home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mana Lebih Baik: Pembalut, Tampon, atau Menstrual Cup?

Mana Lebih Baik: Pembalut, Tampon, atau Menstrual Cup?

Sebagian masyarakat Indonesia lebih terbiasa pakai pembalut saat menstruasi. Meski begitu, ada juga beberapa wanita perkotaan yang menggunakan tampon dan menstrual cups. Walaupun pembalut, tampon, dan menstrual cup memiliki fungsi yang sama, yaitu menyerap darah menstruasi, namun nyatanya bentuk dan cara penggunan ketiga benda tersebut berbeda, loh!

Masih bingung apa itu pembalut, tampon, atau menstrual cup? Ketahui kelebihan dan kekurangan ketiga benda tersebut dalam artikel ini.

Pembalut

memilih pembalut

Benda yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi hampir sebagian wanita. Pembalut merupakan penyerap darah menstruasi yang berbentuk persegi panjang dan terbuat dari bantalan kapas atau kain yang lembut. Pembalut digunakan dengan cara ditempelkan atau direkatkan di bagian dalam celana dalam wanita. Beberapa pembalut ada yang ditambahkan dengan sayap di kanan dan kirinya. Fungsinya untuk menahan bantalan pembalut agar tidak bergeser dan mencegah kebocoran samping.

Beragam pembalut yang dijual di pasaran tersedia dengan berbagai macam ketebalan dan panjang bantalan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya. Sayangnya, banyak wanita mengeluhkan jika saat pakai pembalut tebal dan mengenakan rok ataupun celana yang sedikit ketat, akan menimbulkan ceplakan pembalut. Itu sebabnya, biasanya pembalut yang berukuran lebih panjang dan tebal digunakan pada saat malam hari untuk mencegah kebocoran.

Selain itu, seseorang yang pakai pembalut bersayap umumnya lebih rentan mengalami iritasi di paha bagian dalam akibat adanya gesekan di area selangkangan. Rutinlah mengganti pembalut meski darah menstruasi Anda tidak terlalu banyak ataupun masih bisa terserap. Hal ini dilakukan untuk menghindari perkembangan bakteri dan bau vagina dari darah menstruasi yang dikeluarkan.

Tampon

menggunakan tampon

Bahan yang digunakan untuk tampon pada dasarnya sama dengan pembalut, yaitu menggunakan bantalan kapas yang memiliki daya serap tinggi untuk cairan menstruasi. Namun, berbeda dengan pembalut, tampon berbentuk seperti tabung silinder, berukuran lebih kecil, dan terdapat benang sebagai penarik di ujungnya. Karena ukurannya yang kecil ini, tampon sangat cocok digunakan bagi wanita yang aktif dan ingin banyak melakukan gerak atau olahraga pada masa menstruasi.

Dibanding dengan pembalut, cara penggunaan tampon juga bisa dibilang harus lebih hati-hati. Jika pembalut dipasang pada celana dalam Anda, maka tampon dipasang di dalam vagina. Itu sebabnya, pemasangan tampon bisa dibilang cukup sulit bagi orang yang memang belum terbiasa. Beberapa tampon dilengkapi aplikator dari plastik atau tabung kardus yang membantu memudahkan tampon masuk ke dalam vagina. Namun, ada juga tampon yang harus dimasukkan menggunakan jari pemakainya.

Ketika Anda akan menggunakan tampon, pastikan tubuh Anda dalam keadaan tenang rileks. Jika Anda gugup atau ragu, otot-otot Anda akan menegang sehingga tampon akan semakin sulit masuk. Untuk mengetahui tata cara pemakaian tampon, Anda bisa klik di sini

Sama seperti pembalut, Anda disarankan untuk rutin mengganti tampon. Sebaiknya Anda mengganti tampon setiap 3 sampai 5 jam sekali. Pasalnya satu buah tampon bisa digunakan tak lebih dari 6 jam. Selain itu Anda tidak disarankan untuk menggunakan tampon jika tidak sedang haid atau ketika darah menstruasi Anda sangat sedikit.

Jika Anda terlalu lama menggunakan tampon, maka akan meningkatkan risiko terkena sindrom syok toksik atau toxic shock syndrome (TSS). Ini adalah sindrom yang disebabkan oleh tumbuh dan berkembangnya bakteri pada tampon dan dapat berakibat fatal, bahkan dapat mengancam jiwa. Itu sebabnya, tampon sangat tidak disarankan bagi mereka yang gampang lupa.

Menstrual cup

Berbeda dengan tampon ataupun pembalut, menstrual cup atau biasa disebut dengan cawan menstruasi bekerja tidak menyerap cairan lewat kapas, melainkan menampung cairan yang keluar pada saat menstruasi. Menstrual cup terbuat dari karet ataupun silikon yang diselipkan di dalam vagina sehingga bisa digunakan berkali-kali dan dalam jangka waktu yang lama.

Cara menggunakan menstrual cup hampir sama dengan penggunaan tampon. Anda perlu memposisikan diri dengan cara duduk, jongkok, atau salah satu kaki diangkat ke atas, intinya buatlah posisi yang senyaman mungkin. Setelah itu, pegang ujung cangkir menstruasi ini, lalu lipat seperti bentuk huruf U. Setelah itu, masukkan ke dalam vagina perlahan.

Banyak orang lebih memilih menstrual cup dibanding pembalut karena praktis dan tidak harus sering diganti – tergantung seberapa banyak darah yang keluar. Jika saat menggunakan pembalut Anda harus mengeluarkan energi lebih untuk mencuci bantalan agar darah menstruasi bisa bersih, maka saat pakai menstrual cup Anda hanya mengeluarkan cangkir menstruasi dari dalam vagina, mengosongkan isinya, membersihkannya dengan air, dan memasukkannya kembali ke dalam vagina.

Lantas, dari ketiga benda tersebut mana yang lebih baik?

Pada dasarnya pakai pembalut, tampon dan menstrual cup untuk perawatan kewanitaan selama menstruasi disesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan Anda sehari-hari. Namun yang paling penting, jangan lupa untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan selama menstruasi dengan cara rutin mengganti pembalut, tampon atau menstrual cup yang Anda pakai.

Selain itu, perhatikan juga cara membasuh daerah kewanitaan dengan cara yang benar dan tepat. Ingat, saat menstruasi risiko infeksi di area vagina akan lebih meningkat dibandingkan saat kondisi normal. Itu sebabnya, Anda perlu perhatian lebih untuk menjaga kebersihan area kewanitaan. Anda bisa memakai pembersih daerah kewanitaan yang mengandung cairan antiseptik khusus selama masa menstruasi berlangsung.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pads and Tampons – http://kidshealth.org/en/kids/pads-tampons.html# diakses pada 18 Agustus 2017

Are Tampons Better Than Pads? We Measured the Pros and Cons – https://www.bustle.com/articles/121477-are-tampons-better-than-pads-we-measured-the-pros-cons diakses pada 18 Agustus 2017

Why the Menstrual Cup Is Better Than Pads or Tampons – https://www.mindbodygreen.com/0-18663/why-the-menstrual-cup-is-better-than-pads-or-tampons.html diakses pada 18 Agustus 2017

Tampons, Pads or Menstrual Cups: What’s Right for You? – http://www.healthywomen.org/content/article/tampons-pads-or-menstrual-cups-whats-right-you diakses pada 18 Agustus 2017

Tampons: Using Your First Tampon

http://teens.webmd.com/features/sanitary-products#1

Period Products: Information about tampons, pads, and more

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari pada 26/09/2017
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x