Pernah mendengar fenugreek? Fenugreek merupakan rempah alami yang memiliki manfaat untuk memperlancar ASI dan mengontrol gula darah. Cari tahu kandungan, manfaat, dan efek sampingnya untuk kesehatan.
Pernah mendengar fenugreek? Fenugreek merupakan rempah alami yang memiliki manfaat untuk memperlancar ASI dan mengontrol gula darah. Cari tahu kandungan, manfaat, dan efek sampingnya untuk kesehatan.

Fenugreek adalah buah dari tumbuhan klabet yang bentuknya menyerupai biji kecil berwarna cokelat dan banyak ditemui di wilayah Mediterania, Eropa Selatan, dan Asia Barat.
Rasa dan aroma dari herbal ini menyerupai sirup maple dan biasa digunakan untuk menutupi rasa obat yang cenderung pahit.
Fenugreek yang memiliki nama latin Trigonella foenum-graecum ini kerap digunakan sebagai obat herbal untuk meningkatkan suplai ASI dan mengontrol gula darah.
Manfaat dari bahan herbal ini diketahui berasal dari kandungan serat dan senyawa fitokimia, seperti flavonoid, alkaloid, serta saponin yang merupakan jenis antioksidan.
Ada berbagai khasiat fenugreek bagi kesehatan tubuh, di antaranya sebagai berikut.

Salah satu manfaat fenugreek yang paling dikenal adalah kemampuannya dalam membantu memperlancar ASI.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Epidemiology and Global Health melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui manfaat fenugreek dalam meningkatkan produksi ASI.
Penelitian tersebut dilakukan pada 60 ibu pascamelahirkan yang diberikan air rebusan fenugreek setiap pagi selama 7 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji fenugreek dapat membantu memperbanyak produksi ASI. Hal ini terlihat dari frekuensi buang air kecil dan pertambahan berat badan bayi pada minggu pertama setelah lahir.
Bahan herbal ini juga membantu mengontrol gula darah. Sebuah studi dalam Journal of Diabetes and Metabolic Disorders melakukan penelitian mengenai manfaat konsumsi fenugreek untuk mencegah penyakit diabetes tipe 2.
Penelitian tersebut dilakukan pada pria dan wanita berusia 30 – 70 tahun. Mereka diminta untuk mengonsumsi 5 gram fenugreek bubuk dua kali sehari sebelum makan selama 3 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi rempah alami ini secara rutin dapat membantu menurunkan gula darah.
Selain itu, penelitian menyebutkan bahwa peserta yang mengonsumsi bahan herbal ini secara rutin mampu mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Hal ini berkaitan dengan berkurangnya resistensi insulin.
Perlu Anda ketahui
Fenugreek dapat mengakibatkan hipoglikemia jika dikonsumsi oleh penderita diabetes bersamaan dengan obat penurun gula darah. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat herbal ini.
Selain bermanfaat untuk mengontrol gula darah, fenugreek dapat digunakan sebagai obat herbal mengatasi disfungsi ereksi dan meningkatkan gairah seksual pada pria
Sebuah studi dalam International Journal of Medical Science melakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas fenugreek dalam meningkatkan jumlah sperma pada pria.
Penelitian tersebut dilakukan pada 50 orang pria yang mengonsumsi suplemen fenugreek sebanyak 500 mg per hari selama 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi suplemen ini dapat meningkatkan kadar testosteron bebas hingga 46 persen.
Selain itu, ekstrak bahan alami ini diketahui dapat membantu meningkatkan libido pada pria.
Bahan herbal ini juga bisa menjadi pilihan makanan sehat bagi Anda yang sedang dalam program menurunkan berat badan.
Sebuah studi dalam jurnal Clinical Nutrition Research melakukan penelitian terhadap 9 wanita obesitas untuk melihat pengaruh teh herbal fenugreek dalam mengontrol rasa lapar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenugreek dapat membantu menekan rasa lapar dan mencegah makan berlebihan.
Pasalnya, bahan herbal ini memiliki kandungan serat yang lama dicerna oleh tubuh, sehingga membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
Jumlah kolesterol yang berlebihan di dalam darah dapat menumpuk dan membentuk plak dan menyumbat pembuluh arteri (ateroklorosis).
Jika tidak segera diatasi, aterosklerosis bisa memicu penyakit penyakit serius, seperti serangan jantung atau stroke.
Konsumsi ekstrak fenugreek diketahui dapat membantu menurunkan kolesterol jahat LDL dan trigliserida dalam darah.
Selain itu, bahan herbal ini dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang berfungsi untuk mengurangi kolesterol jahat (LDL) di pembuluh darah.
Waspadai Aterosklerosis: Kondisi Fatal Penyebab Stroke dan Sakit Jantung
Aterosklerosis memicu sakit jantung dan stroke. Kondisi ini bisa disebabkan oleh buruknya gaya hidup.
Fenugreek merupakan obat herbal yang dapat berpotensi untuk mengobati tukak lambung, yaitu luka pada lapisan dinding lambung akibat produksi asam lambung berlebihan.
Nah, rempah alami ini dapat membantu melindungi lambung dengan cara mengurangi produksi asam lambung yang berlebihan.
Namun, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mengetahui potensi bahan herbal ini dalam mengobati tukak lambung karena saat ini pengujian masih dilakukan pada hewan.
Rempah alami satu ini juga diketahui dapat membantu untuk mengatasi nyeri haid (dismenore) pada wanita
Nyeri haid ini terjadi akibat adanya peningkatan produksi prostaglandin yang berfungsi untuk meluruhkan lapisan dinding rahim yang tidak dibuahi.
Mengonsumsi ekstrak fenugreek dapat membantu untuk mengurangi kram perut pada hari pertama dan ketiga dalam siklus menstruasi.
Setelah diuji coba, rempah alami ini tidak menimbulkan efek samping tertentu, sehingga aman mengatasi kram perut saat haid.
Rheumatoid arthritis adalah peradangan pada sendi yang menyebabkan nyeri, bengkak dan kekakuan pada sendi.
Studi dalam Indian Journal of Pharmacology mengungkapkan bahwa bahan herbal ini dapat membantu untuk mengobati radang sendi.
Manfaat ini diketahui berasal dari kandungan asam linoleat yang memiliki sifat anti-inflamasi untuk membantu mengurangi peradangan.
Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk melihat efektivitas rempah satu ini dalam mengobati radang sendi pada manusia.

Mengonsumsi rempah alami ini dalam dosis yang aman umumnya tidak menimbulkan efek samping tertentu.
Namun, ada beberapa dampak yang perlu Anda perhatikan dalam memanfaatkan fenugreek sebagai obat herbal.
Anda bisa mengonsumsi fenugreek yang telah diolah dalam bentuk kapsul, bubuk yang telah dihilangkan lemaknya, ekstrak cairan, bubuk yang terbuat dari biji yang dikeringkan.
Selain itu, obat tradisional ini biasanya digunakan sebagai bahan masakan atau dikonsumsi dalam bentuk air rebusan. Berikut cara merebus dan mengambil sarinya.
Itulah berbagai manfaat fenugreek untuk kesehatan tubuh, cara mengolah, dan efek sampingnya yang perlu Anda perhatikan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ahmad, A., Alghamdi, S. S., Mahmood, K., & Afzal, M. (2016). Fenugreek a multipurpose crop: Potentialities and improvements. Saudi Journal of Biological Sciences, 23(2), 300-310.
Ravi, R., & Joseph, J. (2020). Effect of fenugreek on breast milk production and weight gain among Infants in the first week of life. Clinical Epidemiology and Global Health, 8(3), 656-660.
Gaddam, A., Galla, C., Thummisetti, S., Marikanty, R. K., Palanisamy, U. D., & Rao, P. V. (2015). Role of Fenugreek in the prevention of type 2 diabetes mellitus in prediabetes. Journal of Diabetes and Metabolic Disorders, 14, 74.
Maheshwari, A., Verma, N., Swaroop, A., Bagchi, M., Preuss, H. G., Tiwari, K., & Bagchi, D. (2017). Efficacy of FurosapTM, a novel Trigonella foenum-graecum seed extract, in Enhancing Testosterone Level and Improving Sperm Profile in Male Volunteers. International Journal of Medical Sciences, 14(1), 58–66.
Bae J, Kim J, Choue R, Lim H. (2015). Fennel (Foeniculum vulgare) and Fenugreek (Trigonella foenum-graecum) Tea Drinking Suppresses Subjective Short-term Appetite in Overweight Women. Clinical Nutrition Research. 2015 Jul;4(3):168-74.
Askarpour M, Alami F, Campbell MS, Venkatakrishnan K, Hadi A, Ghaedi E.(2020). Effect of fenugreek supplementation on blood lipids and body weight: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Journal Ethnopharmacology. May 10;253:112538.
Sankarapillai, J., Chandrakumari, A. S., & Sinha, P. (2018). Effect of Trigonella foenum gracecum (Fenugreek) Seed Extract in Experimentally Induced Gastric Ulcer in Wistar Rats. Pharmacognosy Journal, 10(6).
Inanmdar, W., Sultana, A., Mubeen, U., & Rahman, K. (2016). Clinical efficacy of Trigonella foenum graecum (Fenugreek) and dry cupping therapy on intensity of pain in patients with primary dysmenorrhea. Chinese Journal of Integrative Medicine, 1-8.
Singletary, K. W. (2017). Fenugreek: overview of potential health benefits. Nutrition Today, 52(2), 93-111.
Versi Terbaru
31/10/2023
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Zulfa Azza Adhini