https://www.womenshealthmag.com/health/causes-of-hives. Accessed 2/2/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 30/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x