home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Alergi Pembalut, dari Gejala Hingga Tips Mengatasinya

Mengenal Alergi Pembalut, dari Gejala Hingga Tips Mengatasinya

Pembalut merupakan alat yang dibutuhkan wanita untuk menampung darah pada saat menstruasi atau sehabis melahirkan. Meskipun fungsinya amat penting, ternyata tidak semua wanita bisa memakai pembalut. Bagi beberapa wanita, memakai pembalut justru dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi.

Apa ciri-ciri dan penyebab alergi pembalut, serta bagaimana cara mengatasinya?

Ciri-ciri alergi pembalut

vagina gatal

Alergi pembalut dapat menimbulkan gejala dengan bentuk dan tingkat keparahan yang beragam. Akan tetapi, ciri-ciri yang paling umum dari alergi ini antara lain:

  • ruam kulit serta gatal-gatal di selangkangan dan vulva (bibir vagina),
  • rasa panas seperti terbakar,
  • keputihan,
  • vagina tampak membengkak,
  • kulit kemerahan, serta
  • timbul benjolan yang terasa gatal.

Penyebab alergi pembalut

telat haid

Alergi pembalut sebenarnya merupakan salah satu bentuk dari dermatitis kontak. Ini sebabnya alergi pembalut juga sering disebut sebagai napkin dermatitis, sanitary pad dermatitis, atau pad rash.

Dermatitis secara sederhana bisa diartikan sebagai peradangan kulit. Pada dermatitis kontak, penyebabnya adalah kontak antara kulit dengan berbagai zat yang bisa memicu alergi (dermatitis kontak alergi) atau iritasi (dermatitis kontak iritan).

Berbagai bahan yang digunakan untuk membuat pembalut dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi. Namun, masalah kulit akibat pembalut yang murni disebabkan oleh alergi (reaksi sistem imun terhadap zat asing) sebenarnya sangat langka.

Menurut studi yang dimuat dalam laman National Library of Medicine, kasus alergi murni akibat pembalut diperkirakan hanya sebesar 0,7 persen. Reaksi alergi biasanya disebabkan oleh zat perekat mengandung methyldibromo glutaronitrile (MDBGN).

Di sisi lain, sebagian besar masalah ruam, iritasi, dan gatal yang dialami pengguna pembalut justru disebabkan karena kontak antara kulit dengan berbagai bahan dalam pembalut. Terkadang, iritasi pun bisa dipicu oleh gesekan pada kulit selangkangan.

Jika MDBGN adalah pemicunya, berarti pemakaian pembalut menyebabkan kondisi yang disebut dermatitis kontak alergi. Sementara itu, bahan penyebab iritasi dalam pembalut dan gesekan antar kulit menyebabkan dermatitis kontak iritan.

Bahan-bahan dalam pembalut yang memicu gatal dan iritasi

cara pakai pembalut

Menurut dr. Rachna Pande dari Ruhengeri Hospital di Rwanda, pembalut wanita tidak sepenuhnya murni terbuat dari kapas. Banyak produsen pembalut mengklaim bahwa pembalut berisi kapas memiliki kekuatan menyerap darah secara maksimal. Namun, di sinilah letak bahaya dari pembalut.

Sebagian besar bantalan gel pembalut mengandung dioksin, serat sintetis, dan produk petrokimia. Sebagian kandungan di dalam beberapa merek pembalut pun mengandung plastik yang bisa menimbulkan reaksi tertentu pada vulva.

Pembalut umumnya juga mengandung infinicel, yakni gel yang mampu menampung sepuluh kali daya berat cairan. Pembalut yang mengandung infinicel jika dibakar akan menghasilkan asap hitam mengepul karena kandungan zat kimia di dalamnya, beda dengan pembalut organik yang terbuat dari 100% kapas.

Beberapa jenis pembalut juga mengandung zat pewangi. Area selangkangan biasanya terdiri atas kulit sensitif. Bahan pewangi yang mungkin tidak menimbulkan reaksi pada bagian tubuh Anda yang lain bisa saja menyebabkan iritasi pada area ini.

Cara mengatasi alergi pembalut

mitos pembalut

Reaksi alergi dan iritasi yang muncul akibat penggunaan pembalut memiliki dampak besar mengingat produk ini merupakan kebutuhan penting bagi wanita. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mengatasinya:

1. Memilih pembalut organik atau herbal

Pembalut organik adalah pembalut yang dibuat dari 100% kapas organik. Pembalut herbal atau organik memang tidak dijamin lebih sehat, tapi bahannya kemungkinan bisa mencegah alergi bila dibandingkan dengan pembalut mengandung bahan kimia.

Gunakan juga pembalut dengan bantalan mengandung bahan hipoalergenik. Produk dengan jenis ini biasanya agak lebih mahal dibandingkan dengan pembalut biasa, tapi mereka akan membantu kulit Anda yang sensitif terhadap pembalut.

2. Menjaga kebersihan area intim

Gejala alergi dapat bertambah parah bila kebersihan area intim tidak terjaga dengan baik. Pasalnya, bantalan atau zat perekat pembalut bisa saja menempel pada permukaan vulva sehingga menimbulkan gatal dan ruam.

Ganti pembalut setidaknya setiap empat jam sekali, bahkan ketika Anda tidak lagi mengeluarkan banyak darah. Anda pun harus sering membersihkan selangkangan dan vulva selama masa menstruasi, tapi cukup gunakan air dan hindari produk pembersih vagina.

4. Menggunakan menstrual cup

Menstrual cup adalah alat penampung darah menstruasi yang dibuat dari sejenis karet dengan bentuk menyerupai corong. Beda dengan pembalut, alat ini tidak mengandung bahan tambahan sehingga risiko alergi dan iritasi jauh lebih kecil.

Menstrual cup sering jadi pilihan bagi wanita yang sensitif terhadap pembalut karena praktis dan tidak menyebabkan gatal. Jika Anda ingin mencoba alat ini, jangan lupa mensterilkannya dengan merebusnya sebentar sebelum dan setelah pemakaian.

Apa pun yang berkontak langsung dengan kulit berpotensi menimbulkan reaksi alergi dan iritasi, tidak terkecuali pembalut. Terlebih lagi, pembalut biasanya dipakai selama berjam-jam dalam area intim yang lembap dan rentan.

Cobalah berkonsultasi dengan dokter bila Anda kerap merasakan gatal ataupun gejala lainnya karena memakai pembalut. Jika Anda terbukti alergi terhadap produk ini, Anda bisa menggunakan produk alternatif dengan risiko alergi yang lebih kecil.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Williams, J., Frowen, K. and Nixon, R., 2007. Allergic contact dermatitis from methyldibromo glutaronitrile in a sanitary pad and review of Australian clinic data. Contact Dermatitis, 56(3), pp.164-167.

Wiwanitkit V. (2009). Sanitary pad dermatitis. Indian journal of dermatology, 54(4), 391–392.

Pichardo-Geisinger, R., 2017. Atopic and Contact Dermatitis of the Vulva. Obstetrics and Gynecology Clinics of North America, 44(3), pp.371-378.

Vulvitis. (2020). Retrieved 13 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15175-vulvitis

Wujanto, L. and Wakelin, S., 2012. Allergic contact dermatitis to colophonium in a sanitary pad-an overlooked allergen?. Contact Dermatitis, 66(3), pp.161-162.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 18/02/2018
x