home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Penyebab Kadar PSA Tinggi, Selain Kanker Prostat

6 Penyebab Kadar PSA Tinggi, Selain Kanker Prostat

Pemeriksaan kadar PSA sering digunakan untuk mendeteksi kanker prostat pada kaum pria. Namun, kadar PSA ini tidak selalu menandakan terjadinya kanker prostat, lho! Ada beberapa kondisi yang ternyata memengaruhi hasil pemeriksaan kadar PSA. Apa saja penyebab kadar PSA tinggi? Yuk, simak ulasan berikut.

Sekilas soal PSA

PSA (Prostate Spesific Agent) adalah protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Karena kadar PSA banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, PSA juga tidak bisa dijadikan indikator kesehatan prostat yang baik. Biasanya dokter akan melihat kadar PSA beserta faktor risiko lainnya, atau hasil pengukur kadar lainnya di dalam tubuh, dan juga riwayat keluarga.

Kenapa kadar PSA bisa naik?

1. Usia

Kadar PSA dapat meningkat semakin menuanya usia seseorang. Peningkatan ini disebabkan karena pertumbuhan jaringan prostat seiring bertambahnya usia. Pada usia 40, PSA batas normal adalah 2,5, pada usia 60, batasnya mencapai 4,5 dan pada usia 70 PSA mencapai 6,5 dianggap normal.

2. BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)

BPH adalah pembesaran kelenjar prostat, tetapi ini bukan kanker prostat. BPH merupakan kondisi di mana terjadi pertambahan sel-sel prostat. Semakin banyaknya sel pada kelenjar prostat, maka semakin banyak sel yang menghasilkan PSA. BPH merupakan masalah yang sering terjadi pada laki-laki di bawah usia 50 tahun.

Seorang pria yang mengalami BPH mengalami gangguan dalam buang air kecil. Jika tidak ditangani, kondisi ini memengaruhi fungsi ginjal. Pembesaran kelenjar prostat terjadi kemungkinan akibat perubahan kadar hormon seiring bertambahnya usia.

3. Prostatitis

Prostatitis merupakan peradangan pada prostat. Biasanya kasus ini terjadi pada pria di bawah 50 tahun dan sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Prostatitis menyebabkan pembengkakan, dan iritasi pada kelenjar prostat. Gejala yang ditemukan biasanya punggung bawah terasa sakit atau sakit perut, rasa sakit saat buang air kecil, dan susah buang air kecil. Peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat akan meningkatkan kadar PSA di dalam tubuh.

4. Ejakulasi

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 60 orang pria yang sehat, ada kaitan yang erat antara ejakulasi dengan kadar PSA dalam tubuh. Ternyata, peningkatan PSA yang paling tampak terjadi satu jam setelah ejakulasi. Kecenderungan kadar PSA yang tinggi ini terjadi selama 24 jam setelah ejakulasi.

Namun, penelitian lebih lanjut masih sangat dibutuhkan untuk menjelaskan bagaimana efek ejakulasi terhadap PSA. Jika Anda ingin melakukan tes PSA, pertimbangkan untuk tidak melakukan kegiatan seksual setidaknya 24 jam sebelum tes untuk melihat hasil PSA yang yang lebih akurat.

5. Konsumsi obat-obatan atau tindakan medis

Pemberian jenis obat 5-alpha reductase blockers (finasteride atau dutasteride) yang biasa digunakan pada kasus pembesaran kelenjar prostat akan menurunkan kadar PSA seakan-akan PSA dalam kondisi rendah. Karena itu, perlu dipertimbangkan untuk melakukan tes PSA atau mengintepretasikan hasil PSA saat sedang mengonsumsi obat tersebut.

Tindakan medis yang dapat memengaruhi hasil uji PSA adalah kateterisasi dan cystocopy. Kateterisasi yaitu pemasangan tabung atau selang tipis dalam kandung kemih guna mengalirkan urine keluar. Kateterisasi ini bisa menimbulkan hasil positif palsu terhadap pengukuran PSA. Hasil yang salah menyatakan bahwa PSA Anda tinggi padahal sebenarnya tidak.

Cystoscopy, yakni memasukan instrumen kecil dan tipis bersama kamera ke dalam kandung kemih juga bisa menghasilkan hasil pengukuran PSA yang positif palsu.

6. Paratiroid hormon

Paratiroid hormon (PTH) adalah hormon alami yang diproduksi tubuh untuk mengatur kadar kalsium dalam darah. Kadar hormon paratiroid yang tinggi dapat meningkatkan kadar PSA. Penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 pria yang diukur dalam laboratorium NHANES menunjukan bahwa serum paratiroid hormon dan kadar kalsium masing-masing berkaitan erat dengan PSA.

Pria dengan kadar serum PTH di atas 66 pg/mL dapat meningkatkan 43 persen kadar PSA sehingga PTH dapat merangsang pertumbuhan prostat pada pria dan memengaruhi hasil skrining PSA.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Iliades Chris. 2017. What a High PSA Level Means If It’s Not Prostate Cancer. [Online] Tersedia pada: https://www.everydayhealth.com/prostate-cancer/non-cancerous-reasons-your-psa-levels-are-high.aspx (Diakses 12/12/2017)

Han Seunggu. 2017. 8 Non-Cancerous Causes of High PSA Levels. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/mens-health/high-psa-no-cancer#bph (Diakses 12/12/2017)

Cleveland Clinic. Tanpa Tahun. Elevated PSA (Prostate-Specific Antigen) Level. [Online] Tersedia pada: https://my.clevelandclinic.org/health/articles/elevated-psa-level (Diakses 12/12/2017)

National Cancer Institute. 2017. Prostate-Specific Antigen (PSA) Test. [Online] Tersedia pada: https://www.cancer.gov/types/prostate/psa-fact-sheet (Diakses 12.12.2017)

Rajaei Mohammad, Momeni Ali, Kheiri Soleiman, dan Ghaheri Hafez. 2013. Effect of Ejaculation on Serum Prostate Specific Antigen Level  in Screening and Non-Screening Population. Journal of Research in Medical Sciences. 18(5): 387-390 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3810571/ 

Skinner Halcyin G dan Schwartz Gary G. 2009. The Relation of Serum Parathyroid Hormone and Serum Calcium to Serum Levels of Prostate-Specific Antigen: A Population-Based Study. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev 18(11): 2869-2873 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2859682/


Foto Penulis
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 07/09/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x