Tips Jitu Mengobati Kulit yang Iritasi Akibat Pakai Pembalut

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pemakaian pembalut selama menstruasi bisa mengiritasi kulit di area selangkangan dan organ intim Anda. Bila tidak ditangani dengan cepat, kulit iritasi akibat pembalut dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi lain pada vagina.

Penyebab vulva dermatitis

Iritasi pada kulit vagina disebut sebagai vulva dermatitis. Vulva merupakan bagian terluar vagina yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang, biasanya tertutupi oleh bulu kemaluan.

Iritasi kulit ini dapat disebabkan oleh gesekan terus-menerus antara bahan pembalut dan kulit saat Anda berjalan atau berlari, sehingga semakin lama lapisan kulit teratas jadi aus dan rusak. Akibatnya, kulit sekitar area vagina menjadi sensitif dan meradang. Terlebih, kulit vagina lebih tipis dan lebih rentan terhadap iritasi daripada kulit bagian tubuh lainnya.

Gejala kulit iritasi akibat pembalut ditandai dengan kulit yang terasa nyeri, gatal, panas seperti terbakar, dan memerah. Kulit selangkangan bahkan juga bisa mengelupas. Pada beberapa kasus, iritasi bisa menjalar hingga belahan bokong.

Tips mengatasi kulit iritasi akibat pembalut

Salep atau krim kortikosteroid bisa Anda gunakan satu kali sehari untuk mengobati kulit vagina yang mengalami peradangan. Lanjutkan penggunaan krim tersebut selama 7-10 hari hngga iritasi membaik. Selain dalam bentuk oles, kortikosteroid juga tersedia dalam versi oral (obat minum). Agar lebih yakin mana yang cocok dan paling efektif untuk mengobati kondisi Anda, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Jenis dan dosis obat yang diberikan dokter akan sangat bergantung pada tingkat keparahan iritasi Anda.

Untuk meredakan rasa nyeri, panas, dan ketidaknyamanan akibat iritasi tersebut, Anda dapat menempelkan kompres dingin di area selangkangan. Namun, jangan langsung tempelkan es pada kulit. Bungkus dulu es tersebut dengan kain atau handuk bersih, barulah kompreskan pada kulit yang iritasi. Lakukan selama 10-15 menit, ulangi beberapa kali dalam sehari jika perlu.

Jangan lupa pula untuk menghindari faktor-faktor risiko lain yang dapat memicu iritasi semakin parah. Selain akibat pemakaian pembalut, vulva dermatitis juga dapat disebabkan oleh reaksi terhadap bahan kimia sabun, cairan pembersih vagina, klorin dalam air kolam renang, pelumas vagina, alergi kondom lateks, hingga penggunaan pakaian dalam yang kotor.

Cara mencegah kulit iritasi saat menstruasi akibat pakai pembalut

Ada beberapa tips untuk mencegah kulit iritasi akibat pembalut selama menstruasi, yaitu:

  • Jagalah kebersihan vagina saat menstruasi. Basuh dari arah belakang ke depan dengan air mengalir, kemudian keringkan area miss V Anda agar tidak lembap. Lingkungan vagina yang lembap disukai oleh bakteri dan jamur.
  • Jangan gunakan sabun atau pembersih lainnya yang mengandung parfum saat membersihkan kelamin Anda. Hanya gunakan air saja bila ingin membersihkannya.
  • Jangan malas untuk mengganti pembalut dan celana dalam. Idealnya, pembalut harus diganti setiap empat jam sekali. Artinya, Anda sebaiknya ganti pembalut sebanyak 4-6 kali dalam satu hari. Pembalut yang jarang diganti dapat melembapkan vagina sehingga malah menjadi sarang bakteri dan jamur yang pada akhirnya menyebabkan infeksi pada vagina.
  • Hindari menggunakan pelumas seks yang mengandung bahan kimia berbahaya untuk vagina. Jika Anda sedang mengalami iritasi atau baru saja sembuh, Anda dapat menggunakan minyak alami seperti minyak almond atau olive oil, sebagai pelumas sementara.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit