home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bisakah Saya Tetap Bahagia Jika Hidup Tanpa Seks Sama Sekali?

Bisakah Saya Tetap Bahagia Jika Hidup Tanpa Seks Sama Sekali?

Meski bagi sebagian besar orang seks menjadi hal yang menyenangkan dan kebutuhan tetapi tidak semua orang beranggapan demikian. Di antara jutaan umat manusia di dunia, sebagian di antaranya mungkin memilih untuk tidak berhubungan seksual sama sekali. Lantas, apakah orang yang tidak berhubungan seks bisa tetap bahagia?

Apakah seks menentukan kebahagiaan seseorang?

posisi seks

Seks memang bisa menjadi salah satu faktor penyumbang kebahagiaan seseorang. Akan tetapi, bukan berarti seks menjadi satu-satunya penentu kebahagiaan itu sendiri.

Bagi orang-orang yang memilih untuk tidak berhubungan seks sama sekali apa pun alasannya, tentu saja kebahagiaan tetap bisa diraihnya. Apalagi jika penyebabnya karena pilihan sendiri, maka tentu saja Anda tetap bisa bahagia dengan cara lain. Misalnya dengan menyibukkan diri dengan keluarga dan sahabat, mengisi hidup dengan mengejar mimpi-mimpi yang Anda inginkan, traveling, dan banyak hal lainnya.

Bahkan, meski Anda berumah tangga pun sebenarnya kebahagiaan tetap bisa diraih tanpa seks. Dengan catatan pasangan juga memiliki pola pikir yang sama dengan Anda. Meski hidup tanpa seks, Anda tetap bisa melakukan berbagai hal yang bisa menambah keintiman Anda dan pasangan seperti tetap melakukan sentuhan fisik, melakukan hal romantis berdua, dan selalu berusaha untuk memahami satu sama lain.

Apakah normal jika seseorang tidak ingin berhubungan seks?

seks setelah kanker prostat

Pada dasarnya kondisi ini normal saja terjadi. Kembali lagi, seks bukanlah kebutuhan primer melainkan sebuah pilihan. Jadi seseorang tetap akan bisa hidup bahagia meski tanpa seks. Namun, ada juga yang tidak ingin berhubungan seks karena orientasi aseksual.

Dikutip dari Psychology Today, aseksual adalah orientasi seksual yang menggambarkan tidak adanya ketertarikan seksual kepada siapa pun. Namun, bukan berarti mereka membenci seks. Hanya saja tidak ada ketertarikan seksual apa pun ketika dihadapkan pada orang lain, terlepas dari jenis kelaminnya.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa sekitar 22 hingga 25 persen orang aseksual memiliki pasangan dan menikah. Akan tetapi, rumah tangganya memang tanpa seks. Namun, The Asexual Visibility and Education Network (AVEN) menyatakan bahwa orang-orang aseksual yang menikah tetap memiliki hubungan jangka panjang yang sukses tanpa seks jika mereka saling berbagai keromantisan dan keintiman dalam pernikahan.

Apa yang terjadi pada tubuh saat tidak berhubungan seks?

stres mengakibatkan psoriasis

Meski orang yang memutuskan untuk hidup tanpa seks tetap bisa bahagia, ada beberapa manfaat seks yang akan Anda lewatkan. Akibatnya, Anda jadi lebih rawan mengalami hal-hal berikut ini ketimbang orang yang rutin berhubungan seks.

Rentan mengalami stres

Dalam penelitian yang diterbitkan pada Biological Psychology, seorang peneliti Skotlandia menemukan fakta bahwa orang yang tidak berhubungan seks lebih rentan mengalami stres terutama saat sedang berbicara di depan umum dibandingkan dengan orang yang rutin berhubungan seksual minimal dua minggu sekali. Hal ini karena saat seks otak melepaskan hormon endorfin dan oksitosin yang membuat Anda merasa bahagia dan juga nyaman.

Sistem kekebalan tubuh lebih lemah

Penelitian yang dilakukan para peneliti di Wilkes-Barre University di Pennsylvania menyatakan bahwa orang yang berhubungan seks satu atau dua kali seminggu mengalami peningkatan immunoglobulin A (IgA) dalam tubuhnya dibandingkan dengan yang jarang atau tidak pernah berhubungan intim. IgA adalah protein yang dapat melawan infeksi dan menjadi salah satu penangkal virus penyebab flu.

Risiko kanker prostat meningkat

Penelitian yang diterbitkan dalam European Urology menemukan fakta bahwa pria yang mengalami ejakulasi minimal 21 kali per bulan mengalami penurunan risiko kanker prostat. Sebaliknya, lelaki yang jarang atau tidak pernah berhubungan seks risiko kanker prostatnya akan meningkat. Hal ini karena ejakulasi ternyata dapat menghilangkan zat berbahaya dari prostat yang bisa mencegah pembentukan tumor kanker.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Living Happily Ever After, and Never, Ever Having Sex

https://www.psychologytoday.com/us/blog/all-about-sex/201609/living-happily-ever-after-and-never-ever-having-sexhttps://www.psychologytoday.com/us/blog/all-about-sex/201609/living-happily-ever-after-and-never-ever-having-sex accessed on October 30th 2018

Is No Sex The New Normal?

https://www.huffingtonpost.com/iris-krasnow/couples-who-dont-have-sex_b_7594026.html accessed on October 30th 2018

Blood pressure reactivity to stress is better for people who recently had penile–vaginal intercourse than for people who had other or no sexual activity

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0301051105000736 accessed on October 30th 2018

9 Ways Not Having Sex Messes With Your Health

https://www.prevention.com/sex/a20471530/7-things-that-happen-when-you-stop-having-sex/ accessed on October 30th 2018

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 19/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x