home

Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tips Jitu Mengobati Kulit yang Iritasi Akibat Pakai Pembalut

Tips Jitu Mengobati Kulit yang Iritasi Akibat Pakai Pembalut

Pemakaian pembalut selama menstruasi bisa mengiritasi kulit di area selangkangan dan organ intim Anda. Bila tidak ditangani dengan cepat, kulit iritasi akibat pembalut dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi lain pada vagina.

Penyebab vulva dermatitis

Iritasi pada kulit vagina disebut sebagai vulva dermatitis. Vulva merupakan bagian terluar vagina yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang, biasanya tertutupi oleh bulu kemaluan.

Iritasi kulit ini dapat disebabkan oleh gesekan terus-menerus antara bahan pembalut dan kulit saat Anda berjalan atau berlari, sehingga semakin lama lapisan kulit teratas jadi aus dan rusak. Akibatnya, kulit sekitar area vagina menjadi sensitif dan meradang. Terlebih, kulit vagina lebih tipis dan lebih rentan terhadap iritasi daripada kulit bagian tubuh lainnya.

Gejala kulit iritasi akibat pembalut ditandai dengan kulit yang terasa nyeri, gatal, panas seperti terbakar, dan memerah. Kulit selangkangan bahkan juga bisa mengelupas. Pada beberapa kasus, iritasi bisa menjalar hingga belahan bokong.

Tips mengatasi kulit iritasi akibat pembalut

Salep atau krim kortikosteroid bisa Anda gunakan satu kali sehari untuk mengobati kulit vagina yang mengalami peradangan. Lanjutkan penggunaan krim tersebut selama 7-10 hari hngga iritasi membaik. Selain dalam bentuk oles, kortikosteroid juga tersedia dalam versi oral (obat minum). Agar lebih yakin mana yang cocok dan paling efektif untuk mengobati kondisi Anda, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Jenis dan dosis obat yang diberikan dokter akan sangat bergantung pada tingkat keparahan iritasi Anda.

Untuk meredakan rasa nyeri, panas, dan ketidaknyamanan akibat iritasi tersebut, Anda dapat menempelkan kompres dingin di area selangkangan. Namun, jangan langsung tempelkan es pada kulit. Bungkus dulu es tersebut dengan kain atau handuk bersih, barulah kompreskan pada kulit yang iritasi. Lakukan selama 10-15 menit, ulangi beberapa kali dalam sehari jika perlu.

Jangan lupa pula untuk menghindari faktor-faktor risiko lain yang dapat memicu iritasi semakin parah. Selain akibat pemakaian pembalut, vulva dermatitis juga dapat disebabkan oleh reaksi terhadap bahan kimia sabun, cairan pembersih vagina, klorin dalam air kolam renang, pelumas vagina, alergi kondom lateks, hingga penggunaan pakaian dalam yang kotor.

Cara mencegah kulit iritasi saat menstruasi akibat pakai pembalut

Ada beberapa tips untuk mencegah kulit iritasi akibat pembalut selama menstruasi, yaitu:

  • Jagalah kebersihan vagina saat menstruasi. Basuh dari arah belakang ke depan dengan air mengalir, kemudian keringkan area miss V Anda agar tidak lembap. Lingkungan vagina yang lembap disukai oleh bakteri dan jamur.
  • Jangan gunakan sabun atau pembersih lainnya yang mengandung parfum saat membersihkan kelamin Anda. Hanya gunakan air saja bila ingin membersihkannya.
  • Jangan malas untuk mengganti pembalut dan celana dalam. Idealnya, pembalut harus diganti setiap empat jam sekali. Artinya, Anda sebaiknya ganti pembalut sebanyak 4-6 kali dalam satu hari. Pembalut yang jarang diganti dapat melembapkan vagina sehingga malah menjadi sarang bakteri dan jamur yang pada akhirnya menyebabkan infeksi pada vagina.
  • Hindari menggunakan pelumas seks yang mengandung bahan kimia berbahaya untuk vagina. Jika Anda sedang mengalami iritasi atau baru saja sembuh, Anda dapat menggunakan minyak alami seperti minyak almond atau olive oil, sebagai pelumas sementara.
Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Connor C, Eppsteiner E. Vulvar contact dermatitis. Proceeding in Obstetrics and Gynecology. 2014 (2): 1-14
  2. Murina F, Vicariotto F. Vulvar Contact Dermatitis: Effect of a Treatment with a Anti-Inflammatory, Moisturizing and Healing Product on the Course of the Disease. Open Journal of Obstetrics and Gynecology. 2016 (6): 117-121
  3. The Vulva, Irritation, Diagnosis and Treatment. Jean Hailes for Women’s Health. 1-16
  4. Sinaga E, et al. Manajemen Kesehatan Menstruasi. Universitas Nasional IWWASH. 2017 : 1-188
  5. Meijden W. I., et al. 2016 Europeans guideline for the management of vulval conditions. European Academy of Dermatology and Venerology. 2017: 1-17
  6. Understanding and Managing Menstruation. United Nations Uganda. 2013 : 1-54
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Ivena Diperbarui 11/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri