Beberapa wanita mengeluhkan mengalami rambut rontok ketika menstruasi. Apakah hal ini normal? Cari tahu lebih lanjut seputar penyebab rambut rontok saat haid dan cara mengatasinya berikut ini.
Beberapa wanita mengeluhkan mengalami rambut rontok ketika menstruasi. Apakah hal ini normal? Cari tahu lebih lanjut seputar penyebab rambut rontok saat haid dan cara mengatasinya berikut ini.

Kerontokkan rambut ketika menstruasi merupakan hal yang normal terjadi akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi.
Saat menstruasi, kadar hormon estrogen dalam tubuh mengalami penurunan. Hal ini bisa menyebabkan folikel, tempat tumbuhnya rambut, mengalami fase kerontokan (telogen) lebih cepat.
Selain akibat perubahan hormon, kerontokkan rambut saat haid bisa disebabkan oleh anemia atau kurang darah.
Wanita yang sudah memiliki masalah kerontokkan sebelumnya, misalnya akibat stres atau kekurangan nutrisi, mungkin juga akan mengalami kerontokan yang lebih parah selama haid.
Meski begitu, kerontokan rambut saat haid biasanya hanya terjadi sementara dan berangsur membaik setelah selesai menstruasi.
Namun, jika rambut rontok terjadi terus-menerus hingga menimbulkan kebotakan, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
Untuk lebih lengkapnya, berikut ini berbagai penyebab rambut rontok ketika menstruasi.

Perubahan hormon merupakan penyebab utama kerontokan rambut pada wanita ketika haid. Pasalnya, pertumbuhan rambut berkaitan erat dengan keseimbangan hormon didalam tubuh.
Salah satu hormon yang berperan dalam siklus pertumbuhan rambut adalah hormon estrogen.
Mengutip studi dalam jurnal Biomedicines, salah satu hormon estrogen yaitu estradiol bisa memperpanjang fase anagen ketika rambut aktif tumbuh.
Namun, ketika menstruasi, hormon estrogen di dalam tubuh akan menurun sehingga fase telogen alias fase kerontokan rambut akan terjadi lebih cepat.
Tidak hanya disebabkan oleh perubahan hormon, kondisi medis tertentu seperti anemia juga bisa menjadi salah satu penyebab rambut rontok ketika menstruasi.
Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Kondisi ini kerap dialami oleh wanita yang mengalami menstruasi berat (heavy menstrual).
Hemoglobin merupakan protein yang berperan dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk folikel rambut.
Ketika folikel rambut tidak mendapatkan cukup oksigen, struktur rambut akan lebih rapuh dan lebih mudah rontok.
Rambut rontok saat menstruasi merupakan hal yang normal. Meski begitu, beberapa cara berikut bisa dilakukan untuk mengurangi kerontokkan rambut ketika haid.
Stres dapat memperburuk kerontokan rambut, terutama ketika hormon sedang tidak stabil saat menstruasi.
Mengutip Mayo Clinic, stres dapat mendorong folikel rambut masuk ke dalam fase istirahat atau fase telogen. Hal ini mengakibatkan Anda sering mengalami kerontokkan rambut tiba-tiba saat menyisir atau mencuci rambut.
Untuk mengatasinya, cobalah kelola stres Anda dengan istirahat yang cukup, bercerita dengan orang terdekat, relaksasi dengan meditasi, atau olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga.
Melakukan hobi sendiri atau aktivitas yang menyenangkan dengan teman atau keluarga juga bisa jadi cara mengurangi stres.

Ketika menstruasi, rambut akan menjadi lebih mudah rontok. Jadi, sebisa mungkin hindari mengikat rambut terlalu kencang.
Pasalnya, mengikat rambut terlalu kencang dapat memberikan tarikan berlebih pada akar dan batang rambut. Hal ini meningkatkan risiko rambut rusak dan rontok.
Jika memungkinkan, pilihlah ikat rambut yang terbuat dari bahan kain yang lembut dan lepas ikat rambut secara perlahan agar rambut tidak mudah rusak.
Anemia bisa menjadi salah satu penyebab rambut rontok saat haid. Untuk menghindarinya, cobalah perbanyak konsumsi makanan tinggi zat besi, seperti daging merah, bayam, atau kacang-kacangan.
Tak hanya itu, konsumsi makanan mengandung protein, seperti telur, produk susu, atau ikan juga bisa membantu memperkuat rambut.
Hal ini karena rambut sebagian besar terdiri dari protein, yakni keratin. Asupan protein yang cukup bisa mendukung pertumbuhan rambut sehingga rambut menjadi sehat dan tidak mudah rontok.
Penggunaan alat styling rambut yang berlebihan, seperti catokan, hair dryer, atau pengeriting rambut, bisa memperparah rambut rontok ketika menstruasi.
Hal ini karena paparan panas yang berlebihan bisa merusak kutikula rambut dan menyebabkan rambut menjadi rapuh dan mudah patah.
Mengutip American Academy of Dermatology Association, Anda disarankan untuk menggunakan alat styling setiap 1 minggu sekali.
Pastikan juga jarak antara alat styling dengan rambut tidak terlalu dekat, kira-kira sekitar 15 cm dan pilihlah tingkat panas yang paling rendah agar tidak merusak rambut.
Kerontokkan rambut ketika haid biasanya bersifat sementara dan rambut akan tumbuh kembali setelah siklus menstruasi selesai.
Apabila Anda memiliki kekhawatiran tentang rambut rontok, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Owecka, B., Tomaszewska, A., Dobrzeniecki, K., & Owecki, M. (2024). The Hormonal Background of Hair Loss in Non-Scarring Alopecias. Biomedicines, 12(3), 513.
Versi Terbaru
24/02/2025
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala