backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Alergi Sunscreen? Ini Tandanya dan Cara Lain Lindungi Kulit

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Alergi Sunscreen? Ini Tandanya dan Cara Lain Lindungi Kulit

Cara paling mudah melindungi kulit dari paparan sinar UV matahari adalah dengan menggunakan sunscreen. Namun, beberapa orang bisa mengalami alergi saat memakai sunscreen. Lantas, apa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi kulit jika alergi terhadap tabir surya?

Gejala alergi sunscreen

Alergi sunscreen muncul ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap kandungan zat kimia yang terdapat di dalam produk tabir surya.

Reaksi alergi kosmetik ini bisa bersifat ringan hingga parah. Sebagian orang mungkin dapat langsung mengalami gejala setelah menggunakan sunscreen atau beberapa hari setelahnya.

Namun, ada juga beberapa orang yang mengalami reaksi alergi ketika tabir surya yang dipakaikan ke kulit terpapar sinar matahari. Jenis reaksi ini disebut dengan dermatitis kontak foto alergi.

Berikut ini tanda dan gejala alergi tabir surya yang perlu Anda ketahui. 

1. Kulit kemerahan

Wanita khawatir kulit menjadi kusam karena skincare tidak cocok

Salah satu ciri alergi sunscreen yang umum terjadi adalah munculnya ruam kemerahan di kulit terutama di area yang terpapar sunscreen.

Gejala ruam atau kemerahan akibat alergi tabir surya ini juga bisa dialami oleh orang yang tidak cocok menggunakan sunscreen.

2. Gatal

Gatal pada kulit karena tidak cocok menggunakan sunscreen bisa terasa sangat intens dan mengganggu. Gejala ini juga terkadang disertai dengan munculnya bentol.

Selain gatal, beberapa orang dengan alergi tabir surya mungkin akan merasakan sensasi terbakar pada kulit.

3. Kulit mengelupas 

Paparan bahan kimia yang terdapat di dalam produk tabir surya juga dapat menyebabkan kulit mengelupas.  

Kulit mengelupas ini juga terkadang bisa disertai dengan sensasi rasa perih di kulit dan rasa seperti tersengat.

4. Pembengkakan

Pada kasus alergi sunscreen yang parah, beberapa orang mungkin dapat mengalami pembengkakan. Biasanya, bengkak muncul pada area yang paling sering terkena sunscreen seperti wajah.

Pembengkakan terjadi karena tubuh melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya yang menyebabkan penumpukan cairan di kulit.

Gejala ini juga bisa muncul pada orang yang alergi terhadap produk kosmetik.

Penyebab alergi sunscreen

Reaksi alergi terhadap sunscreen umumnya muncul karena paparan bahan kimia yang terdapat di dalam produk tabir surya.

Mengutip studi dalam International of Women’s Journal Dermatology, penyebab munculnya reaksi alergi sunscreen paling banyak berasal dari kandungan bahan pewangi pada produk tabir surya 

Selain itu, reaksi alergi ini bisa muncul karena kandungan bahan kimia lainnya seperti

  • propylene glycol,
  • methylisothiazolinone,
  • avobenzone,
  • octocrylene, dan
  • oxybenzone.

Sunscreen untuk kulit sensitif

Jika Anda memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap sunscreen,  pilihlah tabir surya yang mengandung titanium dioksida atau seng oksida karena kedua bahan tersebut biasanya tidak memicu alergi.

Cara melindungi kulit dari sinar UV karena alergi sunscreen

Sinar matahari memang bermanfaat, tapi paparan secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi orang dengan alergi sunscreen. Namun, Anda tak perlu risau.

Selain dengan sunscreen, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk melindungi kulit dari sinar UV jika Anda memiliki alergi tabir surya.

1. Memakai pakaian yang tepat

Gunakanlah pakaian yang tepat untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan sinar matahari berlebih.

Pilih kain dari bahan kepar/linen (twill), denim, spandeks, serta pakaian berwarna gelap bisa melindungi kulit dari sinar UV dengan lebih efektif.

Anda pun dapat menambah perlindungan dengan memilih pakaian yang memiliki ultraviolet protection factor (UVF).

2. Mengenakan topi dan kacamata hitam

Topi dapat melindungi kulit dari sinar terik matahari. Pilihlah topi yang lebar agar seluruh bagian wajah dan kepala Anda terlindung sempurna.

Selain itu, kenakan pula kacamata hitam dengan perlindungan UV 100% untuk melindungi mata dan kulit sekitarnya dari paparan sinar UV.

3. Berdiri di tempat yang teduh

Apabila Anda harus berdiri lama dalam cuaca yang terik dan tak dapat menggunakan sunscreen karena alergi, carilah tempat yang cukup teduh.

Anda boleh memakai payung, tapi jangan hanya mengandalkan payung. Pasalnya, payung tidak cukup rapat untuk bisa menyerap sinar matahari.

Pilihlah payung yang rapat atau pepohonan untuk melindungi kulit dari sinar UV. Jauhi tempat yang berdekatan dengan beton, tembok, pasir, air karena bahan-bahan ini dapat memantulkan sinar matahari dengan lebih kuat.

4. Membatasi durasi terpapar sinar matahari

Tanpa perlindungan sama sekali, Anda mungkin dapat mengalami sunburn akibat paparan sinar matahari berlebih. 

Oleh sebab itu, batasi paparan sinar matahari paling tidak hanya 5 – 10 menit saja setiap harinya. 

Anda juga disarankan untuk membatasi aktivitas di luar rumah dengan durasi lama antara pukul 10 pagi sampai 2 siang saat matahari sedang terik-teriknya.

5. Mengonsumsi makanan yang menyehatkan kulit

Apa yang Anda makan turut memengaruhi kesehatan kulit Anda.

Makanan terbaik untuk kulit Anda adalah yang kaya akan kandungan air, antioksidan, asam lemak omega-3, beta karoten, serta vitamin dan mineral.

Makanan yang melindungi kulit Anda dari sinar UV antara lain:

  • blueberry,
  • semangka,
  • kacang dan biji-bijian,
  • wortel,
  • teh hijau, dan
  • sayuran berdaun hijau dan kol.

Menggunakan sunscreen hanyalah satu dari banyak cara untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV berlebih.

Walaupun memiliki alergi terhadap sunscreen, Anda tetap bisa menjaga kesehatan kulit dengan mengenakan pakaian yang tepat, berteduh, dan batasi waktu paparan sinar matahari agar kulit Anda senantiasa sehat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan