home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Besar Kecilnya Ukuran Penis, Benarkah Menentukan Kepuasan di Ranjang?

Besar Kecilnya Ukuran Penis, Benarkah Menentukan Kepuasan di Ranjang?

“Semakin besar ukuran penis pria, semakin besar kepuasan seks yang dihasilkan,” kira-kira begitulah anggapan yang kerap dipercaya banyak pasangan. Hal inilah yang mendasari kekhawatiran para pria terhadap performa seksualnya di ranjang. Bahkan terkadang kecemasan terhadap ukuran penis bisa ikut memengaruhi keharmonisan hubungan, padahal anggapan tersebut belum tentu benar. Ketahui penjelasan medis mengenai pengaruh ukuran penis terhadap kepuasan seks dalam ulasan berikut.

Ukuran penis bukan tolak ukur kepuasan seks

Penis dan kepuasan seksual

Ukuran penis tidak memengaruhi fungsi organ seksual, keinginan seksual, dan rasa sakit saat penetrasi. Artinya, tidak pasti menjadi faktor penentu kepuasan seksual.

Pria yang kurang puas dengan ukuran penisnya memang cenderung lebih sering mengalami masalah fungsi seksual, seperti ejakulasi dini atau disfungsi ereksi.

Namun menurut penelitian berjudul Male Dissatisfaction With Penis Size, gangguan fungsi seksual yang dialami justru lebih berkaitan dengan kecemasan ketimbang ukuran penis.

Peneliti menyatakan ukuran penis yang kecil sering memengaruhi kepercayaan diri pria dalam berhubungan seksual.

Hal ini berasal dari stigma yang berkembang di masyarakat bahwa pria dengan penis kecil tak cukup maskulin dan tidak mampu memenuhi kepuasan seksual pasangannya.

Ketidakpercayaan diri terhadap ukuran penisnya ini menimbulkan kecemasan saat pria berhubungan intim. Pria mencemaskan ekspektasi pasangan terhadap performa seksualnya dan takut jika hal tersebut akan memengaruhi kelanjutan hubungannya.

Kecemasan inilah yang akhirnya membuat fungsi seksual pria terganggu ketika berhubungan intim. Inilah sebabnya ukuran penis sering dikaitkan dengan kepuasan seks, meskipun ternyata penyebabnya lebih berkaitan dengan faktor psikologis pria.

Pandangan yang mengaitkan ukuran penis dengan kepuasan seksual juga membuat banyak pria menganggap ukuran penisnya terlalu kecil dari ukuran penis rata-rata (9.2 cm, saat tidak ereksi). Nyatanya, mikropenis (7,2 cm) merupakan kondisi yang jarang ditemukan.

Pentingkah ukuran penis bagi wanita?

Ukuran penis pria

Kendati demikian, kepuasan seksual harus datang dari kedua belah pihak. Dari waktu ke waktu, beberapa penelitian melakukan survey mengenai preferensi wanita terhadap ukuran penis pria.

Riset lama dari jurnal BMC Women’s memperlihatkan bahwa panjang penis pria tidak begitu penting untuk kepuasan seksual wanita. Namun, lingkar atau lebar penis yang justru berpengaruh.

Dalam penelitian ini, ada 45 dari 50 wanita merasakan kepuasan seksual dari penis yang lebih tebal. Ukuran penis yang lebih tebal dapat memberikan rangsangan lebih pada klitoris.

Panjang penis tidak memengaruhi kenikmatan atau rasa sakit saat berhubungan intim karena vagina sejatinya bersifat elastis sehingga dapat menyesuaikan ukuran penis saat penetrasi dilakukan.

Nah, ukuran lingkar penis mungkin memang berpengaruh bagi wanita yang suka mencapai orgasme vaginal (penetrasi melalui vagina), tapi tidak semua kepuasan seks dan orgasme dapat dicapai karena ukuran penis.

Penelitian tahun 2013 berjudul Women’s Preferences for Penis Sizes menyebutkan wanita memang dapat merasakan sensasi seksual yang berbeda dari ukuran penis yang berbeda karena vagina sensitif terhadap perubahan ukuran penis saat penetrasi.

Namun, peneliti menjelaskan bahwa vagina lebih sensitif terhadap rangsangan yang diberikan dari penis, seperti getaran atau kehangatan suhu penis. Daripada ukuran penis, hal ini adalah faktor yang lebih memengaruhi kepuasan seksual.

Studi tersebut juga menyimpulkan wanita cenderung menginginkan kepuasan seks yang lebih dari ukuran penis yang besar hanya ketika menjalin hubungan singkat dengan pria.

Namun, wanita tidak mempermasalahkan ukuran penis pasangan ketika menjalin hubungan jangka panjang.

Adapula pendapat lain dari Ian Kenner, Ph. D, seorang ahli seksologi dan penulis buku “She Comes First”. Kenner menyebutkan wanita yang mengeluhkan penis pasangannya kecil biasanya adalah wanita yang tidak bisa mencapai orgasme.

Jadi, masalahnya terdapat pada ketidakmampuan mencapai orgasme bukan pada ukuran penis.

Wanita pada dasarnya tidak akan mempermasalahkan tentang ukuran karena asalkan mereka dapat mencapai orgasme, ukuran penis tidaklah lagi penting.

Bagaimana jika pasangan minder dengan ukuran penisnya?

Dari hasil berbagai penelitian, dapat dikatakan bahwa ukuran penis bukanlah satu-satunya faktor penentu yang memberikan kepuasan seks pada pasangan wanita.

Faktor penting yang dapat memengaruhi kepuasan seksual saat penetrasi adalah rangsangan pada klitoris atau G-spot (tidak untuk semua wanita).

Posisi atau gaya bercinta yang tepat juga berkontribusi memberikan kepuasan seksual yang diinginkan. Untuk hal ini, setiap pasangan mungkin harus mencari posisi seks yang sesuai dengan kenyamanan masing-masing.

Sayangnya, stigma terhadap ukuran penis yang kecil memang cukup kuat di masyarakat sehingga bisa membuat pasangan kurang percaya diri.

Jika pasangan Anda tidak cukup percaya diri dengan ukuran penisnya, Anda bisa mencoba meyakinkan hal ini bukan faktor utama dalam mencapai kepuasan seksual bersama.

Kepuasan seks juga didasarkan pada cinta, keintiman, dan kasih sayang yang ditujukan kepada masing-masing individu, baik saat berhubungan seksual maupun di kehidupan sehari-hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Velten, J., & Margraf, J. (2017). Satisfaction guaranteed? How individual, partner, and relationship factors impact sexual satisfaction within partnerships. PLOS ONE, 12(2), e0172855.https://doi.org/10.1371/journal.pone.0172855

Johnston, L., McLellan, T., & McKinlay, A. (2014). (Perceived) size really does matter: Male dissatisfaction with penis size. Psychology of Men & Masculinity, 15(2), 225–228. https://doi.org/10.1037/a0033264

Prause, N., Park, J., Leung, S., & Miller, G. (2015). Women’s Preferences for Penis Size: A New Research Method Using Selection among 3D Models. PloS one, 10(9), e0133079. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0133079

Eisenman R. (2001). Penis size: Survey of female perceptions of sexual satisfaction. BMC women’s health, 1(1), 1. https://doi.org/10.1186/1472-6874-1-1

American Association for the Advancement of Science. (2015). How big is the average penis?. Retrieved 14 June 2021, from https://www.sciencemag.org/news/2015/03/how-big-average-penis#:~:text=According%20to%20the%20team’s%20analysis,inches)%20for%20an%20erect%20one.

Nicholson, J. (2021). 4 Ways to Make Sex More Satisfying. Retrieved 14 June 2021, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-attraction-doctor/201809/4-ways-make-sex-more-satisfying

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 14/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x