Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Menguak 7 Fakta Bersin yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Menguak 7 Fakta Bersin yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Gaya bersin masing-masing orang tidak selalu sama. Ada yang bisa bersin dengan tenang, sedangkan yang lainnya bersin dengan mengeluarkan suara yang unik. Selain itu, ternyata masih banyak fakta bersin lainnya yang unik dan menarik untuk Anda ketahui.

Apa saja, ya? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Fakta bersin yang mungkin belum Anda sadari

Bersin sebenarnya bertujuan untuk mengeluarkan benda asing yang bersarang di dalam saluran pernapasan. Meski bisa terjadi setiap hari, ternyata masih banyak anggapan yang salah tentang fenomena tubuh yang satu ini.

Ada yang bilang bahwa saat Anda bersin, jantung Anda berhenti berdetak untuk sesaat. Benarkah demikian? Yuk, temukan jawabannya bersama dengan berbagai fakta lainnya!

1. Bersin itu refleks

bersin setiap pagi

Hidung gatal, alergi, atau bau makanan yang menyengat merupakan beberapa hal yang menjadi penyebab bersin. Namun, pada dasarnya bersin dipicu oleh hal yang sama, yakni refleks tubuh.

Ya, alasan utama Anda bisa bersin yaitu karena tubuh bereaksi terhadap berbagai pemicunya. Inilah alasan mengapa Anda bisa bersin walau tidak sedang flu.

Ketika debu, serbuk sari, atau bulu binatang masuk ke dalam hidung, otak menerima sinyal untuk menyingkirkan “benda asing” ini. Kemudian, tubuh akan bereaksi dengan menarik napas panjang dan menahannya sehingga otot-otot dada pun mengencang.

Tekanan ini secara tidak sadar akan membuat lidah Anda menempel ke bagian atas mulut, lalu udara pun keluar dengan cepat dari hidung bersamaan dengan Anda melepaskan napas. Akhirnya, inilah yang mengakibatkan Anda bersin.

2. Jantung tidak berhenti berdetak saat sedang bersin

Mungkin Anda pernah mendengar anggapan kalau saat bersin, jantung akan berhenti berdetak. Padahal, sebenarnya ritme serta denyut jantung hanya akan melambat secara alami ketika Anda bersin. Jadi, ini bukanlah fakta bersin yang benar.

Hal ini terjadi karena tarikan napas dalam yang dilakukan sebelum bersin mengubah tekanan saraf dan otot dada. Aliran darah akan ikut berubah sehingga memengaruhi ritme dan denyut jantung.

3. Bersin bisa “mengatur ulang” rongga hidung

Sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti dari University of Pennsylvania, AS, menyimpulkan bahwa bersin bisa menjadi salah satu cara alami untuk mengatur ulang rongga hidung.

Silia, sel-sel berbentuk rambut yang melapisi jaringan di dalam hidung, setiap hari bekerja untuk menyaring partikel dari udara yang masuk ke rongga hidung.

Ketika ada partikel asing yang tidak seharusnya masuk, silia akan memerangkap partikel tersebut dan membuat tubuh mengeluarkannya lewat bersin. Setelah bersin, silia pun akan diaktifkan kembali.

4. Mata secara otomatis tertutup saat bersin

batuk saat flu

Tampaknya, hampir setiap orang pasti menutup matanya saat bersin. Bahkan, ada yang mengatakan kalau mata terbuka saat bersin, mata bisa saja keluar. Hal ini tentu saja tidak benar.

Mata secara alamiah akan menutup tanpa disengaja ketika bersin dan sulit bila ingin dipaksakan terbuka. Pasalnya, ketika otak menerima sinyal untuk bersin, mata juga akan menangkap sinyal untuk segera menutup.

Itu sebabnya, sekeras apa pun usaha Anda untuk tidak menutup mata saat bersin, akhirnya mata tetap akan tertutup juga.

5. Anda tidak bisa bersin saat tidur

Coba Anda ingat-ingat kembali, pernahkah Anda bersin ketika tidur? Bisa jadi ini merupakan fakta yang baru Anda ketahui bahwa bersin memang tidak pernah terjadi saat tidur.

Pasalnya, ketika seseorang tertidur, seluruh saraf dalam tubuh akan ikut beristirahat. Itu artinya, saraf yang memicu timbulnya bersin pun tidak akan bekerja selama Anda tertidur.

6. Partikel cipratan bersin bisa berpindah dalam jarak yang jauh

Jangan remehkan semburan bersin meskipun jaraknya cukup jauh dengan Anda. Partikel cipratan bersin yang dikeluarkan bisa “terbang” hingga lima langkah kaki atau lebih. Kumannya bahkan bisa menyebar sejauh lima meter.

Hal ini bisa terjadi karena reaksi bersin yang cukup kuat serta ukuran partikel cipratan yang cukup kecil. Jadi, partikel bisa menempuh jarak yang cukup jauh.

Maka itu, lakukan etika bersin yang baik untuk mencegah kemungkinan penularan penyakit melalui udara. Tutuplah mulut dan hidung dengan tisu saat bersin atau bersinlah pada lekukan siku atau lengan.

Kemudian, segera buang tisu yang telah digunakan dan cuci tangan. Cara ini juga berlaku ketika Anda batuk.

7. Bersin bisa terjadi berkali-kali

fakta bersin berkali-kali

Salah satu fakta bersin yang mungkin sering Anda temui yakni bersin bisa terjadi lebih dari sekali dalam satu waktu. Bahkan, seseorang bisa bersin hingga tiga atau empat kali.

Bagaimana bisa? Hal ini sebenarnya berkaitan dengan apa yang menjadi pemicu munculnya bersin.

Bersin merupakan respons tubuh yang bertujuan untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam hidung. Terkadang, mungkin diperlukan bersin beberapa kali supaya rongga hidung bisa bersih dari benda asing yang menempel.

Umumnya, Anda bisa bersin walau tubuh sedang sehat. Namun, hati-hati bila bersin terjadi terus-menerus dan kambuh setiap hari, segera periksakan diri ke dokter ketika bersin sudah mengganggu.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

True or False: Your Heart Stop Beating When You Sneeze (and Other Common Beliefs About Sneezing). (n.d.). Winchester Hospital. Retrieved March 15, 2022, from https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=157001

One Sneeze Spreads Germs How Far? (2017). Geisinger. Retrieved March 15, 2022, from https://www.geisinger.org/health-and-wellness/wellness-articles/2017/09/11/20/51/one-sneeze-spreads-germs-how-far

Sneezing 101 . (2020). Queensland Health. Retrieved March 15, 2022, from https://www.health.qld.gov.au/news-events/news/sneezing-101-what-why-how-to-sneeze-correctly-safely

Zhao, K. Q., Cowan, A. T., Lee, R. J., et al. (2012). Molecular modulation of airway epithelial ciliary response to sneezing. FASEB journal : official publication of the Federation of American Societies for Experimental Biology, 26(8), 3178–3187. Retrieved March 15, 2022.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui Apr 13
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.