Penasaran Seperti Apa Bau Vagina yang Sehat? Ini Kata Para Ahli

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Vagina mungkin jadi salah satu anggota tubuh yang sering bikin Anda khawatir. Pasalnya, banyak wanita merasa segan atau malu bertanya ke dokter dan tenaga medis seputar kesehatan vagina. Padahal, layaknya anggota tubuh yang lain, Anda perlu mengenal vagina dengan baik. Salah satu cara untuk menilai kesehatan vagina adalah dengan mengenali bau vagina. Namun, pertama-tama Anda harus tahu dulu seperti apa bau vagina yang normal. Ini dia penjelasannya.

Seperti apa bau vagina yang normal?

Vagina yang normal dan sehat seharusnya tidak wangi layaknya bunga-bunga atau buah-buahan. Bau vagina juga seharusnya tak seperti obat atau bahan kimia. Tak ada bagian tubuh manusia mana pun yang mengeluarkan aroma harum karena memang tidak perlu.

Setiap vagina memiliki bau yang khas, berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Namun, pada dasarnya vagina mengeluarkan bau yang agak asam seperti cuka.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh spesialis kandungan dan kesehatan reproduksi dari WebMD, dr. Heather Rupe, aroma ini bahkan bisa tercium dari jarak kira-kira 30 sentimeter jauhnya. Tak perlu khawatir, hal ini normal dan seharusnya tidak menganggu Anda.

Mengapa vagina berbau agak asam?

Bau vagina yang asam datang dari koloni bakteri alami serta cairan yang diproduksi vagina. Koloni bakteri dan cairan ini bersifat asam, yaitu dengan pH normal 4,5. Keasaman area organ kewanitaan ini penting untuk mencegah infeksi bakteri atau virus. Justru jika keasamannya terganggu, vagina jadi lebih rentan terhadap bakteri jahat, virus, dan mikroorganisme lain penyebab penyakit.  

Namun, bau vagina bisa berubah-ubah seiring dengan siklus menstruasi wanita. Anda mungkin merasakan bau yang lebih kuat setelah selesai haid. Pada kebanyakan kasus, biasanya hal ini disebabkan oleh perubahan hormon atau sisa-sisa lapisan dinding rahim (endometrium) yang ikut luruh.  

Haruskah pakai sabun pembersih kewanitaan agar vagina harum?

Tidak, wanita tak perlu pakai sabun pembersih kewanitaan untuk menjaga vagina tetap segar. Perlu diingat, vagina adalah salah satu organ tubuh yang mandiri dan canggih. Vagina sudah punya sistem sendiri untuk membersihkan diri dari berbagai bakteri dan kuman. Selain itu, vagina juga mengandung banyak bakteri baik yang akan mencegah tumbuhnya bakteri jahat. Bakteri jahat inilah yang biasanya menyebabkan bau yang menyengat.

Sementara itu, sabun pembersih kewanitaan akan mengacaukan kadar keasaman (pH) alami vagina. Ini karena sabun kewanitaan tidak bisa membedakan mana bakteri baik dan jahat. Akibatnya, bau vagina justru tambah menyengat meskipun setelah mencuci vagina baunya memang jadi wangi seperti bunga-bungaan. Wangi tersebut hanya bersifat sementara saja.

Apa artinya jika vagina berbau menyengat?

Meskipun bau vagina normal agak asam, seharusnya baunya tidak sampai menyengat atau tak sedap. Seperti dijelaskan oleh dr. Mary Jane Minkin dari Yale University School of Medicine, vagina berbau menyengat disertai dengan cairan vagina berlebihan mungkin mengindikasikan infeksi bakteri atau infeksi ragi vagina. Anda juga bisa jadi mengidap penyakit kelamin seperti gonore atau klamidia. Maka, jika Anda mencurigai bau vagina yang menyengat seperti amis atau busuk, segera periksakan diri ke dokter.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit