home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Jenis Makanan yang Baik untuk Mencegah Gangguan Prostat

7 Jenis Makanan yang Baik untuk Mencegah Gangguan Prostat

Anda yang mengidap gangguan prostat tentu perlu mengubah gaya hidup sehat, termasuk dalam memilih asupan makanan. Apa saja makanan yang baik untuk prostat? Simak ulasannya berikut ini.

Berbagai jenis makanan untuk kesehatan prostat

Prostat adalah kelenjar yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kemih tempat keluarnya urine dan sperma.

Hanya pria yang memiliki organ prostat. Bagian ini berfungsi untuk mengeluarkan cairan yang bercampur dengan sel sperma sehingga membentuk air mani.

Seiring bertambahnya usia, pria lebih berisiko terkena penyakit prostat, seperti infeksi prostat (prostatitis), pembesaran prostat jinak, hingga kanker prostat.

Nah, asupan nutrisi dan gaya hidup sehat terbukti dalam sejumlah penelitian bisa mencegah atau mengendalikan gangguan prostat.

Berikut ini adalah daftar makanan sehat untuk kesehatan prostat yang penting Anda konsumsi.

1. Ikan salmon

ikan salmon

Tubuh manusia tidak bisa memproduksi asam lemak omega-3 sendiri. Padahal, lemak tak jenuh ini sangat penting untuk kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh.

Asam lemak omega-3 umumnya banyak terdapat dalam ikan berlemak, misalnya ikan salmon.

Para ahli menemukan bahwa asam lemak omega-3 pada ikan salmon punya efek anti-inflamasi yang dapat mencegah dan menekan perkembangan kanker prostat.

Meski begitu, butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan asam lemak omega-3 dan risiko kanker prostat, terutama pada manusia.

2. Tomat

Pria ternyata sangat disarankan untuk mengonsumsi tomat. Makanan untuk kesehatan prostat ini mengandung antioksidan kuat yang disebut likopen.

Senyawa antioksidan ini bisa menurunkan kerusakan dan memperlambat produksi sel kanker.

Sebuah tinjauan dalam Journal of Nutritional Science and Vitaminology menemukan pria yang makan lebih banyak tomat berisiko lebih kecil terkena kanker prostat.

Likopen terdapat pada dinding sel tomat mentah. Tubuh sulit mencerna bagian ini dengan sempurna sehingga likopen mungkin tidak terserap sepenuhnya.

Maka dari itu, para ahli menyarankan memasak atau menghaluskan tomat terlebih dahul guna mendapatkan manfaat likopen secara lebih optimal.

3. Brokoli

Makanan sehat untuk prostat lainnya adalah brokoli yang tergolong sayuran cruciferous. Jenis sayuran ini juga termasuk kembang kol, kubis, dan pakcoy.

Menurut National Cancer Institute, sayuran cruciferous kaya akan antioksidan, vitamin, mineral, dan zat fitokimia yang menurunkan risiko kanker prostat.

Brokoli mengandung sejumlah fitokimia penting, termasuk di antaranya sulforaphane dan glucoraphanin.

Senyawa-senyawa ini membantu membunuh sel kanker sekaligus menjaga sel prostat agar tetap sehat dan berfungsi normal.

4. Kacang kedelai

Kacang kedelai dan kacang-kacangan lain mengandung senyawa yang disebut fitoestrogen.

Sebuah studi dalam World Journal of Surgical Oncology menyebutkan asupan fitoestrogen lebih banyak memiliki risiko 20% lebih rendah terkena kanker prostat.

Sementara itu, konsumsi kacang kedelai secara rutin juga berkaitan dengan penurunan kadar prostate specific agent (PSA).

PSA adalah protein yang diproduksi oleh prostat. Peningkatan kadar PSA bisa menjadi gejala pembesaran prostat jinak (BPH) hingga kanker prostat.

5. Buah beri

stroberi sumber antioksidan

Menurut Prostate Cancer Foundation, buah-buahan beri menawarkan senyawa antioksidan kuat yang dikenal sebagai antosianin.

Senyawa antioksidan dapat membantu menetralkan radikal bebas dalam tubuh Anda yang memicu stres oksidatif.

Jika stres oksidatif tidak terkendali, hal ini bisa memicu kerusakan sel, mutasi, hingga perkembangan sel kanker prostat.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk makan buah-buahan beri untuk menjaga kesehatan prostat, seperti stroberi, bluberi, blackberry, atau raspberry.

6. Buah delima

Buah delima atau pomegranate juga menjadi makanan untuk prostat yang baik karena kaya akan kandungan antioksidan.

Sama halnya dengan buah beri, antioksidan dalam buah delima juga membantu mencegah penyakit yang berhubungan dengan stres oksidatif.

Beberapa penelitian pada hewan juga menemukan bahwa jus atau ekstrak buah delima bisa menghambat produksi sel kanker prostat.

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat buah delima ini.

7. Teh hijau

Sebagian orang rutin minum teh hijau untuk merasakan manfaat antioksidan di dalamnya.

Teh hijau memiliki kandungan senyawa antioksidan, yakni epigallocatechin gallate (EGCG) dan epicatechin yang menghambat dan mencegah mutasi sel kanker.

Para ahli menemukan bahwa pria yang meminum tujuh cangkir teh hijau per hari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat.

Agar manfaatnya optimal, Anda perlu menyeduh teh hijau selama lima menit. Tak lain supaya rasanya lebih kuat dan memastikan lebih banyak nutrisi yang dilepaskan.

Menjaga kesehatan prostat hanya dari konsumsi makanan tertentu tentulah belum lengkap. Anda tetap perlu melakukan sejumlah perubahan gaya hidup.

Lakukan olahraga untuk menjaga kesehatan organ prostat, seperti senam Kegel atau aerobik.

Jika Anda aktif merokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini. Merokok dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh yang meningkatkan risiko penyakit prostat.

Apabila Anda memiliki kekhawatiran terhadap kondisi ini, konsultasikan ke dokter spesialis urologi untuk mendapatkan solusi terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Should I Eat To Prevent Prostate Cancer?. Prostate Cancer Foundation. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.pcf.org/c/five-foods-to-protect-your-prostate/

Are there any foods to eat or avoid if I have prostate cancer?. Prostate Cancer UK. (2018). Retrieved 22 November 2021, from https://prostatecanceruk.org/prostate-information/living-with-prostate-cancer/your-diet-and-physical-activity/foods-to-eat-or-avoid

Ten diet & exercise tips for prostate health. Harvard Health. (2020). Retrieved 22 November 2021, from https://www.health.harvard.edu/mens-health/10-diet-and-exercise-tips-for-prostate-health

Prostate Cancer, Nutrition, and Dietary Supplements (PDQ®)–Health Professional Version. National Cancer Institute. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/cam/hp/prostate-supplements-pdq

Cruciferous Vegetables and Cancer Prevention. National Cancer Institute. (2012). Retrieved 22 November 2021, from https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/cruciferous-vegetables-fact-sheet

Aucoin, M., Cooley, K., Knee, C., Fritz, H., Balneaves, L. G., Breau, R., Fergusson, D., Skidmore, B., Wong, R., & Seely, D. (2017). Fish-Derived Omega-3 Fatty Acids and Prostate Cancer: A Systematic Review. Integrative cancer therapies, 16(1), 32–62. https://doi.org/10.1177/1534735416656052

Guo, Y., Zhi, F., Chen, P., Zhao, K., Xiang, H., Mao, Q., Wang, X., & Zhang, X. (2017). Green tea and the risk of prostate cancer: A systematic review and meta-analysis. Medicine, 96(13), e6426. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000006426

He, J., Wang, S., Zhou, M., Yu, W., Zhang, Y., & He, X. (2015). Phytoestrogens and risk of prostate cancer: a meta-analysis of observational studies. World journal of surgical oncology, 13, 231. https://doi.org/10.1186/s12957-015-0648-9

Wang, L., & Martins-Green, M. (2014). Pomegranate and its components as alternative treatment for prostate cancer. International journal of molecular sciences, 15(9), 14949–14966. https://doi.org/10.3390/ijms150914949

Chen, J., Song, Y., & Zhang, L. (2013). Lycopene/tomato consumption and the risk of prostate cancer: a systematic review and meta-analysis of prospective studies. Journal of nutritional science and vitaminology, 59(3), 213–223. https://doi.org/10.3177/jnsv.59.213

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan