home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Ciri-Ciri Vagina Sehat yang Perlu Wanita Ketahui

5 Ciri-Ciri Vagina Sehat yang Perlu Wanita Ketahui

Sebagai wanita, penting untuk Anda mengetahui ciri vagina yang sehat dan normal. Mengutip dari Mayo Clinic, vagina yang tidak sehat bisa berpengaruh pada tingkat kesuburan, kemampuan seksual, sampai orgasme. Berikut beberapa ciri vagina sehat dan normal yang perlu wanita pahami.

Ciri vagina sehat dan normal

Sumber: Encyclopaedia Britannica, Inc.

Vagina adalah sebuah bukaan kecil di bawah uretra dan klitoris wanita. Bila Anda memasukkan jari ke dalamnya, akan merasakan lekukan seperti ‘bukit’ dan lembah’.

Lekukan tersebut adalah vaginal rugae yang membantu vagina memperluas diri saat seks.

Untuk penjelasan lebih lanjut, ini ciri-ciri vagina sehat dan normal.

1. Bentuk vulva yang keriput dan kemerahan

Vulva adalah organ genital pada bagian luar vagina yang dapat Anda lihat dengan mata telanjang. Bagian dari vulva termasuk:

  • mons pubis (punuk kemaluan),
  • labia majora (bibir luar),
  • labia minora (bibir dalam),
  • klitoris, dan
  • bukaan eksternal dari uretra serta vagina.

Kita sering tertukar antara vulva dan vagina. Vagina, alias jalur lahir sepanjang 8 centimeter, berada di dalam tubuh. Hanya bukaan vagina (introitus) yang dapat Anda lihat dari luar.

Dinding vagina normal berwarna kemerahan (bisa merah muda cerah atau kecokelatan) dan memiliki lipatan atau kerutan.

Vulva dapat memiliki keriput dan ini merupakan hal yang normal.

Sebenarnya, keriput pada vulva menandakan elastisitas, jadi jangan merasa hal ini membuat Anda merasa tua atau tidak normal.

Anda perlu waspada bila vulva terasa nyeri atau ada benjolan aneh seperti kutil vagina karena itu tanda bahwa vagina tidak sehat dan normal.

Penyebab kutil karena penularan virus melalui hubungan seksual.

2. Cairan vagina tidak berbau menyengat

Mungkin banyak wanita menganggap keputihan sebagai hal tidak normal. Padahal, keputihan adalah cairan yang bertugas untuk membersihkan vagina agar tetap sehat dan normal.

Ciri-ciri vagina sehat adalah keluar keputihan yang wajar. Tanda keputihan normal sebagai ciri vagina sehat yaitu:

  • warna terang atau transparan dan bertekstur cair,
  • kental dan lengket berwarna putih susu,
  • tekstur seperti pasta,
  • tidak berbau busuk,
  • tidak ada darah, dan
  • tak terlihat seperti dadih.

Keputihan yang harus Anda waspadai adalah cairan yang menggumpal berwarna abu-abu, kuning, atau kehijauan.

Cairan tersebut bersaman dengan bau busuk menyengat dan rasa gatal. Kondisi ini dapat menandakan infeksi menular seksual, seperti trichomoniasis atau bacterial vaginosis.

3. Bentuk vagina yang menyerupai bukit

Meski hanya sangat sedikit vagina yang dapat terlihat, Anda akan bisa merasakan lekukan dalam vagina saat memasukkan jari ke dalamnya.

Lekukan yang bisa Anda rasakan seperti bukit dan lembah. Lekukan ini disebut vaginal rugae yang membantu vagina memperluas diri saat seks.

Tidak perlu khawatir karena lekukan itu adalah ciri bahwa kondisi vagina Anda sehat dan normal.

Namun, ada hal yang membedakan vaginal rugae yang sehat dan tidak, seperti:

  • rasa nyeri,
  • tekstur kasar, dan
  • benjolan tinggi.

Kondisi tersebut menandakan lekukan pada vagina adalah kutil genital. Rasa sakit pada vagina bukan hal yang normal, bahkan setelah hubungan seksual.

Jika seks yang teratur membuat Anda merasa nyeri bicarakan dengan dokter.

4. Klitoris tidak terasa nyeri

Mengutip dari Boston University School of Medicine, umumnya klitoris yang tampak dari luar memiliki ukuran 0,5 cm hingga 1,3 cm.

Namun, tidak perlu khawatir kalau ukuran klitoris Anda lebih besar dari angka tersebut. Pasalnya, ukuran klitoris tidak menjadi ciri-ciri dan tolak ukur vagina sehat dan normal.

Ukuran klitoris masih bisa membesar saat jaringan ereksinya mendapat rangsangan. Bagian terluar klitoris juga bisa berukuran lebih kecil, bahkan tersembunyi.

Selain itu, klitoris pada beberapa wanita juga dapat memiliki lipatan kulit yang mengendur pada bagian atas.

Memiliki klitoris tersembunyi tidak berarti Anda tidak memilikinya sama sekali, atau tidak dapat menimbulkan rangsangan. Semua hal ini adalah normal.

Hal yang tidak normal adalah kalau area klitoris terasa nyeri atau perih. Ini bisa terjadi karena overstimulasi saat seks atau masturbasi.

Selain itu, bisa juga karena penumpukan smegma, kerak berwarna putih dari endapan urine, minyak, dan sel kulit mati.

Bila terlihat ada smegma, cukup bersihkan dengan air mengalir sampai kerak menghilang. dapat Anda bersihkan cukup dengan air.

5. Warna kulit labia sama dengan kulit tubuh

Labia adalah bagian yang paling mudah terlihat dari vulva, yaitu kelopak penutup yang terbelah menjadi dua bagian pada mons pubis.

Kelopak ini bernama labia majora atau sering disebut “bibir vagina”. Jika membuka labia majora, akan terlihat kelopak yang lebih kecil di dalamnya, di kedua sisi bukaan vagina.

Ciri vagina sehat dan normal adalah warna kulit labia yang menyerupai warna kulit tubuh, lebih gelap, atau lebih terang.

Beberapa labia bisa memiliki satu sisi yang lebih panjang dari sisi lainnya. Semua ini adalah berbagai variasi vagina normal.

Kondisi vagina yang tidak normal adalah warna kulit labia yang berubah dan memiliki bercak putih.

Kondisi ini bisa menjadi tanda penyakit lichen sclerosus yang umumnya terjadi pada wanita usia menopause.

Cara mengetahui vagina yang sehat dan normal

robeknya selaput dara

Pemeriksaan vagina mandiri adalah cara bagi seorang wanita untuk melihat vagina dan vulvanya.

Memeriksa vagina sendiri dapat membantu Anda lebih memahami tubuh dan masalah yang mungkin memerlukan perhatian medis.

Waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan vagina sendiri adalah tepat di tengah-tengah dua siklus menstruasi.

Untuk melakukan pemeriksaan vagina mandiri, Anda memerlukan:

  • senter kecil atau pencahayaan yang baik dalam ruangan,
  • cermin genggam dengan pegangan panjang, dan
  • spekulum atau bisa gunakan tangan.

Sebelum melakukan pemeriksaan mandiri, pastikan Anda melakukan perawatan vagina yang tepat. Ambil contoh, memakai celana dalam berbahan katun menyerap keringat.

Untuk memeriksa dan mengetahui ciri vagina sehat atau tidak, berikut langkah-langkahnya.

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  2. Lepaskan celana dalam dan duduk di kursi, tempat tidur, lantai, atau sofa.
  3. Sanggakan punggung dengan bantal agar duduk tegak.
  4. Tekuk lutut sampai kedua telapak kaki berada di samping bokong.
  5. Bersandar sedikit ke belakang dan lebarkan kedua lutut sehingga area genital dapat terlihat.
  6. Genggam cermin di depan area genitaldan sesuaikan arah sinar senter sehingga dapat melihat ke dalam.
  7. Anda bisa mulai pemeriksaan melihat kondisi bagian dalam.
  8. Setelah selesai, semprotkan krim vagina atau douche (semprotan pembersih vagina).

Hal yang perlu Anda perhatikan, tetap perlu melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan meski tidak hamil.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are my labia normal? | Labia Library. (2021). Retrieved 5 May 2021, from http://www.labialibrary.org.au/your-labia/are-my-labia-normal/

Is my vagina normal?. (2018). Retrieved 5 May 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/vagina-shapes-and-sizes/

Vagina: What’s normal, what’s not. (2021). Retrieved 5 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/vagina/art-20046562

Self-Exam: Vulva and Vagina – Our Bodies Ourselves. (2021). Retrieved 5 May 2021, from https://www.ourbodiesourselves.org/book-excerpts/health-article/self-exam-vulva-vagina/

Female Genital Anatomy » Sexual Medicine » BUMC. (2021). Retrieved 5 May 2021, from https://www.bumc.bu.edu/sexualmedicine/physicianinformation/female-genital-anatomy/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 10/03/2017
x